Prioritas: c, Kualitas: b
tanpa navbox
tanpa alih

Al-Hujjah 'ala al-Dzahib ila Takfir Abi Thalib (buku)

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Hujjah 'ala al-Dzahib ila Takfir Abi Thalibhttp://en.wikishia.net
Pengarang Sayid Fikhar bin Ma'add al-Musawi (w 630 H)
Bahasa Arab
Subyek Penetapan Iman Abu Thalib
Diterbitkan oleh Al-Mathbaah al-Alawiyah
Tanggal Penerbitan 1351 H

Al-Hujjah 'ala al-Dzahib ila Takfir Abi Thalib (bahasa Arab:الحجة علي الذاهب إلي تكفير أبي طالب) atau Imanu Abi Thalib (إيمان أبي طالب) adalah sebuah kitab teologi karya Sayid Fikhar Ma'add al-Musawi seorang ulama Syiah (w 630 H). Kitab ini berbahasa Arab dan ditulis dengan tujuan menetapkan dan membuktikan keimanan Abu Thalib, ayahanda Imam Ali as. Untuk membuktikan keimanan Abu Thalib, kitab ini bersandar pada syair-syairnya, laporan-laporan sejarah, hadis dan konsensus Ahlulbait dan ulama Syiah.

Allamah Amini (w 1390 H) dalam kitab al-Ghadir merujuk kepada kitab ini dan mengutip darinya. Ibnu Abil Hadid al-Mu'tazili (w 1399 H), Sayid Muhammad Shadiq Bahrul Ulum (w 1399 H) dan Abdul Fattah Abdul Maqsud (w 1372 H) juga menulis kata pujian untuknya. Penulis dalam menulis kitab ini menggunakan kitab Imanu Abi Thalib karya Syaikh Mufid.

Terdapat beragam cetakan dan naskah dari kitab ini. Di antaranya cetakan tahun 1410 H, revisi Sayid Muhammad Bahrul Ulum yang diterbitkan oleh penerbit Sayyid al-Syuhada Qom dengan 441 halaman.

Penulis

Sayid Fikhar bin Ma'add al-Musawi (w 630 H) adalah seorang faqih, penyair dan ahli nasab Syiah yang nasabnya sampai kepada Ibrahim Mujab, cucu Imam Kazhim as.[1] Dia adalah guru Muhaqqiq Hilli dan murid Ibnu Idris Hilli. Mereka berdua termasuk dari fukaha ternama Syiah.[2]

Nama Kitab dan Motivasi Penulisan

Sayid Fikhar menamai kitabnya dengan al-Hujjah 'ala al-Dzahib ila Takfir Abi Thalib (Argumentasi atas Orang yang Menyakini Kafirnya Abu Thalib).[3] Agha Bozorg Tehrani dalam al-Dzari'ah menyebut buku ini dengan nama Hujjah al-Dzahib ila Imani Abi Thalib (Argumentasi Orang yang Meyakini Iman Abu Thalib) dan al-Raddu ala al-Dzahib ila Kufri Abi Thalib' (Jawaban atas Orang yang Meyakini Kafirnya Abu Thalib).[4] Meskipun demikian, Sayid Muhammad Bahrul Ulum, peneliti kitab, memberi nama Imanu Abi Thalib (Iman Abu Thalib) untuknya supaya simpel dan menarik perhatian orang yang melihatnya pada pandangan pertamanya.[5]

Sayid Fikhar menulis kitab ini dalam rangka membela Abu Thalib, ayahanda Imam Ali as, dan menetapkan keimanannya. Seperti yang dia sampaikan dalam mukadimah kitab, sekelompok orang karena membenci Imam Ali as, mengingkari keimanan Abu Thalib dan menggolongkannya ke dalam barisan orang-orang kafir dan musyrik, meskipun syair-syair Abu Thalib dan laporan-laporan sejarah serta hadis-hadis mendukung keimanannya.[6]

Urgensi

Kitab al-Hujjah 'ala al-Dzahib ila Takfir Abi Thalib diyakini sebagai kitab terbaik yang ditulis untuk menetapkan keimanan Abu Thalib.[7] Kitab ini mendapat perhatian ulama Syiah. Misalnya Allamah Amini (w 1390 H) dalam kitab al-Ghadir bersandar kepadanya.[8]

Urgensi kitab sedemikian rupa dimana sebagian ulama Syiah dan Ahlusunnah menulis kata-kata pujian atasnya. Di antara kata-kata pujian tersebut adalah kata pujian Ibnu Abil Hadid al-Mu'tazili (w 656 H), salah seorang teolog Ahlusunnah, kata pujian Sayid Muhammad Shadiq Bahrul Ulum (w 1399 H) dan kata pujian Abdul Fattah Abdul Maqsud.[9] Terjemahan sebagian dari kata pujian Muhammad Shadiq Bahrul Ulum yang dikemas secara rapih, yang dikutip oleh Allamah Amini, adalah sebagai berikut:

"Hai Fikhar! berbagialah dengan balasan yang akan Allah berikan kepadamu kelak di hari kiamat. Dengan argumen gamlang dan tulisannya yang mencerahkan, al-Hujjah, engkau telah membersihkan pembesar Mekah dan ayah sang singa Tuhan dari tuduhan penyembahan berhala dan juga dari penisbahan kafir yang diberikan oleh pendakwah kejahatan kepadanya."[10]

