Lompat ke isi

Konsep:Tarikh Madinah Dimasyq

Dari wikishia
Tarikh Madinah Dimasyq
PenulisAli bin Hasan bin Hibatullah Syafii yang dikenal dengan Ibnu Asakir
BahasaArab
SubyekSejarah dan biografi
GenreNaqli dan riwayat
Tahun Disusun549 H hingga 565/1170



Tarikh Madinah Dimasyq karya Ibnu Asakir (499-571 H), sejarawan dan ahli hadis Ahlusunah, adalah salah satu karya penting di bidang sejarah dan geografi historis. Buku ini, yang ditulis dalam 80 jilid, menyajikan informasi luas tentang tokoh-tokoh sejarah, tempat, dan peristiwa penting wilayah Syam dari masa Jahiliyah hingga abad ke-6 Hijriah. Selain sejarah Damaskus, Ibnu Asakir juga membahas tokoh-tokoh terkemuka dari wilayah Islam lainnya.

Salah satu fitur menonjol dari buku ini adalah bagian-bagian yang berkaitan dengan kehidupan Imam Syiah dan keutamaan Ahlulbait as, yang telah dikoreksi dan diteliti oleh para peneliti Syiah seperti Muhammad Baqir al-Mahmudi. Karya ini ditulis pada masa kekhalifahan Nuruddin Zangi dengan dukungannya dan menggunakan guru-guru Baghdad serta Damaskus sebagai sumber utama.

Metode penulisan Ibnu Asakir dalam buku ini didasarkan pada penyebutan sanad dan berita secara luas untuk setiap topik, yang sangat diperhatikan oleh para peneliti karena ketelitiannya dalam menukil sanad. Buku ini memiliki pengaruh signifikan terhadap historiografi Islam dan menjadi dasar bagi banyak sejarawan setelahnya. Pentingnya karya ini sedemikian rupa sehingga dianggap sebagai sumber terpercaya untuk penelitian sejarah dan rijal, serta menginspirasi penulisan banyak ringkasan dan lampiran oleh para peneliti berikutnya.

Kedudukan dan Kepentingan

Buku Tarikh Madinah Dimasyq, dengan judul lengkap Tarikh Madinah Dimasyq Hamahallah wa Dzikru Fadhliha wa Tasmiyah Man Hallaha minal Amatsil aw Ijtaza binawahyaha min Waridiha wa Ahliha yang ditulis oleh Ibnu Asakir, adalah salah satu karya paling komprehensif di bidang geografi historis dan biografi tokoh-tokoh ilmiah, terutama para perawi dan ahli hadis Damaskus.[1] Karya ini dikumpulkan dalam 80 jilid[2] dan penyusunannya memakan waktu sekitar 30 tahun.[3]

Tarikh Dimasyq adalah salah satu sumber sejarah yang paling penting dan terpercaya[4] untuk mengenal tokoh-tokoh dan peristiwa di wilayah tersebut dan memiliki ketenaran yang besar.[5] Buku ini sangat penting, terutama dalam sejarah Islam,[6] karena komprehensivitas dan ketelitiannya dalam menggambarkan sejarah Damaskus dan tokoh-tokohnya.[7]

Selain historiografi, buku ini secara khusus menyajikan laporan terperinci tentang Ahlulbait as yang menjadikannya sumber penting bagi kaum Syiah.[8] Karakteristik ini menyebabkan para peneliti Syiah, selain Ahlusunah, juga menggunakannya sebagai sumber yang kredibel.[9] Ibnu Asakir dalam karya ini memperkenalkan tokoh-tokoh dan para guru[10] dan mengubahnya menjadi sebuah ensiklopedia hadis dan biografi yang besar.[11]

