Lompat ke isi

Konsep:Al-Imamah wa al-Siyasah

Dari wikishia
Al-Imamah wa al-Siyasah



PenulisDinisbatkan kepada Ibnu Qutaibah Dinawari
BahasaArab
CetakanPertama


Al-Imāmah wa al-Siyāsah (bahasa Arab: الإمامَةُ و السّیاسَة) adalah sebuah buku sejarah yang dinisbatkan kepada Ibnu Qutaibah Dinawari yang meriwayatkan peristiwa-peristiwa pada abad pertama hingga ketiga Hijriah, di mana pada beberapa bagian menggunakan pendekatan yang dekat dengan pendekatan Syiah.

Sebagian peneliti menganggap riwayat-riwayat dalam buku Al-Imamah wa al-Siyasah mengenai posisi sejarah yang diperdebatkan antara Syiah dan Ahlusunah, seperti peristiwa Saqifah dan perselisihan setelahnya, cenderung pada pendekatan Syiah. Sebagian penulis Ahlusunah berpendapat bahwa penulis buku ini beraliran Syiah karena penyebutan peristiwa penyerangan ke rumah Sayyidah Fatimah (sa); sebuah hal yang ditolak oleh para peneliti.

Terdapat pandangan yang berbeda mengenai validitas buku Al-Imamah wa al-Siyasah; sebagian menganggapnya sebagai teks sejarah berharga dari abad ke-3 H yang keraguan terhadap identitas penulisnya tidak mengurangi kredibilitasnya, sementara sebagian lain menganggapnya memuat materi yang tidak benar dan merupakan hasil karya penulis yang tidak dikenal (majhul) dan lemah.

Buku Al-Imamah wa al-Siyasah juga dikenal dengan judul Tarikh al-Khulafa (Sejarah Para Khalifah). Penulis menelusuri sejarah para khalifah mulai dari masa kekuasaan Abu Bakar hingga konflik antara Al-Amin dan Al-Ma'mun Abbasi memperebutkan kekhalifahan.

Para peneliti mengemukakan berbagai teori mengenai penulis buku ini; sejumlah pihak menolak penisbatan buku Al-Imamah wa al-Siyasah kepada Ibnu Qutaibah dengan menyebutkan alasan-alasan seperti ketidaksesuaian prosa buku dan metode historiografinya dengan karya-karya Ibnu Qutaibah lainnya. Sebagian lain, seperti Sayid Muhammad Mahdi Kharsan, membantah dalil-dalil yang diajukan untuk membuktikan ketidakaslian penisbatan buku ini kepada Ibnu Qutaibah.

Kedudukan dan Validitas

Buku Al-Imamah wa al-Siyasah, yang dinisbatkan kepada Ibnu Qutaibah Dinawari (213-276 H), adalah buku sejarah dari abad ke-3 atau ke-4 H yang memicu perbedaan pendapat mengenai validitasnya. Sebagian menganggapnya sebagai teks sejarah berharga dari abad ke-3 H yang keraguan akan identitas penulisnya tidak mengurangi validitasnya.[1]

Sebagian lain, termasuk Muhammad Qazvini, seorang bibliografer dan penyunting teks, menganggap buku ini memuat banyak kesalahan sejarah dan materi takhayul yang menunjukkan kelemahan ilmiah penulisnya.[2]

Ketidakpastian penisbatan buku ini kepada Ibnu Qutaibah, di samping tidak dicantumkannya sanad (rantai periwayatan) sejarah, dianggap sebagai sisi lain dari ketidakandalannya.[3] Menurut sebagian peneliti, jika buku ini tidak dinisbatkan kepada Ibnu Qutaibah, niscaya tidak akan mendapatkan ketenaran karena kelemahan isinya.[4]

Pandangan Terhadap Syiah dalam Buku

Riwayat-riwayat dalam Al-Imamah wa al-Siyasah mengenai peristiwa sejarah yang menjadi perselisihan antara Syiah dan Ahlusunah, seperti Saqifah dan perselisihan setelahnya, dianggap tidak sesuai dengan kecenderungan mazhab Ibnu Qutaibah dan mendekati pendekatan Syiah.[5]

