Lompat ke isi

Konsep:Ahmad Rasim al-Nafis

Dari wikishia
Ahmad Rasim al-Nafis
Dokter Mustabshir asal Mesir
Lahir1952 M
Tempat tinggalMesir
Karya pentingNafahat min al-Sirah • Al-Thariq ila Mazhab Ahlilbait • 'Ala Khutha al-Husain
AktivitasKetua Partai Pembebasan Syiah (Hizb al-Tahrir al-Syi'i) • Dokter • Penulis


Ahmad Rasim al-Nafis (bahasa Arab:احمد راسم النفیس), adalah salah satu tokoh Mustabshir di dunia Arab dan ketua Partai Pembebasan Syiah di Mesir. Ia lahir di Mesir pada tahun 1952 M dan pada tahun 1986 M, setelah melalui aktivitas ilmiah, budaya, dan politik yang luas, serta terpengaruh oleh Imam Khomeini dan Revolusi Islam Iran, ia memeluk mazhab Syiah.

Al-Nafis adalah penulis majalah "Al-Nida" dan telah menghasilkan lebih dari 30 karya di bidang agama dan sosial. Di antara karya-karyanya yang menonjol adalah "Nafahat min al-Sirah", "Al-Thariq ila Mazhab Ahlilbait", dan "'Ala Khutha al-Husain".

Kedudukan dan Kepribadian Politik, Ilmiah, dan Budaya

Ahmad Rasim al-Nafis adalah salah satu tokoh terkenal dan Mustabshir di dunia Arab yang setelah melewati tahapan ilmiah, budaya, dan politik, memeluk mazhab Syiah.[1] Setelah mengumumkan ke-Syiah-annya, Al-Nafis menghadapi penentangan dan tuduhan pemikiran, serta upaya untuk memecatnya dari universitas. Meskipun menghadapi tekanan, ia tetap menjadi ketua Partai Pembebasan Syiah di Mesir dan aktif menulis untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang mazhab Syiah dan keraguan agama.[2]

Al-Nafis adalah spesialis penyakit dalam dan profesor di Universitas Mansoura. Sebagai penulis yang aktif di bidang agama dan budaya, ia menerbitkan majalah "Al-Nida". Di antara karyanya adalah buku "Nafahât min al-Sîrah" yang menyajikan ringkasan sirah Nabi Muhammad saw dan para Imam as dengan pendekatan pendidikan dan makrifat.[3]

Biografi

Ahmad Rasim al-Nafis lahir pada tahun 1952 M (1372 H) di kota Mansoura, Mesir. Ayahnya adalah seorang guru dan kakeknya adalah ulama Al-Azhar yang mengajarkan ilmu agama, fikih, dan sastra di desa. Minatnya membaca dimulai sejak masa kanak-kanak; ia mengenal karya-karya penulis seperti Taha Hussein dan Abbas Mahmoud al-Aqqad, dan suasana rumahnya selalu diwarnai dengan diskusi sastra dan puisi.[4]

Buku "Abna' al-Rasul fi Karbala" (Anak-anak Nabi di Karbala) karya Khalid Muhammad Khalid disebutkan sebagai karya yang memberikan dampak emosional mendalam padanya dan mengubah arah pemikirannya.[5]

Pada tahun 1968 M (1388 H), Al-Nafis juga memiliki pengalaman dengan gerakan reformis agama; ketika sebuah masjid yang dikelola oleh "Al-Jam'iyyah Al-Syar'iyyah" beraktivitas dengan slogan membersihkan Islam dari bid'ah dan menganggap beberapa amalan seperti selawat kepada Nabi dan Ahlulbait setelah Azan atau menziarahi kuburan orang saleh sebagai Syirik. Al-Nafis sempat tertarik pada gerakan ini, namun setelah beberapa waktu, aktivitas pemikirannya berakhir.[6]

Pendidikan dan Aktivitas Mahasiswa

Pada tahun 1970 M, Ahmad Rasim al-Nafis masuk Fakultas Kedokteran Universitas Mansoura dan segera aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.[7] Saudaranya yang aktif dalam kegiatan seni dan serikat mahasiswa, mendorongnya untuk aktif dalam kegiatan budaya. Aktivitas ini memperkenalkannya pada suasana intelektual dan politik Mesir pada dekade 70-an; di mana aliran kiri dan komunis aktif, sementara aliran agama bergerak secara terbatas.[8]

Ia menjabat sebagai ketua serikat mahasiswa selama dua tahun berturut-turut dan dalam pemilihan tahun 1975 M, ia memimpin aliran Islam melawan aliran kiri dan meraih kemenangan.[9]

Transformasi Pemikiran dan Kecenderungan ke Syiah

Transformasi pemikiran Al-Nafis terbentuk di bawah pengaruh Revolusi Islam Iran dan perlawanan rakyat Iran.[10] Pada tahun 1395 H, dengan terjadinya Revolusi Islam Iran, Al-Nafis yang terpengaruh oleh kepribadian Imam Khomeini, merasa sedih karena sebagian orang di Mesir menganggap rakyat Iran memiliki akidah yang menyimpang atau menganggap revolusi Iran sebagai konspirasi Amerika. Ia berusaha mencetak pamflet untuk mendukung Revolusi Islam Iran, namun menghadapi tentangan dari beberapa rekan budayanya dan karena ketiadaan sumber yang dapat dipercaya, ia membatalkan niat tersebut.[11]

Perkenalannya dengan buku-buku seperti "Limadza Ikhtartu Mazhab Ahlilbait?" dan "Al-Imam Ja'far al-Shadiq" menjadi titik awal perenungan seriusnya tentang mazhab Ahlulbait as dan mendorongnya untuk mempelajari sumber-sumber Ahlusunah dan membandingkannya dengan ajaran Syiah.[12] Al-Nafis memeluk mazhab Syiah pada tahun 1986 M.[13]

Karya dan Tulisan

Ahmad Rasim al-Nafis telah menulis lebih dari 30 judul buku dan artikel di berbagai bidang keislaman.[14] Beberapa karya menonjolnya antara lain:

  • Al-Tharîq ilâ Madzhab Ahlilbait 'Alaihimus Salâm: Panduan terdokumentasi untuk mengenal dasar-dasar dan ajaran Syiah.
  • 'Alâ Khuthâ al-Husain 'Alaihis Salâm: Kajian tentang tujuan dan perjalanan Kebangkitan Imam Husain as.
  • Nafahât min al-Sîrah
  • Al-Tahkîm, Dirâsah fi al-Fiqh al-Târîkhi lil Ummah al-Islâmiyyah
  • Al-Jamâ'ât al-Dîniyyah - Muhâwalah Istimsâkh al-Ummah al-Islâmiyyah
  • Min Usus Thaqâfah al-'Unf?
  • Syarh Du'â al-Sahar lil Imâm al-Sajjâd 'Alaihis Salâm
  • Al-Imâm 'Ali wa al-'Adâlah al-Ijtimâ'iyyah
  • Fiqh al-Taghyîr baina al-Sayyid Muhammad Bâqir al-Sadr wa al-Sayyid Qutb, Dirâsah Muqâranah
  • Al-Syahîd al-Sadr wa Dînâmîkiyyah al-Shirâ' al-Ijtimâ'i
  • Al-Imâm al-Mahdi al-Muntazhar wa Khushûm Marhalah al-Zhuhûr.[15]

Catatan Kaki

  1. «Gozarest-e Didar va Goftogu-ye Dr. Ahmad Rasim al-Nafis ba Sardabir-e Ma'rifat», hlm. 118.
  2. Nurmohammadi, Barresi-ye Ellal-e Garayesh-e Mustabshirin be Tasyayyu' dar Panjah Sal-e Akhir (1340-1390 HS), 1394 HS, hlm. 290.
  3. Nurmohammadi, Barresi-ye Ellal-e Garayesh-e Mustabshirin be Tasyayyu' dar Panjah Sal-e Akhir (1340-1390 HS), 1394 HS, hlm. 290.
  4. Al-Nafis, Al-Thariq ila Mazhab Ahlilbait, 1418 H, hlm. 1.
  5. Nurmohammadi, Barresi-ye Ellal-e Garayesh-e Mustabshirin be Tasyayyu' dar Panjah Sal-e Akhir (1340-1390 HS), 1394 HS, hlm. 289.
  6. Al-Nafis, Al-Thariq ila Mazhab Ahlilbait, 1418 H, hlm. 2.
  7. Nurmohammadi, Barresi-ye Ellal-e Garayesh-e Mustabshirin be Tasyayyu' dar Panjah Sal-e Akhir (1340-1390 HS), 1394 HS, hlm. 290.
  8. Al-Nafis, Al-Thariq ila Mazhab Ahlilbait, 1418 H, hlm. 2.
  9. Nurmohammadi, Barresi-ye Ellal-e Garayesh-e Mustabshirin be Tasyayyu' dar Panjah Sal-e Akhir (1340-1390 HS), 1394 HS, hlm. 290.
  10. Nurmohammadi, Barresi-ye Ellal-e Garayesh-e Mustabshirin be Tasyayyu' dar Panjah Sal-e Akhir (1340-1390 HS), 1394 HS, hlm. 292.
  11. Al-Nafis, Al-Thariq ila Mazhab Ahlilbait, 1418 H, hlm. 2.
  12. Al-Nafis, Al-Thariq ila Mazhab Ahlilbait, 1418 H, hlm. 6; Nurmohammadi, Barresi-ye Ellal-e Garayesh-e Mustabshirin be Tasyayyu' dar Panjah Sal-e Akhir (1340-1390 HS), 1394 HS, hlm. 292.
  13. Tabrizian, Rahyabi be Mazhab Ahlilbait, 1395 HS, hlm. 252.
  14. «Gozarest-e Didar va Goftogu-ye Dr. Ahmad Rasim al-Nafis ba Sardabir-e Ma'rifat», hlm. 118.
  15. «Gozarest-e Didar va Goftogu-ye Dr. Ahmad Rasim al-Nafis ba Sardabir-e Ma'rifat», hlm. 118.

Daftar Pustaka

  • Al-Nafis, Ahmad Rasim, Al-Thariq ila Mazhab Ahlilbait, Beirut, Al-Ghadir, 1418 H.
  • Tabrizian, Ala, Rahyabi be Mazhab Ahlilbait, Tanpa Tempat, Tanpa Penerbit, 1395 HS.
  • «Gozarest-e Didar va Goftogu-ye Dr. Ahmad Rasim al-Nafis ba Sardabir-e Ma'rifat», Sumber: Majalah Ma'rifat, No. 49.
  • Nurmohammadi, Mir Mohsen, Barresi-ye Ellal-e Garayesh-e Mustabshirin be Tasyayyu' dar Panjah Sal-e Akhir (1340-1390 HS), Qom, Dar al-Tahdzib, 1394 HS.