Sebelum buku ini, sejarah lain di bidang geografi historis kota-kota telah ditulis, seperti Tarikh al-Raqqah karya Abu Ali Qusyairi, Tarikh Isfahan karya Abu Nu'aim al-Isfahani, Tarikh Nisyabur karya Al-Hakim al-Nisyaburi, dan Tarikh Baghdad karya Khatib al-Baghdadi; namun, menurut beberapa peneliti, Tarikh Dimasyq memiliki keunggulan dibandingkan karya-karya tersebut dari segi konten dan kelengkapan.[12] Sebelum buku ini, sebuah karya berjudul Tarikh Dimasyq oleh Abi Zur'ah Abdurrahman bin Amru bin Abdillah bin Safwan al-Dimasyqi telah ditulis pada abad ke-3 Hijriah.[13]

Waktu Penulisan dan Cakupan Materi Buku

Ibnu Asakir mengumpulkan hadis pada masa Nuruddin Zangi dan Salahuddin al-Ayyubi, bersamaan dengan penguatan kebijakan Sunni dan perlawanan terhadap Dinasti Fatimiyah.[14] Penulisan bukunya dimulai di Damaskus sebelum perjalanannya ke negeri-negeri timur, termasuk Khurasan,[15] dipercepat dengan dukungan Nuruddin dan akhirnya selesai pada tahun 565 H.[16]

Ibnu Asakir dalam Tarikh Madinah Dimasyq membahas berbagai topik seperti penaklukan, masjid, gereja, sungai, dan biografi para Nabi, gubernur, hakim, penyair, dan tokoh-tokoh lain yang tinggal di Damaskus dan seluruh Syam, masuk ke dalamnya, atau melewatinya.[17] Meskipun judulnya demikian, cakupannya tidak terbatas pada Damaskus[18] dan mencakup sejarah wilayah Syam serta periode Jahiliyah, Sirah Nabawiyah, Khulafaur Rasyidin, Umayyah, dan Abbasiyah serta dinasti-dinasti kecil hingga dinasti Islam abad ke-6 Hijriah.[19]

Dalam karya ini, riwayat dan keadaan 10.226 tokoh sejarah telah dikumpulkan[20] dan sangat penting terutama dari segi laporan yang berkaitan dengan tokoh politik abad ke-6 Hijriah.[21] Peneliti percaya bahwa Ibnu Asakir dengan penguasaan yang luas, mengumpulkan materi dengan teliti dan tidak hanya puas dengan menukil peristiwa,[22] tetapi menyediakan latar belakang yang kaya untuk mengenal perkembangan budaya, agama, pemikiran, dan sosial sejarah Islam.[23]

Struktur Buku

Buku Tarikh Madinah Dimasyq dimulai dengan pengantar tentang sejarah, struktur, dan keutamaan kota Damaskus[24] dan dalam dua jilid pertama membahas sejarah budaya Syam serta penyebaran Islam dan bahasa Arab.[25] Di bagian ini, dengan merujuk pada hadis-hadis, posisi wilayah Syam setelah Makkah dan Madinah ditonjolkan.[26]

Ibnu Asakir menyusun isi utama buku secara alfabetis dalam tiga bagian: nama, kunyah, dan wanita.[27] Untuk keberkahan, ia pertama-tama mencantumkan nama orang-orang dengan nama "Ahmad".[28] Jilid ketiga dan keempat dikhususkan untuk Nabi Muhammad saw[29] dan jilid kelima hingga ke-74 berisi biografi dan riwayat para pembesar dan tokoh terkenal.[30] Dalam memperkenalkan setiap tokoh, Ibnu Asakir menyajikan informasi umum (nama, nasab, ketenaran, tempat asal, ciri-ciri, guru, dan murid), riwayat yang dinukil, pendapat para pembesar, dan tanggal wafatnya dengan sanad yang lengkap.[31]

Jilid ke-71 hingga ke-74 dikhususkan untuk mustadrak[32] yang dalam beberapa cetakan terabaikan[33] dan pada akhirnya, jilid ke-76 hingga ke-80 mencakup daftar pustaka buku tersebut.[34]

Pembahasan tentang Imam Syiah

Ibnu Asakir dalam Tarikh Madinah Dimasyq mengabdikan bagian penting untuk Imam Syiah as dan mengumpulkan banyak riwayat tentang biografi dan keutamaan mereka.[35] Penghormatannya kepada Ahlulbait as menjadikannya disebut sebagai sejarawan yang relatif adil.[36]

Dalam penyusunan alfabetis buku tersebut, terdapat biografi Imam Hasan as,[37] Imam Husain as,[38] Imam Sajjad as,[39] Imam Ali as,[40] dan Imam Muhammad al-Baqir as[41] dan jilid ke-42 sepenuhnya dikhususkan untuk Imam Ali as.[42] Di bagian ini, dengan bersandar pada banyak riwayat, keutamaan penting Imam Ali as[43] seperti Hadis Yaumul Dar,[44] Hadis Manzilah,[45] Hadis Ghadir,[46] Hadis Madinatul Ilmi,[47] Hadis Washayah,[48] Hadis Tsaqalain,[49] Hadis Ali ma'al Haq,[50] dan Hadis Khasyif al-Na'l[51] telah dinukil.

Ibnu Asakir juga menyajikan laporan luas tentang Imam Hasan as[52] dan hampir 400 riwayat tentang Imam Husain as, keutamaan beliau, dan kebangkitan Karbala.[53] Ia menukil ramalan-ramalan terkait kesyahidan Imam Husain as, peristiwa Asyura, kejadian setelahnya, dan nasib para pembunuh Imam, meskipun ia tidak masuk ke dalam analisis sejarah kebangkitan tersebut dan tidak menggunakan beberapa sumber terkenal seperti Abu Mikhnaf.[54] Namun demikian, beberapa peneliti menganggap riwayatnya tentang kebangkitan Imam Husain as relatif tidak memihak dibandingkan dengan sejarawan Ahlusunah Syam lainnya, meskipun tidak bebas dari kelemahan dan distorsi.[55]

Gambar buku Tarjamah al-Imam Ali bin Abi Thalib(as) min Tarikh Madinah Dimasyq

Penerbitan Bagian-bagian yang Berkaitan dengan Imam oleh Peneliti Syiah

Bagian-bagian yang berkaitan dengan Imam Ali as dan Imam Husain as dalam Tarikh Madinah Dimasyq telah diterbitkan secara independen setelah dikoreksi oleh Muhammad Baqir al-Mahmudi.[56] Dalam karyanya, selain penelitian dan dokumentasi, ia menambahkan penjelasan dan hadis pelengkap dari sumber lain di catatan kaki.[57] Juga bagian yang berkaitan dengan Imam Hasan as telah dikumpulkan dan dicetak dalam bentuk buku satu jilid oleh Sayid Nashrullah Musawi.[58]

Selain itu, Sayid Muhammad Husain Husaini Jalali telah menyiapkan ringkasan Tarikh Dimasyq dengan judul al-Iktifa bima Ruwiya fi Ashhab al-Kisa(as) yang membahas kehidupan lima anggota keluarga al-Aba as.[59] Sayid Muhammad Ridha Husaini Jalali juga menyusun buku al-Husain(as), Simatuhu wa Siratuhu dengan bersandar pada riwayat-riwayat Tarikh Dimasyq[60] yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Persia dan diterbitkan dengan judul Sirah wa Simaye Imam Husain(as).[61]

Penulis

Ibnu Asakir dengan nama lengkap Ali bin Hasan bin Hibatullah Syafii Dimasyqi,[62] adalah salah satu pembesar hadis dan sejarah Ahlusunah pada abad ke-6 Hijriah.[63] Ia adalah seorang hafiz hadis, pakar fikih, dan sejarawan terkemuka[64] yang ketenarannya diperoleh dari hafalan hadis yang luas dan perjalanan ilmiah yang banyak.[65] Karyanya yang paling penting, buku Tarikh Madinah Dimasyq,[66] menunjukkan kemampuan ilmiah, ketekunan, dan kedudukannya yang istimewa dalam ilmu hadis dan sejarah.[67]

Ibnu Asakir lahir di Damaskus pada tahun 499 H, menempuh pendidikan di Madrasah Nidhamiyah Baghdad[68] dan selama lebih dari 20 tahun melakukan perjalanan ke kota-kota penting Islam untuk mempelajari hadis[69] yang hasilnya adalah penguasaan luas atas sanad dan teks hadis.[70] Selain Tarikh Dimasyq, Ibnu Asakir menulis puluhan karya ilmiah lainnya dan akhirnya wafat pada 11 Rajab 571 H di Damaskus.[71]

Metode Penulisan

Ibnu Asakir, seorang ahli hadis yang mengikuti metode ahli hadis dalam historiografi Tarikh Madinah Dimasyq,[72] aspek hadis bukunya lebih menonjol daripada aspek sejarahnya dan ia menggunakan metode Tarikh Baghdad serta mengumpulkan informasi dari guru-guru Baghdad dan Damaskus.[73] Ia secara khusus mengikuti buku Tarikh Baghdad dalam metode penulisannya[74] dan mengumpulkan informasinya dari guru-guru Baghdad dan Damaskus.[75] Ia mementingkan kesahihan berita, detail, dan keragaman riwayat[76] serta merupakan wakil dari puncak gaya ini pada abad ke-6.[77] Metodenya dalam historiografi ditiru oleh orang lain, seperti Adz-Dzahabi,[78] namun ia melewati atau menghapus beberapa masalah penting karena kurangnya perhatian.[79]

Ringkasan

Beberapa tokoh, termasuk Adz-Dzahabi dan Ibnu Manzhur, telah meringkas buku Tarikh Madinah Dimasyq[80] dan salinannya masih ada di perpustakaan dunia.[81] Biografi wanita dan Utsman bin Affan juga telah diterbitkan oleh Sukainah al-Syahabi[82] dan karya-karya sirah nabawiyah juga telah ditulis berdasarkan buku ini.[83] Ibnu Syaddad dan para peneliti seperti Abu Amru bin Hajib dan Alamuddin Barzali juga memanfaatkan karya ini dan menulis lampiran.[84] Beberapa buku penting disusun berdasarkan itu, termasuk Tuhfah al-Mudzakkir al-Muntaqa, al-Muntakhab, Fakihah al-Majalis dan buku al-Iqdu al-Fakhir.[85]

Naskah Garis dan Cetakan

Sejumlah naskah garis dari buku Tarikh Madinah Dimasyq tersedia di perpustakaan-perpustakaan dunia, yang salah satunya berada di perpustakaan Al-Azhar di Kairo bersama dengan pembacaan, koreksi, dan tambahan dari Ibnu Asakir dan putranya Qasim.[86] Meskipun naskah ini kurang dalam beberapa hal, ia dianggap sebagai salah satu naskah tertua yang ada.[87] Naskah lainnya juga ada di perpustakaan Zhahiriyah Damaskus serta di perpustakaan Irak, Maroko, Tunisia, Turki, London, Dublin, Cambridge, Leningrad, Amerika Serikat, dan India, yang tidak satupun lengkap.[88] Buku ini telah diterbitkan oleh berbagai penerbit dengan penelitian dari berbagai peneliti.[89] Salah satunya adalah penerbit Dar al-Fikr di Beirut yang menerbitkan buku ini dalam 80 jilid dengan penelitian Ali Syiri pada tahun 1415 H.

