Konsep:Tahannuts
Tahannuts, adalah sebuah tradisi ibadah di kalangan kaum penyembah Tuhan Yang Esa dari suku Quraisy sebelum kemunculan Islam.[1] Dalam tradisi ini, seseorang menjauh dari kehidupan sosial selama bulan Ramadhan dan pergi beribadah di Gua Hira'. Setelah sebulan beribadah, mereka kembali dengan melakukan tawaf Ka'bah.[2]

Berdasarkan laporan-laporan sejarah, Abdul Muththalib adalah pencetus tradisi ini[3] dan setelahnya, orang-orang seperti Waraqah bin Naufal dan Abu Umayyah ibn al-Mughirah juga melakukannya.[4] Nabi Muhammad saw juga, sebelum kenabiannya, khususnya pada bulan Ramadhan, melakukan tahannuth di Gua Hira'.[5] Menurut Rasul Ja'fariyan, kaum Quraisy juga, sebagai bentuk penghormatan kepada Abdul Muththalib, menjaga hak prioritas penggunaan gua tersebut bagi cucunya, Muhammad saw.[6]
Sebagian penulis menyebutkan adanya pendampingan Imam Ali as dan Sayidah Khadijah sa bersama Nabi saw pada periode ini,[7] namun menurut Mahmud Ramyar, pakar Al-Qur'an, pendampingan ini hanya terbatas pada mengantarkan bekal dan air, sementara Nabi saw sendiri pergi beribadah sendirian di Gua Hira'.[8] Rasul Ja'fariyan, sejarawan Syiah, juga dengan merujuk pada kitab al-Jawami' al-Sirah al-Nabawiyyah karya Ibnu Hazm[9] berpendapat bahwa Nabi saw sendiri pergi sendirian untuk beribadah ke Gua Hira', dan sebelum beliau tidak ada tradisi yang serius di bidang ini yang menunjukkan bahwa beliau mengikuti orang lain.[10]
Masa pengasingan diri (khalwat) ini dianggap sebagai penyiap jalan bagi kenabian Nabi.[11] Setelah kenabian, tahannuts digantikan oleh i'tikaf di masjid.[12]
Catatan Kaki
- ↑ Al-Halabi, al-Sirah al-Halabiyyah, 1427 H, jld.1, hlm.339.
- ↑ Al-Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld.1, hlm.105.
- ↑ Al-Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld.1, hlm.84; Al-Halabi, al-Sirah al-Halabiyyah, 1427 H, jld.1, hlm.338.
- ↑ Al-Halabi, al-Sirah al-Halabiyyah, 1427 H, jld.1, hlm.339.
- ↑ Al-Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld.1, hlm.105.
- ↑ Ja'fariyan, Sirah Rasulullah saw, 1425 H, hlm.226.
- ↑ Nahj al-Balaghah, tahqiq Shubhi Shalih, khutbah 192, hlm.301; Al-Khu'i, Minhaj al-Bara'ah, 1400 H, jld.12, hlm.39.
- ↑ Ramyar, Tarikh-e Qur'an, 1425 H, hlm.36.
- ↑ Ibn Hazm, al-Jawami' al-Sirah al-Nabawiyyah, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, hlm.36.
- ↑ Ja'fariyan, Sirah Rasulullah saw, 1425 H, hlm.227.
- ↑ Ja'fariyan, Sirah Rasulullah saw, 1425 H, hlm.227.
- ↑ Ramyar, Tarikh-e Qur'an, 1425 H, hlm.36 dan 37.
Daftar Pustaka
- Ibn hazm, Ali ibn Ahmad, Jawami' al-Sirah al-Nabawiyyah, Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, tanpa tahun.
- Al-Baladzuri, Ahmad ibn Yahya, Ansab al-Asyraf, Beirut, Dar al-Fikr, cet. 1, 1417 H.
- Ja'fariyan, Rasul, Sirah Rasulullah saw, Qum, Dalil-e Ma, cet. 3, 1425 H.
- Al-halabi, Abu al-Faraj, al-Sirah al-halabiyyah, Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, cet. 2, 1427 H.
- Ramyar, Mahmud, Tarikh-e Qur'an, Tehran, Mu'assasah-ye Intisharat-e Amir Kabir, cet. 6, 1426 H.
- Sayid Radhi, Muhammad ibn husain, Nahj al-Balaghah, revisi: Shubhi Shalih, Qum, Hijrat, cet. 1, 1414 H.
- Hasyimi Khu'i, Mirza Habibullah, Minhaj al-Bara'ah fi Syarh Nahj al-Balaghah, penerjemah: hasan hasan'zadah amuli va Muhammad Baqir Kamer'i; Muhaqqiq: Ibrahim Miyanji, Tehran, Maktabat al-Islamiyyah, cet. 4, 1400 H.