Konsep:Ayat 199 Surah Ali 'Imran
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Nama | Ayat 199 Surah Ali 'Imran |
| Surah | Ali 'Imran |
| Ayat | 199 |
| Juz | 4 |
| Informasi Konten | |
| Sebab Turun | Kematian Najasyi dan salat jenazah gaib Nabi saw untuknya, atau berimannya Abdullah bin Salam, atau berimannya sekelompok Ahli Kitab, atau seluruh mukmin dari kalangan Ahli Kitab. |
| Tempat Turun | Madinah |
| Tentang | Sekelompok Ahli Kitab yang lebih mengutamakan mengikuti kebenaran daripada kepentingan duniawi mereka. |
| Ayat-ayat terkait | 113, 114, dan 115 Ali 'Imran |
Ayat 199 Surah Ali 'Imran merujuk pada sekelompok Ahli Kitab yang beriman kepada Allah, Al-Qur'an, dan kitab mereka sendiri, serta bersikap khusyuk di hadapan Allah. Orang-orang ini tidak menjual ayat-ayat Ilahi dengan harga yang murah dan jauh dari fanatisme jahiliah. Allah menyediakan pahala yang besar bagi mereka dan memperhitungkan amal mereka dengan cepat tanpa penundaan.[1] Menurut para mufasir, ayat ini menunjukkan bahwa Allah mengetahui seluruh perbuatan manusia dan tidak membutuhkan perhitungan atau waktu untuk melakukan penghisaban. Dia mampu melakukan hisab terhadap seluruh individu dalam satu sekejap tanpa mengurangi keadilan-Nya.[2]
Dalam ayat-ayat Al-Qur'an lainnya, seperti ayat 113 hingga 115 Surah Ali 'Imran, sekelompok Ahli Kitab juga diperkenalkan sebagai manusia-manusia mukmin dan saleh.[3]
| “ | وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
|
” |
Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab, ada orang yang beriman kepada Allah dan (kepada) apa yang diturunkan kepada kamu (Al-Quran) dan juga (kepada) apa yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka khusyuk kepada Allah dengan tidak menukarkan ayat-ayat Allah untuk mengambil keuntungan dunia yang sedikit. Mereka itu beroleh pahalanya di sisi Tuhan mereka. Sesungguhnya Allah Amat segera hitungan hisabNya.
Menurut para mufasir, ayat 199 Surah Ali 'Imran ini merupakan kelanjutan dari ayat-ayat yang mencela Ahli Kitab karena perbuatan-perbuatan yang tidak benar, seperti membeda-bedakan di antara para nabi Ilahi dan menyembunyikan janji Allah. Namun dalam ayat ini, Allah menjelaskan karakteristik positif beberapa Ahli Kitab dan memuji mereka.[4] Kelompok Ahli Kitab ini memiliki karakteristik seperti iman yang khusyuk kepada Allah dan kitab-kitab samawi, dan karena alasan itulah, iman kepada Al-Qur'an disebutkan sebelum iman kepada kitab-kitab samawi Ahli Kitab.[5] Mufasir seperti Abdullah Javadi Amoli meyakini bahwa iman kepada Allah mendahului segala iman lainnya dan merupakan sumber bagi kesempurnaan-kesempurnaan yang lain.[6] Kelompok ini, karena iman yang kuat kepada Allah, mampu mengatasi fanatisme jahiliah.[7] Iman mereka adalah jenis yang khusyuk dan bukan karena kesombongan atau pembangkangan.[8]
Selanjutnya, ayat ini menekankan pada poin bahwa orang-orang ini menahan diri dari mengubah dan menyimpangkan ayat-ayat Ilahi serta tidak mengubah hukum-hukum Allah demi kepentingan duniawi atau memperoleh kekuasaan. Berbeda dengan mereka yang mengganti petunjuk dengan kesesatan, kelompok Ahli Kitab ini mengikuti kebenaran dan mengamalkan perintah-perintah Ilahi serta menjauhi apa yang dilarang bagi mereka.[9]
Mengenai Ahli Kitab yang dimaksud dalam ayat 199 Ali 'Imran, terdapat empat pandangan yang dinukil:
- Najasyi penguasa Habasyah: Beberapa laporan menunjukkan bahwa Nabi saw setelah mengetahui wafatnya Najasyi melalui Jibril, melakukan salat jenazah untuknya, di mana kaum munafik mengkritik tindakan ini karena status Najasyi sebagai seorang Kristen. Masalah ini menyebabkan turunnya ayat tersebut.[10]
- Abdullah bin Salam: Beberapa tafsir seperti Tafsir Ibn Abbas[11] dan Muqatil bin Sulaiman[12] meyakini ayat ini berkaitan dengan Abdullah bin Salam dan para pengikutnya yang beriman kepada Islam.