Catatan Kaki

  1. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 28-29; Margoliouth, Dirasat 'anil Muwarrikhin al-Arab, Beirut, hlm. 166; Syahabi, Muqaddimah wa Hasyiyah bar Tarikh Madinah Dimasyq, 1402 H, hlm. 20. Brockelmann, Tarikh al-Adab al-Arabi, Kairo, jil. 6, hlm. 70.
  2. Bustani, Tadzkirah al-Nawadir minal Makhtuthat al-Arabiyah, 1350 H, hlm. 84.
  3. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 30-31.
  4. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 28-29.
  5. Kasai, "Ibnu Asakir", hlm. 293.
  6. Ibnu Asakir, Mu'jam al-Syuyukh, Taqdim, 1421 H, jil. 1, hlm. 2.
  7. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 28-29.
  8. Jahanbakhsy, "Dar Syam ham Hadits ze Khursyid Miravad", hlm. 111.
  9. "Tarikh Madinah Dimasyq (Kitab)", Ensiklopedia Islam.
  10. Perangkat lunak Tarajum
  11. Gholamali, "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq", hlm. 83.
  12. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 28-29.
  13. Daraquthni, al-Mu'talif wal Mukhtalif, 1406 H, jil. 5, hlm. 2624.
  14. Kasai, "Ibnu Asakir", hlm. 291.
  15. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 29.
  16. Syahabi, Muqaddimah wa Hasyiyah bar Tarikh Madinah Dimasyq, 1402 H, hlm. 23-24.
  17. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 28; Munajjid, Mu'jam al-Muwarrikhin, 1398 H, hlm. 38-39; Farrukh, Tarikh al-Adab al-Arabi, 2006 M, jil. 3, hlm. 357.
  18. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 28.
  19. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 32-33.
  20. Gholamali, "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq", hlm. 85.
  21. Nashiri Taheri, Tarikh Jame' Jang-haye Shalibi, 1394 HS, hlm. 27.
  22. Ibnu Asakir, Mu'jam al-Syuyukh, Taqdim, 1421 H, jil. 1, hlm. 2.
  23. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 32-33.
  24. Munajjid, Mu'jam al-Muwarrikhin, 1398 H, hlm. 38-39; Farrukh, Tarikh al-Adab al-Arabi, 2006 M, jil. 3, hlm. 357.
  25. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 28.
  26. Gholamali, "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq", hlm. 84.
  27. Gholamali, "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq", hlm. 84-85.
  28. Gholamali, "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq", hlm. 84-85.
  29. Gholamali, "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq", hlm. 84-85.
  30. Gholamali, "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq", hlm. 84-85.
  31. Gholamali, "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq", hlm. 85.
  32. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 71, hlm. 5.
  33. Gholamali, "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq", hlm. 84-85.
  34. Gholamali, "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq", hlm. 84-85.
  35. Qa'idan, Maktab Tarikhnegari Syam, 1374 HS, hlm. 8.
  36. Qa'idan, Maktab Tarikhnegari Syam, 1374 HS, hlm. 8.
  37. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 13, hlm. 163-305.
  38. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 14, hlm. 111-260.
  39. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 41, hlm. 360-416.
  40. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 42, hlm. 3-589.
  41. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 54, hlm. 268-299.
  42. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 42, hlm. 3-589.
  43. Thabathaba'i, Ahlul Bait(as) fil Maktabah al-Arabiyah, 1417 H, hlm. 89.
  44. Sebagai contoh lihat: Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 42, hlm. 48-49.
  45. Sebagai contoh lihat: Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 42, hlm. 98-120.
  46. Sebagai contoh lihat: Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 42, hlm. 114-120.
  47. Sebagai contoh lihat: Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 42, hlm. 378-384.
  48. Sebagai contoh lihat: Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 42, hlm. 391-392.
