Lompat ke isi

Konsep:Ayat 35 Surah Al-Baqarah

Dari wikishia
Ayat 35 Surah Al-Baqarah
Informasi Ayat
SurahSurah Al-Baqarah
Ayat35
Juz1
Informasi Konten
TentangMenetapnya Nabi Adam as dan Hawa di surga dan larangan bagi keduanya untuk mendekati pohon terlarang
Ayat-ayat terkaitAyat 19 Surah Al-A'raf; Ayat 117 Surah Thaha.


Ayat 35 Surah Al-Baqarah merujuk pada menetapnya Nabi Adam as dan istrinya di surga serta larangan untuk mendekati pohon terlarang, dan menegaskan bahwa mendekati pohon tersebut akan menyebabkan mereka termasuk orang-orang yang zalim.[1]

Para mufasir meyakini bahwa kata "zhalimin" dalam ayat ini bermakna zalim terhadap diri sendiri,[2] dalam artian bahwa Nabi Adam as dan istrinya dengan pilihan yang tidak tepat telah terhalang dari surga dan tidak mendapatkan pahala Ilahi.[3] Oleh karena itu, masalah tersebut bukan dalam makna melakukan dosa, melainkan hasil dari kekurangan dalam pengambilan keputusan dan ikhtiar mereka.[4]

Dan kami berfirman: "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan isterimu dalam syurga, dan makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa sahaja kamu berdua sukai, dan janganlah kamu hampiri pokok ini; (jika kamu menghampirinya) maka akan menjadilah kamu dari golongan orang-orang yang zalim".


Mengenai larangan Allah dalam ayat 35 Surah Al-Baqarah, para mufasir menyatakan bahwa ini adalah larangan irsyadi, artinya bertujuan untuk membimbing dan menunjukkan konsekuensi dari perbuatan tersebut,[5] bukan ancaman azab sedemikian rupa sehingga pelanggarannya dianggap sebagai maksiat.[6] Dengan kata lain, Nabi Adam as dan istrinya tidak menentang perintah Allah, melainkan melanggar larangan irsyadi Allah mengenai mendekati pohon terlarang tersebut.[7] Sebagian lainnya juga berpandangan bahwa larangan ini adalah larangan maulawi dan bertujuan untuk menyatakan keharaman mendekati pohon tersebut.[8]

Para mufasir berselisih pendapat mengenai apakah surga Nabi Adam as dalam Al-Qur'an adalah surga akhirat yang sama atau sebuah kebun di dunia.[9] Sebagian meyakini bahwa surga yang disebutkan dalam Surah Al-Baqarah bukanlah surga yang dijanjikan di akhirat, melainkan sebuah kebun di dunia. Alasannya adalah karena surga akhirat bersifat kekal dan di dalamnya tidak mungkin terjadi pembangkangan serta pengusiran darinya, sementara di surga duniawi, terdapat kemungkinan untuk keluar dan Iblis pun dapat masuk ke dalamnya.[10]

Menurut para peneliti, Al-Qur'an tidak memberikan penjelasan rinci mengenai pohon terlarang, namun dalam berbagai riwayat terdapat dua penafsiran utama:

  • Penafsiran Lahiriah: Beberapa mufasir meyakini pohon terlarang tersebut bisa menjadi simbol dari pohon-pohon seperti gandum,[11] anggur,[12] ara (tin),[13] kurma,[14] limau (dari jenis sitrus),[15] Kapur[16] dan bidara.[17]
  • Penafsiran Takwili: Beberapa lainnya berpandangan bahwa pohon tersebut adalah simbol konseptual. Sebagai contoh, sebagian menganggapnya sebagai kedengkian[18] atau ilmu Nabi Muhammad saw dan Alu Muhammad as.[19]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 1, hlm. 184.
  2. Quraysyi, Ahsan al-Hadits, 1391 HS, jil. 1, hlm. 96-97; Alusi, Ruh al-Ma'ani, 1415 H, jil. 1, hlm. 236.
  3. Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, Teheran, jil. 1, hlm. 157.
  4. Thabathaba'i, al-Mizan, 1402 H, jil. 1, hlm. 130.
  5. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 1, hlm. 187.
  6. Thabathaba'i, al-Mizan, 1402 H, jil. 1, hlm. 130.
  7. Thabathaba'i, al-Mizan, 1402 H, jil. 1, hlm. 130.
  8. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jil. 1, hlm. 194.
  9. Mulla Sadra, Tafsir al-Qur'an al-Karim, 1366 HS, jil. 3, hlm. 181.
  10. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 1, hlm. 186-187; Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jil. 1, hlm. 194; Thaleghani, Partovi az Quran, 1362 HS, jil. 1, hlm. 125.
  11. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jil. 1, hlm. 69; Thabari, Jami' al-Bayan, 1415 H, jil. 1, hlm. 330; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jil. 1, hlm. 220.
  12. Thabari, Jami' al-Bayan, 1415 H, jil. 1, hlm. 332; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jil. 1, hlm. 220.
  13. Thabari, Jami' al-Bayan, 1415 H, jil. 1, hlm. 333; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jil. 1, hlm. 220.
  14. Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, 1983 M, jil. 1, hlm. 53.
  15. Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, 1983 M, jil. 1, hlm. 53.
  16. Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jil. 1, hlm. 220.
  17. al-Askari(as), Tafsir al-Imam al-Askari(as), 1409 H, hlm. 222; Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jil. 11, hlm. 190.
  18. Ayyasyi, Tafsir al-Ayyasyi, al-Maktabah al-Ilmiyyah al-Islamiyyah, jil. 2, hlm. 9; Saduq, Ma'ani al-Akhbar, 1361 HS, hlm. 124; Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jil. 11, hlm. 164.
  19. Thabathaba'i, al-Mizan, 1402 H, jil. 1, hlm. 144; Javadi Amoli, Tafsir Tasnim, 1387 HS, jil. 3, hlm. 343.

Daftar Pustaka

  • Abu al-Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir al-Qur'an. Masyhad, Astan Quds Razavi, 1408 H.
  • Alusi, Syihabuddin. Ruh al-Ma'ani. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1415 H.
  • al-Askari(as), Hasan bin Ali. al-Tafsir al-Mansub ila al-Imam Abi Muhammad al-Hasan bin Ali al-Askari(as). Qom, Madrasah al-Imam al-Mahdi, 1409 H.
  • Ayyasyi, Muhammad bin Mas'ud. Tafsir al-Ayyasyi. Teheran, al-Maktabah al-Ilmiyyah al-Islamiyyah, Tanpa Tahun.
  • Javadi Amoli, Abdullah. Tasnim. Qom, Penerbit Isra, Cetakan Keempat, 1387 HS.
  • Kasyani, Mulla Fathullah. Manhaj al-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin. Teheran, Kitabforousyi Islamiyah, Tanpa Tahun.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut, al-Wafa, 1403 H.
  • Makarem Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 HS.
  • Mulla Sadra, Muhammad bin Ibrahim. Tafsir al-Qur'an al-Karim. Qom, Bidar, 1366 HS.
  • Qara'ati, Mohsen. Tafsir Nur. Teheran, Pusat Budaya Dars-haye az Quran, 1388 HS.
  • Quraysyi, Sayid Ali Akbar. Ahsan al-Hadits. Qom, Daftar Nasyr Navid-e Eslam, 1391 HS.
  • Saduq, Muhammad bin Ali. Ma'ani al-Akhbar. Riset: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Entesyarat Eslami, 1361 HS.
  • Suyuthi, Jalaluddin Abdurrahman. al-Durr al-Mantsur fi al-Tafsir bil Ma'tsur. Beirut, Dar al-Fikr, 1983 M.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1402 H.
  • Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Nashir Khosrow, 1372 HS.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an. Riset: Sidqi Jamil al-Athar. Beirut, Dar al-Fikr, 1415 H.
  • Thaleghani, Mahmud. Partovi az Quran. Teheran, Syerkat-e Sahami-ye Entesyarat, 1362 HS.