Konsep:Subai'ah binti Harits al-Aslami
| Info pribadi | |
|---|---|
| Nama lengkap | Subai'ah binti Harits al-Aslami |
| Kerabat termasyhur | Sa'ad bin Khaulah |
| Informasi Keagamaan | |
| Memeluk Islam | Setelah Perjanjian Hudaibiyah |
| Aktivitas lain | Perawi |
Subai'ah binti Harits al-Aslami (bahasa Arab: سُبَیْعَة بنت حارِث الأَسْلَمیَّة) adalah salah seorang wanita dari kalangan sahabat[1] dan perawi Hadis[2] dari Nabi Muhammad saw[3] yang masuk Islam setelah Perjanjian Hudaibiyah.[4] Dikatakan bahwa orang-orang seperti Abdullah bin Umar[5], Amr bin Utbah[6], Zafar bin Aus bin Hadatsan, Umar bin Abdullah bin Arqam[7] dan Masruq bin Ajda' serta yang lainnya meriwayatkan hadis darinya.[8] Menurut Ibnu Abdil Barr, 'Uqaili keliru meyakini bahwa Abdullah bin Umar tidak meriwayatkan darinya, melainkan dari Subai'ah al-Aslamiyyah yang lain.[9]
Berdasarkan laporan sumber-sumber sejarah, Subai'ah adalah istri Shaifi bin Rahib, salah seorang kafir Makkah, yang setelah Perjanjian Hudaibiyah meninggalkan suaminya dan pergi menemui Nabi saw. Menurut laporan-laporan ini, suaminya dengan mengacu pada isi Perjanjian Hudaibiyah meminta Nabi saw untuk mengembalikannya, namun Nabi saw bersabda bahwa perjanjian ini dibuat mengenai laki-laki dan tidak mencakup perempuan. Menurut para mufasir, setelah turunnya ayat 10 Surah Al-Mumtahanah, Nabi saw menguji keimanan Subai'ah dengan sumpah dan karena terbukti bahwa keislamannya didasari oleh pilihan dan keyakinan hati, beliau tidak mengembalikannya kepada suaminya.[10]
Setelah masuk Islam, Subai'ah menjadi istri Sa'ad bin Khaulah dan Sa'ad meninggal di Makkah pada saat Haji Wada'.[11] Subai'ah sedang hamil saat suaminya (Sa'ad) wafat dan melahirkan anaknya kurang dari 25 malam setelah kematian suaminya.[12] Abu al-Sanabil al-Qurasyi mengatakan kepadanya bahwa ia harus menjalani masa iddah selama empat bulan sepuluh hari, dan ia menyampaikan hal ini kepada Nabi saw.[13] Nabi saw membolehkan pernikahannya setelah melahirkan.[14] Setelah itu Abu al-Sanabil al-Qurasyi (Habbah bin Ba'kak) melamarnya[15] dan menikah dengannya.[16] Para fakih tabi'in Madinah dan Kufah menukil riwayat Subai'ah ini mengenai iddah wanita hamil.[17]
Dinukil dari 'Uqaili bahwa Subai'ah al-Aslamiyyah setelah berpisah dari suami pertamanya, menikah dengan Umar bin Khattab.[18] Namun Ibnu Hajar menganggap Subai'ah al-Aslamiyyah, istri Umar bin Khattab, sebagai Subai'ah al-Aslamiyyah yang lain.[19]
Catatan Kaki
- ↑ Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 52.
- ↑ Kahhalah, A'lam al-Nisa, 1412 H, jld. 2, hlm. 148.
- ↑ Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 2, hlm. 587; jld. 4, hlm. 1859; Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 5, hlm. 156; Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 171.
- ↑ Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 173.
- ↑ Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1859; Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 137.
- ↑ Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 5, hlm. 493; Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 172.
- ↑ Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 6, hlm. 440.
- ↑ Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 172.
- ↑ Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1859.
- ↑ Balkhi, Tafsir Muqatil bin Sulaiman, 1423 H, jld. 4, hlm. 303.
- ↑ Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 3, hlm. 45; jld. 8, hlm. 171; Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 137.
- ↑ Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1859; Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 137; Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 3, hlm. 45; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, jld. 1, hlm. 223; Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat, 1410 H, jld. 3, hlm. 312.
- ↑ Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1859; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, jld. 1, hlm. 223.
- ↑ Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 2, hlm. 587; jld. 4, hlm. 1859; Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 5, hlm. 156; Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 171; Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat, 1410 H, jld. 8, hlm. 224.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat, 1410 H, jld. 8, hlm. 224.
- ↑ Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 1, hlm. 439.
- ↑ Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 171.
- ↑ Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 172.
- ↑ Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 171, 172.
Daftar Pustaka
- Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Ansab al-Asyraf (Juz 1). Investigasi: Muhammad Hamidullah. Mesir: Dar al-Ma'arif, 1959 M.
- Balkhi, Muqatil bin Sulaiman. Tafsir Muqatil bin Sulaiman. Investigasi: Abdullah Mahmud Syuhatah. Beirut: Dar Ihya' al-Turats, 1423 H.
- Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Tarikh al-Islam. Investigasi: Umar Abd al-Salam Tadmuri. Beirut: Dar al-Kitab al-'Arabi, 1413 H/1993 M.
- Ibnu Abdil Barr, Yusuf bin Abdullah. Al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ashab. Investigasi: Ali Muhammad al-Bajawi. Beirut: Dar al-Jil, 1412 H/1992 M.
- Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad. Usd al-Ghabah fi Ma'rifah al-Shahabah. Beirut: Dar al-Fikr, 1409 H/1989 M.
- Ibnu Hajar Asqalani, Ahmad bin Ali. Al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah. Investigasi: Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Mu'awwadh. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1415 H/1995 M.
- Ibnu Sa'ad, Muhammad bin Sa'ad. Al-Thabaqat al-Kubra. Investigasi: Muhammad Abdul Qadir Atha. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1410 H/1990 M.
- Kahhalah, Umar Ridha. A'lam al-Nisa. Beirut: Mu'assasah al-Risalah, 1412 H/1991 M.
- