Konsep:Ayat 13 Surah Al-Mumtahanah
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Surah | Surah Al-Mumtahanah |
| Ayat | 13 |
| Juz | 28 |
| Informasi Konten | |
| Sebab Turun | Hubungan beberapa orang fakir Muslim dengan orang-orang Yahudi |
| Tempat Turun | Madinah |
| Tentang | Larangan berteman dengan orang-orang yang dimurkai Tuhan |
| Ayat-ayat terkait | Ayat 1 Surah Al-Mumtahanah |
Ayat 13 Surah Al-Mumtahanah memperingatkan orang-orang mukmin untuk menjauhi orang-orang yang dimurkai oleh Tuhan (musuh-musuh Tuhan).[1] Alasan perintah ini juga dikarenakan mereka tidak beriman kepada Kiamat dan kehidupan setelah kematian.[2] Ayat ini yang termasuk ayat-ayat Madani,[3] dianggap sebagai kesimpulan dari ayat-ayat sebelumnya[4] dan terhubung dengan ayat pertama surah ini yang di dalamnya disebutkan: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menjadikan musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman."[5]
Sebab turunnya ayat ini dianggap berkaitan dengan sekelompok Muslim fakir yang membawa berita-berita masyarakat Islam kepada orang-orang Yahudi dan sebagai imbalannya, mereka menerima buah-buahan dari pohon-pohon mereka.[6] Ayat ini turun dan melarang mereka dari berhubungan dan berteman dengan orang-orang Yahudi.[7]
Maksud dari keputusasaan dari Akhirat, dianggap sebagai keputusasaan dari pahala akhirat,[8] sebagian juga menganggap maksud darinya adalah keputusasaan dari kekuasaan, hikmah, dan keadilan Tuhan;[9] karena orang yang tidak menerima akhirat, telah mencapai jalan buntu dan tidak memiliki alasan untuk tetap berada di dunia.[10]
Para penafsir telah menegaskan bahwa orang-orang yang dimurkai Tuhan adalah kaum Yahudi.[11] Namun sebagian penafsir menganggapnya mencakup orang-orang munafik, orang-orang kafir, dan orang-orang musyrik,[12] atau bahkan orang-orang yang membangkang terhadap para nabi.[13] Abdul Husain Thayyib meyakini bahwa yang dimaksud adalah orang-orang yang telah merampas kekhilafahan Nabi (saw).[14] Muhammad Taqi Mudarrisi, dari marja taklid, juga berpandangan bahwa setiap orang yang amal perbuatannya menyebabkan murka Tuhan, bahkan dari dalam masyarakat Islam, mungkin termasuk dalam kemurkaan ini.[15]
Mengenai "orang-orang kafir" dan keputusasaan mereka, sebagian penafsir membatasinya pada musyrikin Makkah,[16] sedangkan Penulis Majma' Al-Bayan menafsirkan keputusasaan orang-orang kafir sebagai keputusasaan dari hidupnya kembali orang-orang mati di akhirat.[17] Sebagian lainnya juga menganggapnya sebagai keputusasaan orang-orang kafir dari menerima berita apa pun tentang orang-orang mati.[18]
Catatan Kaki
- ↑ Mughniyah, At-Tafsir Al-Kasyif, 1424 H, jld. 7, hlm. 310.
- ↑ Mughniyah, At-Tafsir Al-Kasyif, 1424 H, jld. 7, hlm. 310.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 19, hlm. 225.
- ↑ Khamenei, Bayan Qur'an (Tafsir Surah Mumtahanah), 1399 HS, hlm. 83.
- ↑ Qumi, Tafsir Al-Qumi, 1404 H, jld. 2, hlm. 364; Thabarsi, Majma' Al-Bayan, 1372 HS, jld. 9, hlm. 415.
- ↑ Thabarsi, Majma' Al-Bayan, 1372 HS, jld. 9, hlm. 415.
- ↑ Wahidi, Asbab Nuzul Al-Qur'an, 1411 H, hlm. 445.
- ↑ Thabarsi, Majma' Al-Bayan, 1372 HS, jld. 9, hlm. 415; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 19, hlm. 243.
- ↑ Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jld. 9, hlm. 596.
- ↑ Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jld. 9, hlm. 596.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 19, hlm. 243; Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 24, hlm. 51; Fadhlullah, Min Wahy Al-Qur'an, 1419 H, jld. 22, hlm. 172.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 24, hlm. 51; Mudarrisi, Min Huda Al-Qur'an, 1419 H, jld. 15, hlm. 329.
- ↑ Fadhlullah, Min Wahy Al-Qur'an, 1419 H, jld. 22, hlm. 172.
- ↑ Thayyib, Athyab Al-Bayan, 1378 HS, jld. 12, hlm. 506.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda Al-Qur'an, 1419 H, jld. 15, hlm. 329.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 19, hlm. 243.
- ↑ Thabarsi, Majma' Al-Bayan, 1372 HS, jld. 9, hlm. 413.
- ↑ Thabarsi, Majma' Al-Bayan, 1372 HS, jld. 9, hlm. 415.
Daftar Pustaka
- Fadhlullah, Muhammad Husain. Tafsir Min Wahy Al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar Al-Malak, cetakan pertama, 1419 H.
- Khamenei, Sayyid Ali. Bayan Qur'an (Tafsir Surah Mumtahanah). Tehran, Penerbit Inqilab Islami, 1399 HS.
- Makarem Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Tehran, Penerbit Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, cetakan pertama, 1374 HS.
- Mudarrisi, Sayyid Muhammad Taqi. Min Huda Al-Qur'an. Tehran, Penerbit Dar Muhibbi Al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. At-Tafsir Al-Kasyif. Tehran, Penerbit Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, cetakan pertama, 1424 H.
- Qara'ati, Muhsin. Tafsir Nur. Tehran, Penerbit Markaz Farhangi Darsha-yi Az Qur'an, cetakan pertama, 1388 HS.
- Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir Al-Qumi. Penelitian dan koreksi: Sayyid Thayyib Musawi Jaza'iri. Qom, Penerbit Dar Al-Kitab, cetakan ketiga, 1404 H.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an. Dengan pengantar: Muhammad Jawad Balaghi. Tehran, Naser Khosrow, cetakan ketiga, 1372 HS.
- Thabathaba'i, Sayyid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir Al-Qur'an. Qom, Penerbit Kantor Publikasi Islam, cetakan kelima, 1417 H.
- Thayyib, Sayyid Abdul Husain. Athyab Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an. Tehran, Penerbit Islam, cetakan kedua, 1378 HS.
- Wahidi, Ali bin Ahmad. Asbab Nuzul Al-Qur'an. Peneliti: Kamal Basyuni Zaghlul. Beirut, Penerbit Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, cetakan pertama, 1411 H.