Lompat ke isi

Konsep:Ayat 32 Surah al-Hajj

Dari wikishia
Ayat 32 Surah al-Hajj
Informasi Ayat
NamaAyat Ta'zhim Sya'air
SurahSurah Hajj
Ayat32
Juz17
Informasi Konten
Tempat
Turun
Madinah
TentangMengagungkan syiar-syiar ibadah kepada Allah
Ayat-ayat terkaitAyat 158 Surah al-BaqarahAyat 5 Surah al-Ma'idahAyat 26 Surah al-Hajj


Ayat 32 Surah al-Hajj menekankan pada pentingnya menghormati syiar-syiar Ilahi.[1] Para mufasir memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai apa itu syiar dalam ayat ini. Thabrasi menganggapnya sebagai Manasik Haji, kurban haji, dan agama Allah.[2] Allamah Tabataba'i menganggap syiar sebagai tanda-tanda untuk ketaatan kepada Allah, seperti Safa dan Marwah.[3] Sebagian orang juga tidak membatasi syiar hanya pada manasik haji dan menganggapnya mencakup seluruh ritual Ilahi yang mengingatkan manusia kepada Allah.[4] Sayid Muhammad Taqi Mudarrisi juga menganggap syiar sebagai kumpulan kewajiban agama seperti Salat Jumat dan jemaah yang menunjukkan keagungan Allah.[5]

Menurut para mufasir, menghormati syiar-syiar Ilahi bersumber dari hati yang bertakwa atau merupakan tanda dari ketakwaan hati.[6] Allamah Tabataba'i juga menganggap takwa sebagai sumber mengagungkan syiar dan berkaitan dengan hati serta jiwa manusia.[7] Mulla Sadra menafsirkan ketakwaan hati sebagai keikhlasan hati.[8] Nashir Makarem Shirazi juga meyakini bahwa Allah menisbatkan pengagungan kepada hati, karena meskipun beberapa orang mungkin berpura-pura mengagungkan syiar, namun karena hal itu tidak bersumber dari hati mereka, maka hal tersebut tidak bernilai.[9] Tafsir Athiyab al-Bayan juga menjelaskan bahwa perbuatan jika dilakukan karena enggan atau karena rasa takut dan harap, maka hal itu tidak bersumber dari ketakwaan hati dan hanya perbuatan dengan niat yang murni yang bersumber dari hati.[10]

Sebagian orang juga dengan bersandar pada ayat ini, menekankan pada kewajiban penegakan syiar Islam dan perlunya tindakan penguasa Islam terhadap mereka yang enggan menegakkannya.[11]

Catatan Kaki

  1. Rahimi, "Ta'zhim wa Bozorgdasht-e Sya'air-e Elahi dar Ayineh-ye Fiqh-e Eslami" (Mengagungkan dan Memuliakan Syiar-syiar Ilahi dalam Cermin Fikih Islam), hlm. 24-25; Alinia Khatir, "Hakem-e Eslami wa Iqameh-ye Sya'air-e Dini" (Penguasa Islam dan Penegakan Syiar-syiar Agama), hlm. 163.
  2. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 7, hlm. 133.
  3. Tabataba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 14, hlm. 373.
  4. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan), 1371 HS, jld. 14, hlm. 97.
  5. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 5, hlm. 382.
  6. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 7, hlm. 133; Tabataba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 14, hlm. 373; Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan), 1371 HS, jld. 14, hlm. 96-97.
  7. Tabataba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 14, hlm. 373.
  8. Mulla Sadra, Tafsir al-Qur'an al-Karim, 1366 HS, jld. 1, hlm. 237.
  9. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan), 1371 HS, jld. 14, hlm. 97-98.
  10. Thayyib, Athiyab al-Bayan, 1369 HS, jld. 9, hlm. 298.
  11. Alinia Khatir, "Hakem-e Eslami wa Iqameh-ye Sya'air-e Dini" (Penguasa Islam dan Penegakan Syiar-syiar Agama), hlm. 163 dan 184.

Daftar Pustaka

  • Alinia Khatir, Nad'ali. "Hakem-e Eslami wa Iqameh-ye Sya'air-e Dini" (Penguasa Islam dan Penegakan Syiar-syiar Agama). Dalam Jurnal Hokumat-e Eslami, nomor 61, 1390 HS.
  • Makarem Shirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 HS.
  • Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Tehran, Dar Muhibbi al-Husain, 1419 H.
  • Mulla Sadra, Muhammad bin Ibrahim. Tafsir al-Qur'an al-Karim. Qom, Penerbit Bidar, cetakan kedua, 1366 HS.
  • Rahimi, Murtadha. "Ta'zhim wa Bozorgdasht-e Sya'air-e Elahi dar Ayineh-ye Fiqh-e Eslami" (Mengagungkan dan Memuliakan Syiar-syiar Ilahi dalam Cermin Fikih Islam). Dalam Dua Bulanan Amuzesy-haye Fiqhi, nomor 2, 1388 HS.
  • Tabataba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Matbu'at, 1390 H.
  • Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Tehran, Nasser Khosrow, 1372 HS.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athiyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Tehran, Penerbit Islam, 1369 HS.