  49. Sebagai contoh lihat: Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 41, hlm. 19; jil. 42, hlm. 219-220; jil. 54, hlm. 92.
  50. Sebagai contoh lihat: Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 42, hlm. 449.
  51. Sebagai contoh lihat: Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jil. 42, hlm. 451-455.
  52. Thabathaba'i, Ahlul Bait(as) fil Maktabah al-Arabiyah, 1417 H, hlm. 89.
  53. Tarikh Madinah Dimasyq Manba' Asyurapazyuhi, Hadith Net.
  54. "Tarikh Madinah Dimasyq Manba' Asyurapazyuhi", Hadith Net.
  55. Untuk informasi lebih lanjut rujuk ke: Qa'idan, "Tahrifat-e Asyura dar Maktab-e Tarikhnegari-ye Syam", hlm. 45-72.
  56. Rifa'i, Mu'jam ma Kutiba 'an al-Rasul wa Ahlil Bait(as), 1371 HS, jil. 5, hlm. 315; jil. 7, hlm. 16.
  57. Thabathaba'i, Ahlul Bait(as) fil Maktabah al-Arabiyah, 1417 H, hlm. 89.
  58. Musawi, Tarjamah al-Imam al-Hasan bin Ali(as) min Tarikh Madinah Dimasyq lil Hafizh Ibnu Asakir, 1399 HS.
  59. Husaini Jalali, al-Iktifa bima Ruwiya fi Ashhab al-Kisa(as), 1422 H.
  60. Husaini Jalali, al-Husain(as), Simatuhu wa Siratuhu, 1373 HS.
  61. Husaini Jalali, Sirah wa Simaye Imam Husain(as), 1383 HS.
  62. Kahhalah, Mu'jam al-Muallifin, 1376 H, jil. 7, hlm. 69; Imaduddin al-Katib, Kharidah al-Qashr, Muqaddimah, 1375 H, jil. 1, hlm. 31.
  63. Yaqut al-Hamawi, Mu'jam al-Udaba, 1993 M, jil. 4, hlm. 1698.
  64. Kahhalah, Mu'jam al-Muallifin, 1376 H, jil. 7, hlm. 69.
  65. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 28-29.
  66. Imaduddin al-Katib, Kharidah al-Qashr, Muqaddimah, 1375 H, jil. 1, hlm. 31.
  67. Ibnu Asakir, Mu'jam al-Syuyukh, Taqdim, 1421 H, jil. 1, hlm. 2.
  68. Imaduddin al-Katib, Kharidah al-Qashr, Muqaddimah, 1375 H, jil. 1, hlm. 31; Yaqut al-Hamawi, Mu'jam al-Udaba, 1993 M, jil. 4, hlm. 1698.
  69. Qa'idan, Maktab Tarikhnegari Syam, 1374 HS, hlm. 8.
  70. Kahhalah, Mu'jam al-Muallifin, 1376 H, jil. 7, hlm. 69-70; Yaqut al-Hamawi, Mu'jam al-Udaba, 1993 M, jil. 4, hlm. 1698; Imaduddin al-Katib, Kharidah al-Qashr, Muqaddimah, 1375 H, jil. 1, hlm. 31.
  71. Yaqut al-Hamawi, Mu'jam al-Udaba, 1993 M, jil. 4, hlm. 1698.
  72. Van Dyck, Iktifa al-Qanu', Beirut, hlm. 92.
  73. Jahanbakhsy, "Dar Syam ham Hadits ze Khursyid Miravad", hlm. 110.
  74. Van Dyck, Iktifa al-Qanu', Beirut, hlm. 92; Qa'idan, "Tahrifat-e Asyura dar Maktab-e Tarikhnegari-ye Syam", hlm. 45-72.
  75. Munajjid, Mu'jam al-Muwarrikhin, 1398 H, hlm. 38-39; Farrukh, Tarikh al-Adab al-Arabi, 2006 M, jil. 3, hlm. 357.
  76. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 33-34.
  77. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 33-34.
  78. Qa'idan, "Tahrifat-e Asyura dar Maktab-e Tarikhnegari-ye Syam", hlm. 45-72.
  79. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 32-33.
  80. Brockelmann, Tarikh al-Adab al-Arabi, Kairo, jil. 6, hlm. 71-72; 'Awwad, "Kitabsyenasi Ibnu Asakir", hlm. 63-65; Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 34.
  81. Brockelmann, Tarikh al-Adab al-Arabi, Kairo, jil. 6, hlm. 71-72.
  82. Daraquthni, al-Mu'talif wal Mukhtalif, 1406 H, jil. 5, hlm. 2624.
  83. Ibnu Syaddad, al-A'laq al-Khathirah, 1953 M, hlm. 17, 25, 26, 27, 61, 73, 269.
  84. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 34; 'Awwad, "Kitabsyenasi Ibnu Asakir", hlm. 65; Rifa'i, Mu'jam ma Kutiba 'an al-Rasul wa Ahlil Bait(as), 1371 HS, jil. 1, hlm. 339; jil. 4, hlm. 114.
  85. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, Muqaddimah, 1415 H, jil. 1, hlm. 35.
  86. Munajjid, Mu'jam al-Muwarrikhin, 1398 H, hlm. 41-42; 'Awwad, "Kitabsyenasi Ibnu Asakir", hlm. 60-63.
  87. Munajjid, Mu'jam al-Muwarrikhin, 1398 H, hlm. 41-42.
  88. Munajjid, Mu'jam al-Muwarrikhin, 1398 H, hlm. 41-42; Brockelmann, Tarikh al-Adab al-Arabi, Kairo, jil. 6, hlm. 69-71.
  89. Untuk informasi lebih lanjut rujuk ke: 'Awwad, "Kitabsyenasi Ibnu Asakir", hlm. 64 dan seterusnya.

