Lompat ke isi

Konsep:Ayat 15 Surah Al-Qashash

Dari wikishia

Templat:Kotak info ayat

Ayat 15 Surah Al-Qashash mengisyaratkan pada peristiwa terbunuhnya seorang pria Qibthi oleh Musa as.[1]

Musa as dikatakan sebagai seorang pria yang kuat secara fisik.[2] Suatu hari ia memasuki kota dan Al-Qur'an menyebutkan masuknya ini dengan gambaran "عَلى‏ حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِها; pada saat penduduk kota sedang lengah".[3] Maksud dari ungkapan ini dianggap sebagai waktu-waktu tertentu dari siang atau malam[4] atau suatu kesempatan khusus[5] di mana penduduk kota telah menghentikan pekerjaan mereka.

Pembunuhan seorang Qibthi oleh Musa as

Berdasarkan ayat 15 Surah Al-Qashash, Musa as dihadapkan pada adegan perkelahian antara dua orang.[6] Al-Qur'an menyebutkan salah satunya dengan ungkapan "مِنْ شِيعَتِهِ; dari golongannya"[7] yang mana ia dianggap dari Bani Israel.[8] Sejak saat itu Musa telah menjalin hubungan dengan Bani Israel dan ungkapan pengikut Musa mengisyaratkan pada hal ini.[9] Orang yang lain disebutkan dengan ungkapan "مِنْ عَدُوِّهِ; dari musuh-musuhnya"[10] yang mana ia dianggap dari bangsa Qibthi (penduduk Mesir, pengikut Firaun dan musuh Bani Israel[11]).[12]

Orang yang merupakan pengikut Musa meminta bantuan darinya. Musa memukul orang Qibthi itu dan orang Qibthi itu pun tewas.[13] Dikatakan bahwa Musa as tidak berniat membunuh orang Qibthi itu dan ia melakukan hal ini hanya untuk membela seorang mukmin. Oleh karena itu Allah tidak mengkritik pembunuhannya dan dalam Surah Thaha disebutkan: "Engkau telah membunuh seseorang lalu [Kami] menyelamatkanmu dari kesedihan[14]".[15]

Kemudian Musa as berkata bahwa "ini adalah perbuatan setan"[16] Para mufasir menganggap khitab (seruan) ini untuk inti perselisihan antara kedua orang tersebut di mana Musa menganggapnya sebagai perbuatan setan dan khitab ini bukanlah terhadap inti perbuatan Musa.[17] Musa as pada akhirnya terpaksa keluar dari Mesir untuk menyelamatkan nyawanya.[18]

Templat:Quran jadidTemplat:SakhTemplat:Quran jadid

Kema'suman Musa as dan Pembunuhan Orang Qibthi

! Artikel terkait untuk kategori ini adalah Pembunuhan Seorang Qibthi.

Dikatakan bahwa pria Qibthi itu pantas dibunuh dan membunuhnya tidak dianggap sebagai dosa. Meskipun lebih baik jika Musa as menunda pembunuhannya; karena hal ini menyebabkan ia mengalami kesulitan dan keluar dari Mesir. Pada akhirnya perbuatan Musa as ini disebut sebagai tarku al-ula (meninggalkan yang lebih utama) dan istigfarnya juga dikatakan untuk tarku al-ula ini.[19] Sebagian mufasir Ahlusunah meyakini bahwa pembunuhan orang Qibthi adalah pembunuhan yang tidak disengaja dan pembunuhan yang tidak disengaja termasuk dosa kecil dan Musa as karena melakukan dosa kecil ini, ber-istigfar.[20]

Sebagian orang meyakini bahwa pembunuhan orang Qibthi tidak sejalan dengan kema'suman Musa as.[21] Atas hal ini mereka bersandar pada ayat-ayat Al-Qur'an.[22]

Catatan Kaki

  1. Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 10, hlm. 214.
  2. Fadhlullah, Tafsir Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 17, hlm. 275.
  3. Surah Al-Qashash, ayat 15.
  4. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 16, hlm. 41.
  5. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 9, hlm. 276.
  6. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1353 HS, jld. 16, hlm. 54.
  7. Surah Al-Qashash, ayat 15.
  8. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 9, hlm. 277.
  9. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 16, hlm. 42.
  10. Surah Al-Qashash, ayat 15.
  11. Imadzadeh, Qashash al-Anbiya, 1380 HS, hlm. 515-521.
  12. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 9, hlm. 277.
  13. Surah Al-Qashash, ayat 15.
  14. Surah Thaha, ayat 40.
  15. Qira'ati, Tafsir Nur, 1383 HS, jld. 9, hlm. 29.
  16. Surah Al-Qashash, ayat 15.
  17. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 16, hlm. 18; Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 6, hlm. 55.
  18. Rawandi, Qashash al-Anbiya, 1368 HS, hlm. 154-155.
  19. Syekh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, jld. 8, hlm. 137.
  20. Zamakhsyari, Al-Kasysyaf, 1407 H, jld. 3, hlm. 398; Alusi, Ruh al-Ma'ani, 1415 H, jld. 10, hlm. 264.
  21. Fakhrurrazi, Mafatih al-Ghaib, 1420 H, jld. 24, hlm. 585.
  22. Fadhil Miqdad, Al-Lawami' al-Ilahiyyah, 1380 HS, hlm. 259.

Daftar Pustaka

  • Alusi, Sayid Mahmud. Ruh al-Ma'ani fi Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Penelitian: Ali Abdul Bari Athiyyah. Beirut, Penerbit Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, cetakan pertama, 1415 H.
  • Fadhil Miqdad, Miqdad bin Abdullah. Al-Lawami' al-Ilahiyyah fi al-Mabahits al-Kalamiyyah. Qom, Daftar-e Tablighat-e Islami, 1380 HS.
  • Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir Min Wahy al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-Malak li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, cetakan kedua, 1419 H.
  • Fakhrurrazi, Muhammad bin Umar. Mafatih al-Ghaib. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, cetakan ketiga, 1420 H.
  • Imadzadeh, Husain. Qashash al-Anbiya. Tanpa tempat, Penerbit Islam, 1380 HS.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
  • Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Taheran, Penerbit Dar Muhibbi al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Tafsir al-Kasyif. Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1424 H.
  • Qira'ati, Muhsin. Tafsir Nur (Tafsir Nur). Taheran, Markaz-e Farhangi-e Dars-hayi az Quran, cetakan kesebelas, 1383 HS.
  • Quthbuddin Rawandi, Sa'id bin Hibatullah. Qashash al-Anbiya alaihimussalam. Peneliti dan pengoreksi: Gholam Ridha Irfaniyan Yazdi. Masyhad, Markaz-e Pazhuhesy-hay-e Islami, Masyhad, cetakan pertama, 1409 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Dengan pengantar: Syekh Agha Buzurg Tehrani, penelitian Ahmad Qashir Amili. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, t.t.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftar Entisyarat Eslami, cetakan kelima, 1417 H.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Islam, 1378 HS
  • Zamakhsyari, Mahmud. Al-Kasysyaf 'an Haqaiq Ghawamidh al-Tanzil. Beirut, Penerbit Dar al-Kitab al-'Arabi, cetakan ketiga, 1407 H.