Sebagian penulis Ahlusunah[6] mengkritik penulis buku ini karena menukil berita-berita yang menyebabkan celaan terhadap Sahabat, khususnya dalam penukilan peristiwa yang berkaitan dengan Saqifah dan baiat Imam Ali (as) kepada Abu Bakar.[7] Sebagian juga berpendapat bahwa penulisnya beraliran Syiah karena menyebutkan peristiwa penyerangan ke rumah Sayyidah Fatimah (sa);[8] sebuah hal yang ditolak oleh para peneliti.[9]

Isyarat mengenai bentrokan verbal antara Imam Ali (as) dan Umar bin Khattab dalam proses pemaksaan Imam Ali (as) untuk berbaiat kepada khalifah pertama[10] serta perginya Imam Ali (as) bersama Sayyidah Fatimah (sa) ke rumah kaum Anshar untuk meminta bantuan guna mengambil kembali hak Kekhalifahan[11] dianggap sebagai riwayat-riwayat yang jarang ditemukan dalam sumber-sumber yang sezaman dengan buku ini.[12]

Sumber dan Isi

Buku Al-Imamah wa al-Siyasah juga disebut dengan judul Tarikh al-Khulafa.[13] Dari segi sumber, buku ini dianggap memuat kumpulan karya sejarawan abad pertama Hijriah yang tidak teratur.[14] Dikatakan bahwa dalam buku ini jejak karya-karya yang hilang dari sejarawan besar abad-abad pertama Hijriah dapat ditemukan kembali.[15]

Al-Imamah wa al-Siyasah dianggap memuat riwayat-riwayat sejarah yang unik[16] yang dikonfirmasi oleh sumber-sumber lain; namun teks persis riwayat tersebut tidak terdapat dalam sumber lain.[17] Oleh karena itu, buku ini dianggap sebagai salah satu sumber primer sejarah para khalifah hingga era awal Abbasiyah.[18]

Penulis menelusuri sejarah para khalifah mulai dari masa naiknya Khalifah Pertama hingga konflik antara Al-Amin dan Al-Ma'mun Abbasi memperebutkan Kekhalifahan.[19] Berita-berita mengenai masa Khalifah Pertama dan Kedua diriwayatkan dengan sangat ringkas.[20] Setelah itu, penulis membahas secara rinci berita-berita mengenai masa Kekhalifahan Imam Ali (as), sedemikian rupa hingga mencakup seperempat dari isi buku.[21] Dari berita-berita penaklukan Islam, penulis membahas penaklukan Afrika Utara dan Andalus, serta dengan penyebutan singkat mengenai Marwaniyah, ia beralih ke kemunculan Abbasiyah dan menyebutkan berita khalifah-khalifah awal dinasti ini.[22]

Tentang Identitas Penulis

Abu Muhammad Abdullah bin Muslim Dinawari adalah seorang berdarah Iran dan bermazhab Sunni. Ia telah menulis banyak karya di berbagai bidang ilmu agama dan sastra.[23]

Mengenai penisbatan Al-Imamah wa al-Siyasah kepada Dinawari, berbagai teori telah diajukan oleh para peneliti.[24] Dikatakan bahwa masalah penisbatan buku ini kepada Ibnu Qutaibah Dinawari telah dikemukakan setidaknya sejak abad ke-6 Hijriah.[25] Pada abad ke-6, Qadhi Abu Bakar bin al-Arabi (468-543 H) menisbatkan Al-Imamah wa al-Siyasah kepada Ibnu Qutaibah.[26] Di kalangan peneliti kontemporer, disebutkan bahwa orang pertama yang meragukan penisbatan buku ini kepada Ibnu Qutaibah adalah Pascual de Gayangos, seorang orientalis Spanyol abad ke-19 Masehi.[27]

Terjemahan bahasa Persia buku Al-Imamah wa al-Siyasah

Sejumlah peneliti menolak penisbatan buku Al-Imamah wa al-Siyasah kepada Ibnu Qutaibah dengan menyebutkan alasan-alasan berikut:[28]