Daftar Pustaka

  • 'Awwad, Kurkis. "Kitabsyenasi Ibnu Asakir" (Bibliografi Ibnu Asakir). Penerjemah: Ismail Baghestani. Kitab-e Mah-e Din, No. 89 dan 90, 1383-1384 HS.
  • Brockelmann, Carl. Tarikh al-Adab al-Arabi (Sejarah Sastra Arab). Kairo, Dar al-Ma'arif, Cetakan Ketiga.
  • Bustani. Tadzkirah al-Nawadir minal Makhtuthat al-Arabiyah (Peringatan Hal-hal Langka dari Naskah-naskah Arab). Hyderabad India, Mathba'ah Dairah al-Ma'arif al-Utsmaniyah, 1350 H.
  • Daraquthni, Ali bin Umar. al-Mu'talif wal Mukhtalif. Beirut, Dar al-Maghrib al-Islami, 1406 H.
  • Farrukh, Umar. Tarikh al-Adab al-Arabi (Sejarah Sastra Arab). Beirut, Dar al-Ilm lil Malayin, 2006 M.
  • Gholamali, Mahdi. "Sabksyenasi Kitab Mukhtashar Tarikh Dimasyq" (Stilistika Buku Mukhtashar Tarikh Dimasyq). Hadis-e Andisyeh, No. 8 dan 9, 1388-1389 HS.
  • Husaini Jalali, Sayid Muhammad Husain. al-Iktifa bima Ruwiya fi Ashhab al-Kisa(as). Peneliti: Sayid Muhammad Jawad Jalali. Qom, Pusat Penerbit Kantor Dakwah Islam, 1422 H.
  • Husaini Jalali, Sayid Muhammad Ridha. al-Husain(as), Simatuhu wa Siratuhu. Qom, Dar al-Ma'ruf, 1373 HS.
  • Husaini Jalali, Sayid Muhammad Ridha. Sirah wa Simaye Imam Husain(as) (Sirah dan Citra Imam Husain as). Penerjemah: Juya Jahanbakhsy. Teheran, Asathir, 1383 HS.
  • Ibnu Asakir, Ali bin Hasan. Tarikh Madinah Dimasyq wa Dzikru Fadhliha wa Tasmiyah Man Hallaha minal Amatsil aw Ijtaza binawahyaha min Waridiha wa Ahliha. Beirut, Dar al-Fikr, 1415 H.
  • Ibnu Asakir, Ali bin Hasan. Mu'jam al-Syuyukh. Damaskus, Dar al-Basya'ir, 1421 H.
  • Ibnu Syaddad, Muhammad bin Ali. al-A'laq al-Khathirah fi Dzikri Umara al-Syam wal Jazirah. Damaskus, al-Ma'had al-Ilmi al-Fransi lid Dirasat al-Arabiyah, 1953 M.
  • Imaduddin al-Katib, Muhammad bin Muhammad. Kharidah al-Qashr wa Jaridah al-Ashr. Baghdad, al-Majma' al-Ilmi al-Iraqi, 1375 H.
  • Jahanbakhsy, Juya. "Dar Syam ham Hadits ze Khursyid Miravad" (Di Syam pun Hadis dari Matahari Berjalan). Ayene-ye Pazyuhesy, No. 77-78, 1381 HS.
  • Kahhalah, Umar Ridha. Mu'jam al-Muallifin (Kamus Para Penulis). Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1376 H.
  • Kasai, Nurullah. "Ibnu Asakir". Dalam Dairah al-Ma'arif-e Bozorg-e Eslami (Ensiklopedia Besar Islam), jil. 4. Teheran, 1370 HS.
