Konsep:Ayat 11 Surah al-Qalam
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Nama | Ayat 11 Surah al-Qalam |
| Surah | al-Qalam |
| Ayat | 11 |
| Juz | 29 |
| Informasi Konten | |
| Sebab Turun | Menurut sebuah pendapat diturunkan berkaitan dengan Walid bin Mughirah. |
| Tempat Turun | Mekah |
| Tentang | Pencelaan dan adu domba |
Ayat 11 Surah al-Qalam memperkenalkan pencelaan[1] dan adu domba[2] sebagai bagian dari sifat-sifat musuh agama.[3] Allamah Tabataba'i menggolongkan kedua sifat ini sebagai sifat-sifat moral yang buruk (radzilah).[4] Kata namim (adu domba) hanya digunakan satu kali dalam Al-Qur'an, yaitu pada ayat 11 surah al-Qalam.[5]
Dua ungkapan pencelaan dan adu domba dalam ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya, dan diartikan sedemikian rupa bahwa Nabi Muhammad saw hendaknya tidak mengindahkan sumpah orang-orang yang suka mencela dan mengadu domba.[6] Sebagian orang menganggap ayat-ayat ini diturunkan mengenai Walid bin Mughirah.[7]
"Hammaz" bermakna pencela yang suka mengejek orang lain[8] dan dengan perkataan serta perbuatannya menyebabkan keresahan bagi mereka.[9] "Masysya'in binamim" adalah individu yang berjalan di antara orang-orang untuk melakukan adu domba[10] guna menciptakan permusuhan dan ketidaksenangan.[11] Orang-orang ini menukil perkataan orang lain untuk tujuan menjelek-jelekkan.[12] Mereka melenyapkan persahabatan dan kasih sayang di antara masyarakat serta menghidupkan Fitnah.[13] Perbuatan ini dianggap sebagai bagian dari dosa-dosa besar dan yang paling berbahaya di antaranya; karena menyebabkan hilangnya persatuan masyarakat dan kesucian di dalamnya.[14] Orang-orang ini disebut juga sebagai provokator atau pemecah belah.[15]
| “ | هَمَّازٍ مَّشَّآءٍ بِنَمِيمٍ
|
” |
Yang suka mencaci, lagi yang suka menyebarkan fitnah adu domba;
Nabi Muhammad saw menganggap individu yang berjalan di tengah masyarakat untuk melakukan adu domba, bersama dengan orang-orang yang memisahkan di antara para sahabat dan orang-orang yang mencari-cari kesalahan manusia-manusia baik, sebagai seburuk-buruknya manusia.[16] Selain itu, Imam Shadiq as menganggap orang yang berjalan di tengah masyarakat untuk adu domba, peminum khamar, dan penumpah darah sebagai orang-orang yang tidak akan masuk Surga.[17]
Catatan Kaki
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 24, hlm. 385.
- ↑ Hosseini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 579.
- ↑ Tabataba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 19, hlm. 372.
- ↑ Tabataba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 19, hlm. 372.
- ↑ Qurasyi, Qamus Qur'an, 1371 HS, jld. 7, hlm. 114.
- ↑ Thayyib, Athiyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 13, hlm. 131.
- ↑ Kasyani, Tafsir Manhaj al-Shadiqin, 1336 HS, jld. 9, hlm. 375.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir al-Shafi, 1415 H, jld. 5, hlm. 209.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 16, hlm. 210.
- ↑ Fakhr Razi, Mafatih al-Ghaib, 1420 H, jld. 30, hlm. 604.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 24, hlm. 385.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir al-Shafi, 1415 H, jld. 5, hlm. 209.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 16, hlm. 211.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 16, hlm. 211.
- ↑ Thayyib, Athiyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 13, hlm. 131.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1429 H, jld. 4, hlm. 108.
- ↑ Syekh Shaduq, Al-Khishal, 1362 HS, jld. 1, hlm. 180.
Daftar Pustaka
- Hosseini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut: Dar al-Ulum. Cetakan kedua, 1423 H.
- Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Al-Khishal. Koreksi: Ali Akbar Ghaffari. Qom: Daftar Entesharat-e Eslami. Cetakan pertama, 1362 HS.
- Tabataba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom: Daftar Entesharat-e Eslami. Cetakan kelima, 1417 H.
- Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athiyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Tehran: Penerbit Islam. Cetakan kedua, 1378 HS.
- Fakhr Razi, Muhammad bin Umar. Mafatih al-Ghaib. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi. Cetakan ketiga, 1420 H.
- Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir al-Shafi. Riset: Hossein A'lami. Tehran: Entesharat al-Sadr. Cetakan kedua, 1415 H.
- Qurasyi, Sayid Ali Akbar. Qamus Qur'an. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 HS.
- Kasyani, Mulla Fathullah. Tafsir Manhaj al-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin. Tehran: Toko Buku Mohammad Hasan Ilmi, 1336 HS.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Qom: Dar al-Hadits. Cetakan pertama, 1429 H.
- Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Tehran: Dar Muhibbi al-Husain. Cetakan pertama, 1419 H.
- Makarem Shirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyah. Cetakan pertama, 1374 HS.