  • Prosa buku berbeda dengan karya-karya Ibnu Qutaibah lainnya;[29] ini dianggap sebagai alasan terpenting ketidakaslian penisbatan buku ini kepadanya.[30]
  • Sebelum abad ke-6 dan ke-7, para penulis yang menyebutkan Ibnu Qutaibah tidak mencantumkan buku ini dalam daftar karya-karyanya.[31]
  • Metode historiografi penulis buku ini berbeda dengan metode Ibnu Qutaibah dalam karya-karya sejarahnya, termasuk Al-Ma'arif.[32]
  • Kecenderungan keagamaan penulis, yang terlihat di beberapa bagian buku, berbeda dengan kecenderungan keagamaan Ibnu Qutaibah.[33]

Beberapa alasan penolakan penisbatan buku ini kepada Ibnu Qutaibah telah mendapat sanggahan.[34] Sayid Muhammad Mahdi Kharsan, seorang penahkik dan penulis biografi, dalam sebuah artikel berusaha mematahkan semua alasan yang diajukan untuk menolak penisbatan buku ini kepada Ibnu Qutaibah.[35] Mengenai perbedaan prosa dan metode historiografi Ibnu Qutaibah dalam Al-Imamah wa al-Siyasah, ia mengatakan: Mereka yang membuat klaim tersebut tidak menyajikan bukti dengan membandingkan karya-karya tersebut; maka klaim mereka tidak berdasar.[36] Kharsan menolak klaim kedua dengan menyebutkan enam penulis terdahulu dan sepuluh peneliti belakangan yang menganggap Al-Imamah wa al-Siyasah sebagai karya Ibnu Qutaibah.[37]

Manuskrip dan Penerbitan

Terdapat beberapa manuskrip dari buku Al-Imamah wa al-Siyasah.[38] Rasul Jafariyan, pada tahun 1388 HS, menerbitkan cetakan faksimili dari manuskrip kuno (abad ke-8 H) buku ini yang tersimpan di Perpustakaan Parlemen Iran, disertai dengan artikel-artikel mengenai penisbatan atau ketidakaslian penisbatan buku kepada Ibnu Qutaibah.[39]

Teks Al-Imamah wa al-Siyasah telah dicetak berulang kali dengan penisbatan kepada Ibnu Qutaibah dengan koreksi non-kritis di Mesir, Irak, dan Lebanon.[40] Terjemahan bahasa Persia buku ini dengan judul Imamat va Siyasat (Tarikh-e Khulafa Bar Asas-e Didgah va Manabe-ye Ahl-e Tasannun) diterbitkan pada tahun 1380 HS oleh Penerbit Qaqnus dengan terjemahan Naser Tabatabai.[41]

