Lompat ke isi

Konsep:Ayat 53 Surah Yusuf

Dari wikishia

Templat:Kotak info ayat

Ayat 53 Surah Yusuf menjelaskan perkataan Yusuf as[1] mengenai bahwa nafsu memerintahkan pada keburukan.[2] Menurut mayoritas mufasir, Yusuf as dengan menyatakan ungkapan ini, memperkenalkan dirinya sebagai manusia yang memiliki tabiat kemanusiaan yang menyebabkan kecenderungan pada dosa; namun ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam menundukkan nafsu, bukan karena kekuatan individu, melainkan karena karunia dan rahmat Ilahi.[3] Allamah Thabathaba'i juga menekankan pandangan ini dan meyakini bahwa kedudukan tinggi Yusuf as menyebabkan ia menisbatkan kemenangan atas nafsu amarah hanya kepada Allah semata.[4] Mayoritas mufasir telah menerima pandangan ini dan menganggapnya sebagai simbol tawaduk di hadapan Allah.[5]

Sebaliknya, beberapa mufasir menganggap ayat ini sebagai perkataan istri Aziz Mesir.[6] Berdasarkan pandangan ini, ayat 52 dan 53 surah Yusuf adalah perkataan Zulaikha yang di dalamnya ia mengakui kesucian Yusuf as dan keberdosaan dirinya sendiri.[7] Nashir Makarim Syirazi menganggap pandangan ini lemah; karena ia meyakini hanya orang yang pernah tergelincir yang akan berkata demikian, sementara Yusuf as tidak memiliki ketergelinciran sedikit pun.[8]

Templat:Quran jadid|Templat:Quran jadid

Ayat 53 surah Yusuf memiliki kemasyhuran yang luas dan bagian-bagian darinya digunakan dalam doa-doa dan perkataan Maksumin. Di antaranya dalam sebuah doa dari Ahlulbait as disebutkan: "Wahai Penolong! Kepada-Mu aku berlindung, wahai Allah, dari hawa nafsu yang telah menguasaiku, ... dan (min nafsin ammaratim bis-su'i illa ma rahima rabbi) dari nafsu yang tidak memerintah kecuali pada keburukan, kecuali apa yang Tuhanku rahmati".[9] Istilah "Nafsu amarah" diambil dari ayat ini.[10]

Imam Ali as dalam surat kepada Malik al-Asytar, ketika menyerahkan wilayah Mesir kepadanya, memberikan wasiat agar mematahkan nafsu di hadapan keinginan-keinginan yang tidak pada tempatnya dan menahannya saat terjadi pembangkangan: karena "fa innan-nafsa ammaratun bis-su'i illa ma rahimallah".[11] Bagian dari ayat ini juga terdapat dalam doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah Shalat.[12] Selain itu, bagian-bagian dari ayat ini disebutkan dalam doa yang oleh Thabarsi[13] dan Kaf'ami[14] dari ulama Syiah menyebutnya sebagai Doa al-Hazin dan disebutkan pula dalam doa hari Selasa dari Imam Sajjad as.[15]

Berdasarkan ayat 53 surah Yusuf, nafsu amarah mengajak manusia ke arah keburukan dan Dosa[16] dan Allah dengan rahmat-Nya menganugerahkan kekuatan kepada Manusia untuk mengalahkan nafsu amarahnya.[17]

Catatan Kaki

  1. Untuk contoh lihat: Syekh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 6, hlm. 155; Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 5, hlm. 368.
  2. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 5, hlm. 369.
  3. Qara'ati, Tafsir Nur, 1383 HS, jld. 6, hlm. 99; Husaini Hamadani, Anwar Durakhshan, 1404 H, jld. 9, hlm. 93.
  4. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 11, hlm. 197.
  5. Syekh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 6, hlm. 155.
  6. Qumi, Tafsir al-Qumi, 1404 H, jld. 1, hlm. 346; Sayid Murtadha, Tanzih al-Anbiya, 1377 HS, hlm. 51.
  7. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 9, hlm. 432.
  8. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 9, hlm. 434.
  9. Ibn Fahd Hilli, Uddat al-Da'i, 1407 H, hlm. 206.
  10. Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 67, hlm. 37.
  11. Sayid Radhi, Nahj al-Balaghah, 1414 H, surat 53, hlm. 427.
  12. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 3, hlm. 345.
  13. Thabarsi, Makarim al-Akhlaq, 1412 H, hlm. 295.
  14. Kaf'ami, Al-Misbah (Jannat al-Aman al-Waqiyah), 1405 H, hlm. 54.
  15. Kaf'ami, Al-Misbah (Jannat al-Aman al-Waqiyah), 1405 H, hlm. 118.
  16. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 5, hlm. 369.
  17. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 5, hlm. 218.

Daftar Pustaka

  • Ibn Fahd Hilli, Ahmad bin Muhammad, Uddat al-Da'i wa Najah al-Sa'i, Qom, Dar al-Kutub al-Islami, cetakan pertama, 1407 H.
  • Husaini Syirazi, Sayid Muhammad, Tabyin al-Qur'an, Beirut, Dar al-Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
  • Husaini Hamadani, Sayid Muhammad Husain, Anwar Durakhshan, riset: Muhammad Baqir Behbudi, Teheran, Kitabforushi Lotfi, cetakan pertama, 1404 H.
  • Sayid Radhi, Muhammad bin Husain, Nahj al-Balaghah, riset: Subhi Shalih, Qom, Hijrat, cetakan pertama, 1414 H.
  • Sayid Murtadha, Ali bin Husain, Tanzih al-Anbiya 'alaihimus salam, Qom, Dar al-Syarif al-Radhi, cetakan pertama, 1377 HS.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan, Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an, dengan pengantar: Syekh Agha Buzurg Teherani, riset: Ahmad Qashir Amili, Beirut, Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, tanpa tahun.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain, Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an, Qom, Daftare Entisyarate Eslami, cetakan kelima, 1417 H.
  • Thabarsi, Hasan bin Fadhl, Makarim al-Akhlaq, Qom, al-Syarif al-Radhi, 1412 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan, Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, pengantar: Muhammad Jawad Balaghi, Teheran, Nasir Khosrow, cetakan ketiga, 1372 HS.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain, Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, Teheran, Entisyarat-e Islam, cetakan kedua, 1378 HS.
  • Qara'ati, Mohsen, Tafsir Nur, Teheran, Markaz-e Farhangi-ye Darshayi az Quran, cetakan kesebelas, 1383 HS.
  • Qumi, Ali bin Ibrahim, Tafsir al-Qumi, riset dan koreksi: Sayid Thayyib Musawi Jazairi, Qom, Dar al-Kitab, cetakan ketiga, 1404 H.
  • Kaf'ami, Ibrahim bin Ali, Al-Misbah (Jannat al-Aman al-Waqiyah wa Jannat al-Iman al-Baqiyah), Qom, Dar al-Radhi, cetakan kedua, 1405 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, Al-Kafi, riset dan koreksi: Ali Akbar Ghaffari, Muhammad Akhundi, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan keempat, 1407 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir, Bihar al-Anwar, Beirut, Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, cetakan kedua, 1403 H.
  • Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi, Min Huda al-Qur'an, Teheran, Dar Muhibbi al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad, Tafsir al-Kasyif, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1424 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir, Tafsir Nemuneh, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.