  • Margoliouth, D. S. Dirasat 'anil Muwarrikhin al-Arab (Studi tentang Sejarawan Arab). Penerjemah: Husain Nassar. Beirut, Dar al-Tsaqafah.
  • Mahmudi, Muhammad Baqir. Tarjamah Raihanah Rasulillah al-Imam al-Syahid Husain bin Ali bin Abi Thalib(as) min Tarikh Dimasyq li Ibnu Asakir. Beirut, Majma' Ihya al-Tsaqafah al-Islamiyah, Cetakan Kedua, 1414 H.
  • Mahmudi, Muhammad Baqir. Tarjamah al-Imam Ali bin Abi Thalib(as) min Tarikh Madinah Dimasyq. Teheran, Majma' Ihya-e Farhang-e Eslami, 1381 HS.
  • Munajjid, Salahuddin. Mu'jam al-Muwarrikhin al-Dimasyqiyyin (Kamus Sejarawan Damaskus). Beirut, Dar al-Kitab al-Jadid, 1398 H.
  • Musawi Mansy, Sayid Nashrullah. Tarjamah al-Imam al-Hasan bin Ali(as) min Tarikh Madinah Dimasyq lil Hafizh Ibnu Asakir. Teheran, Penerbit Tek, 1399 HS.
  • Nashiri Taheri, Abdullah. Tarikh Jame' Jang-haye Shalibi (Sejarah Komprehensif Perang Salib). Qom, Lembaga Penelitian Hauzah dan Universitas, 1394 HS.
  • Qa'idan, Ashghar. "Tahrifat-e Asyura dar Maktab-e Tarikhnegari-ye Syam" (Distorsi Asyura dalam Mazhab Historiografi Syam). Misykat, No. 76 dan 77, 1381 HS.
  • Qa'idan, Ashghar. Maktab Tarikhnegari Syam (Mazhab Historiografi Syam). Teheran, Keyhan Farhangi, 1374 HS.
  • Rifa'i, Abdul Jabbar. Mu'jam ma Kutiba 'an al-Rasul wa Ahlil Bait(as) (Kamus Apa yang Ditulis tentang Rasul dan Ahlulbait as). Teheran, Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam, 1371 HS.
  • Syahabi, Sukainah. Muqaddimah wa Hasyiyah bar Tarikh Madinah Dimasyq (Tarajum al-Nisa). Damaskus, 1402 H.
  • Thabathaba'i, Abdul Aziz. Ahlul Bait(as) fil Maktabah al-Arabiyah (Ahlulbait as di Perpustakaan Arab). Qom, Muassasah Alu al-Bait(as) li Ihya al-Turats, 1417 H.
  • Van Dyck, Edward. Iktifa al-Qanu' bima huwa Mathbu' min Asyhar al-Ta'alif al-Arabiyah fil Mathabi' al-Syarqiyah wal Gharbiyah. Beirut, Dar Shadir.
  • Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba (Kamus Para Sastrawan). Beirut, Dar al-Gharb al-Islami, 1993 M.
  • "Tarikh Madinah Dimasyq (Kitab)". Ensiklopedia Islam. Diakses pada 15 Esfand 1403 HS.
  • "Tarikh Madinah Dimasyq Manba' Asyurapazyuhi". Hadith Net. Diakses pada 15 Esfand 1403 HS.