Konten

Topik kitab al-Hujjah 'ala al-Dzahib ila Takfir Abi Thalib ialah penetepan dan pembuktian keimanan Abu Thalib.[11] Sang penulis menganggap cukup konsensus Ahlulbait dan ulama Syiah untuk menetapkan keimanan Abu Thalib, dengan alasan bahwa apabila tidak dilaporkan dari Abu Thalib suatu perilaku atau perkataan yang hanya dilakukan oleh orang muslim atau mukmin, maka mereka tidak akan memberikan kesaksian atas keimanannya.[12] Penulis dalam menulis kitab menggunakan kitab Imanu Abi Thalib, karya Syaikh Mufid (w 413 H).[13]

Kitab memiliki satu mukadimah, sepuluh bab dan satu penutup:

  • Mukadimah: motivasi penyusunan kitab dan penjelasan kedudukan nenek moyang Nabi saw dan Abu Thalib
  • Bab pertama: arti iman dan penetapan iman Abu Thalib dari berbagai cara
  • Bab kedua: argumen orang-orang yang mengkafirkan Abu Thalib dan jawaban atasnya
  • Bab ketiga: penetapan iman Abu Thalib dengan bersandar pada kecintaan Nabi saw kepadanya dan keharaman mencintai orang kafir
  • Bab keempat: kata-kata dan syair-syair Abu Thalib yang menunjukkan keimanan dirinya.
  • Bab kelima: peristiwa hilangnya Nabi saw dan Ali as dan perintah Abu Thalib kepada putranya, Jakfar, untuk salat bersama mereka
  • Bab keenam: wafatnya Abu Thalib dan perintah Nabi saw untuk memandikan dan menguburkannya
  • Bab ketujuh: keramahan-keramahan Abu Thalib kepada Nabi saw dan syair-syair yang menunjukkan ke-Islamannya
  • Bab kedelapan: penetapan iman Abu Thalib dengan bersandar pada bait-bait kasidah Lamiyah dan beberapa fenomian sejarah
  • Bab kesembilan: wasiat-wasiat Abu Thalib kepada orang-orang disekitarnya untuk menjaga Nabi saw dan motivasi-motivasi politis dalam menciptakan keraguan mengenai iman Abu Thalib
  • Bab kesepuluh: dalil penyembunyian ke-Islaman Abu Thalib oleh dirinya sendiri dan penyerupaan Abu Thalib dengan Ashhabul Kahfi dan mukmin Al Firaun yang menyembunyikan iman mereka.[14]
  • Penutup: penulis berkata di penutup bahwa ia berkeinginan untuk mengkaji secara terpisah tentang kehidupan, keimanan dan keutamaan nenek moyang Nabi saw hingga Adnan. Begitu juga ia berniat untuk memberikan keterangan terhadap syair-syair Abu Thalib ketika mengutipnya. Namun, untuk menghindari ketebalan kitab ia hanya mencukupkan dengan menjelaskan keimanan Abu Thalib.[15]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Al-Musawi, al-Hujjah ala al-Dzahib , pengantar Bahrul Ulum, hlm. 7
  2. AghaBozorg Tehrani, al-Dzariah, jld 6, hlm. 261
  3. Al-Musawi, al-Hujjah ala al-Dzahib, pengantar Bahrul Ulum, hlm. 24-25
  4. Agha Bozorg Tehrani, al-Dzariah, jld. 6, hlm. 261
  5. Al-Musawi, al-Hujjah ala al-Dzahib, hlm. 29
  6. Al-Musawi, al-Hujjah ala al-Dzahib, hlm. 1-43
  7. Anshari Qummi, Ketabsehenasi Hazrate Abu Thalib, hlm. 90
  8. Sebagai contoh silakan rujuk: Allamah Amini, al-Ghadir, jld. 7, hlm. 471, 509, 516, 513
  9. Anshari Qummi, Ketabshenasi Hazrate Abu Thalib as, hlm. 90
  10. Silakan rujuk: Allamah Amini, Tarjumeh al-Ghadir, jld. 14, hlm. 368-369; Allamah Amini, al-Ghadir, jld. 7, hlm. 541
  11. Agha Bozorg Tehrani, al-Dzariah, jld. 6, hlm. 261
  12. Al-Musawi, al-Hujjah ala al-Dzahib, hlm. 364-365
  13. Husaini Jalali, Diranggi dar Resaleye Syaikh Mufid darbareye Imani Abu Thalib as, hlm. 35
  14. Silakan rujuk: Al-Musawi, al-Hujjah ala al-Dzahib, hlm. 373-379
  15. Al-Musawi, al-Hujjah ala al-Dzahib, hlm. 368-369

Daftar Pustaka

  • Agha Bozorg Tehrani, Muhammad Muhsin. Al-Dzariah ila Tashanif al-Syiah. Qom dan Teheran: Ismailyan dan Ketabkhaneh Islamiyah, 1408 H.
  • Anshariyan Qummi, Nashiruddin, [https://www.noormags.ir/view/fa/articlepage/77622 Ketabshenasi Hazrate Abu Thalib as, Aineye Pazuhesh, vol. 21, Mehr dan Aban, 1372 H.
  • Tim penulis, Tarjumeh al-Ghadir. Teheran: Bonyad Bi'tsat, tanpa tahun.
  • Husain Jalali, Sayid Muhammad Ridha. [http://www.ensani.ir/storage/Files/20120426175827-5195-117.pdf Kritik dan pengenalan: Diranggi dar Resaleye Syaikh Mufid darbareye Iman Abu Thalib as, terjemahan Juya Jahanbakhsh, Aineye Mirats, vol. 16, Bahar 1381 HS.
  • Allamah Amini, Abdul Husain. Al-Ghadir. Qom: markaz al-Ghadir, 1416 H.
  • Musawi, Fikhar bin Maad. Imanu Abi Thalib. Peneliti Muhammad Bahrul Ulum. Qom: Dar Sayyid al-Syuhada, 1410 H.