- Sekelompok Ahli Kitab yang masuk Islam: Berdasarkan beberapa penukilan, ayat ini diturunkan mengenai sekelompok Ahli Kitab yang beriman kepada Islam. Kelompok ini mencakup empat puluh orang dari Najran, tiga puluh dua orang dari Habasyah, dan delapan orang dari Romawi.[13]
- Seluruh mukmin Ahli Kitab: Ayat ini berkaitan dengan seluruh Ahli Kitab yang masuk Islam dan tidak dikhususkan bagi individu tertentu.[14]
Catatan Kaki
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 3, hlm. 231-232.
- ↑ Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1408 H, jld. 2, hlm. 917.
- ↑ Javadi Amoli, Tafsir Tasnim, 1388 HS, jld. 16, hlm. 760-761.
- ↑ Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1408 H, jld. 2, hlm. 917.
- ↑ Javadi Amoli, Tafsir Tasnim, 1388 HS, jld. 16, hlm. 763-764.
- ↑ Javadi Amoli, Tafsir Tasnim, 1388 HS, jld. 16, hlm. 762.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 3, hlm. 232.
- ↑ Javadi Amoli, Tafsir Tasnim, 1388 HS, jld. 16, hlm. 764-765.
- ↑ Syekh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 3, hlm. 94.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Thabrani, Al-Tafsir al-Kabir, 2008 M, jld. 2, hlm. 180; Wahidi, Asbab al-Nuzul al-Qur'an, 1419 H, hlm. 143.
- ↑ Ibnu Abbas, Tanwir al-Miqbas, 1425 H, hlm. 83.
- ↑ Azdi Marwazi, Tafsir Muqatil bin Sulaiman, 1423 H, jld. 1, hlm. 323.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Tsa'labi, Al-Kasyaf wa al-Bayan, 1422 H, jld. 3, hlm. 238; Baghowi, Tafsir al-Baghowi, 1420 H, jld. 1, hlm. 559.
- ↑ Wahidi, Asbab al-Nuzul al-Qur'an, 1419 H, hlm. 144; Syekh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats, jld. 3, hlm. 93; Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1408 H, jld. 2, hlm. 917.
Daftar Pustaka
- Ibnu Abbas, Abdullah bin Abbas, Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibn Abbas, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1425 H.
- Azdi Marwazi, Muqatil bin Sulaiman, Tafsir Muqatil bin Sulaiman, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1423 H.
- Baghowi, Husain bin Mas'ud, Tafsir al-Baghowi, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1420 H.
- Tsa'labi, Ahmad bin Muhammad, Al-Kasyaf wa al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1422 H.
- Javadi Amoli, Abdullah, Tasnim: Tafsir al-Qur'an al-Karim, Qom, Isra, 1388 HS.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan, Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
- Thabrani, Sulaiman bin Ahmad, Al-Tafsir al-Kabir, Yordania, Dar al-Kitab al-Tsaqafi, 2008 M.
- Thabrisi, Fadhl bin Hasan, Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1408 H.
- Kalbasi, Zahra, dan Amir Ahmadnejad, "Tahlil wa Barresi-ye Ravayat-e Tafsiri dar-bareh-ye Abdullah bin Salam", Jurnal Amouzeh-haye Qur'ani, nomor 24, musim gugur dan dingin 1395 HS.
- Makarem Shirazi, Nashir, Tafsir Nemuneh, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1374 HS.
- Wahidi, Ali bin Ahmad, Asbab al-Nuzul al-Qur'an, riset: Kamal Baisouni Zaghloul, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Mansyurat Muhammad Ali Baidun, 1419 H.