Catatan Kaki

  1. Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 201; Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 155.
  2. Qazvini, Yaddasht-haye Qazvini, 1363 HS, jld. 1, hlm. 109-110; Musthafa, Al-Tarikh al-Arabi wa al-Muarrikhun, 1983 M, jld. 1, hlm. 242; Salari Syadi, "Syakhsiyat va Atsar-e Ebn-e Qutaibah Dinawari", hlm. 68-69.
  3. Baidhun, Al-Hijaz wa al-Daulah al-Islamiyah, 1983 M, hlm. 19.
  4. Salari Syadi, "Syakhsiyat va Atsar-e Ebn-e Qutaibah Dinawari", hlm. 69.
  5. Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 201; Muhammad Nur, "Ibn Qutaibah wa Kitab al-Imamah wa al-Siyasah al-Nazhariyat wa al-Isykaliyat", hlm. 246.
  6. Ibnu al-Arabi, Al-'Awashim min al-Qawashim, 1997 M, hlm. 353.
  7. Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 156.
  8. Mula'i-nia dan Asadi, "Barresi-ye Edda'a-ye Tasyayyu-e Ebn-e Qutaibah Dinawari", hlm. 128.
  9. Mula'i-nia dan Asadi, "Barresi-ye Edda'a-ye Tasyayyu-e Ebn-e Qutaibah Dinawari", hlm. 128-129.
  10. Ibnu Qutaibah, Al-Imamah wa al-Siyasah, 1410 H, hlm. 29.
  11. Ibnu Qutaibah, Al-Imamah wa al-Siyasah, 1410 H, hlm. 29.
  12. 'Alamati, "Ibn Qutaibah", hlm. 111.
  13. Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 201.
  14. Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 156.
  15. Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 156.
  16. Baidhun, Al-Hijaz wa al-Daulah al-Islamiyah, 1983 M, hlm. 19; Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 201.
  17. Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 201.
  18. Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 201.
  19. Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 155; Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 201.
  20. Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 155.
  21. Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 155.
  22. Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 155.
  23. Lecomte, "Ibn Qutaibah Dinawari", hlm. 166; Azarnoush, "Ibn Qutaibah", hlm. 447-460.
  24. Muhammad Nur, "Ibn Qutaibah wa Kitab al-Imamah wa al-Siyasah al-Nazhariyat wa al-Isykaliyat", hlm. 248.
  25. Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 156.
  26. Ibnu al-Arabi, Al-'Awashim min al-Qawashim, 1997 M, hlm. 353.
  27. Musthafa, Al-Tarikh al-Arabi wa al-Muarrikhun, 1983 M, jld. 1, hlm. 241; Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 156.
  28. Qazvini, Yaddasht-haye Qazvini, 1363 HS, jld. 1, hlm. 110; Ibnu Qutaibah Dinawari, Al-Ma'arif, 1992 M, Mukadimah Penahkik, hlm. 56; Musthafa, Al-Tarikh al-Arabi wa al-Muarrikhun, 1983 M, jld. 1, hlm. 241-242; Azarnoush, "Ibn Qutaibah", hlm. 459; Zakavati Qaragozlu, "Siri dar Uyun al-Akhbar Ibn Qutaibah Dinawari", hlm. 77.
  29. Qazvini, Yaddasht-haye Qazvini, 1363 HS, jld. 1, hlm. 109; Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 200.
  30. Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 200.
  31. Qazvini, Yaddasht-haye Qazvini, 1363 HS, jld. 1, hlm. 109; Ibnu Qutaibah Dinawari, Al-Ma'arif, 1992 M, Mukadimah Penahkik, hlm. 56; Ibnu Qutaibah, Uyun al-Akhbar, 1996 M, Mukadimah Penahkik, jld. 4, hlm. 36.
  32. Qazvini, Yaddasht-haye Qazvini, 1363 HS, jld. 1, hlm. 110; Musthafa, Al-Tarikh al-Arabi wa al-Muarrikhun, 1983 M, jld. 1, hlm. 242; Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 200.
  33. Musthafa, Al-Tarikh al-Arabi wa al-Muarrikhun, 1983 M, jld. 1, hlm. 241; Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 200.
  34. Salari Syadi, "Syakhsiyat va Atsar-e Ebn-e Qutaibah Dinawari", hlm. 66.
  35. Kharsan, "Haula al-Nisbah Kitab al-Imamah wa al-Siyasah ila Ibn Qutaibah", hlm. 59-70.
  36. Kharsan, "Haula al-Nisbah Kitab al-Imamah wa al-Siyasah ila Ibn Qutaibah", hlm. 67.
  37. Kharsan, "Haula al-Nisbah Kitab al-Imamah wa al-Siyasah ila Ibn Qutaibah", hlm. 59-70.
  38. Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 156.
  39. Jafariyan, Manabe-ye Tarikh-e Eslam, 1392 HS, hlm. 201.
  40. Bahramian, "Al-Imamah wa al-Siyasah", hlm. 156.
  41. Ibnu Qutaibah, Imamat va Siyasat, 1380 HS, hlm. 4.

Daftar Pustaka

  • 'Alamati, Shadiq. "Ibn Qutaibah", dalam Ketab-e Mah-e Tarikh va Joghrafiya, No. 150, Aban 1389 HS.
  • Azarnoush, Azartash. "Ibn Qutaibah", dalam Daneshname-ye Jahan-e Eslam, Jld. 4, Teheran, Bonyad-e Da'irat al-Ma'arif-e Eslami, 1370 HS.
  • Bahramian, Ali. "Al-Imamah wa al-Siyasah", dalam Da'irat al-Ma'arif-e Bozorg-e Eslami, Jld. 10, Teheran, Markaz-e Da'irat al-Ma'arif-e Bozorg-e Eslami, 1380 HS.
  • Baidhun, Ibrahim. Al-Hijaz wa al-Daulah al-Islamiyah (Dirasah fi Isykaliyah al-'Alaqah ma'a al-Sulthah al-Markaziyah fi al-Qarn al-Awwal al-Hijri). Beirut, Al-Muassasah al-Jami'iyah lil-Dirasat wa al-Nasyr wa al-Tauzi', 1983 M.
  • Ibnu al-Arabi, Abu Bakar Muhammad bin Abdullah. Al-Nashsh al-Kamil li-Kitab al-'Awashim min al-Qawashim. Kairo, Maktabah Dar al-Turats, 1997 M.
  • Ibnu Qutaibah Dinawari, Abdullah bin Muslim. Al-Imamah wa al-Siyasah. Tahkik: Ali Syiri. Beirut, Dar al-Adwa, 1410 H.
  • Ibnu Qutaibah Dinawari, Abdullah bin Muslim. Al-Ma'arif. Tahkik: Tsarwat Ukasyah. Kairo, Al-Haiah al-Mishriyah al-Ammah lil-Kitab, 1992 M.
  • Ibnu Qutaibah Dinawari, Abdullah bin Muslim. Imamat va Siyasat (Tarikh-e Khulafa Bar Asas-e Didgah va Manabe-ye Ahl-e Tasannun). Terjemahan: Sayid Naser Tabatabai. Teheran, Entesyarat-e Qaqnus, 1380 HS.
  • Ibnu Qutaibah Dinawari, Abdullah bin Muslim. Uyun al-Akhbar. Tahkik: Ahmad Zaki al-'Adwi. Kairo, Dar al-Kutub wa al-Watsaiq al-Qaumiyah, 1996 M.
  • Jafariyan, Rasul. Manabe-ye Tarikh-e Eslam. Teheran, Nasyr-e Elm, 1392 HS.
  • Kharsan, Sayid Muhammad Mahdi. "Haula al-Nisbah Kitab al-Imamah wa al-Siyasah ila Ibn Qutaibah", dalam Ketab-e Syi'ah, No. 5, Musim Semi dan Panas 1391 HS.
  • Lecomte, G. "Ibn Qutaibah Dinawari" (Terjemahan entri Ensiklopedia Islam). Terjemahan: Ali Akbar Abbasi dan Muhammad Hasan Ilahizadeh, dalam Fashlname-ye Tarikh-e Eslam, No. 25, 1385 HS.
  • Muhammad Nur, A. "Ibn Qutaibah wa Kitab al-Imamah wa al-Siyasah al-Nazhariyat wa al-Isykaliyat". Terjemahan: Muhammad Abdurrazzaq, dalam Al-Minhaj, No. 48, Musim Panas 1429 H.
  • Mula'i-nia, Izzatullah dan Niyaz Ali Asadi. "Barresi-ye Edda'a-ye Tasyayyu-e Ebn-e Qutaibah Dinawari", dalam Tarikh dar Ayine-ye Pajuhesy, No. 32, Musim Semi dan Panas 1391 HS.
  • Musthafa, Syakir. Al-Tarikh al-Arabi wa al-Muarrikhun. Beirut, Dar al-Ilm lil-Malayin, 1983 M.
  • Qazvini, Muhammad. Yaddasht-haye Qazvini. Disunting oleh Iraj Afshar. Teheran, Entesyarat-e Elmi, 1363 HS.
  • Salari Syadi, Ali. "Syakhsiyat va Atsar-e Ebn-e Qutaibah Dinawari", dalam Fashlname-ye Tarikh-e Eslam, No. 15, Mehr 1382 HS.
  • Zakavati Qaragozlu, Alireza. "Siri dar Uyun al-Akhbar Ibn Qutaibah Dinawari", dalam Fashlname-ye Ma'arif, No. 33, Azar-Esfand 1373 HS.

Templat:Buku-buku Ahlusunah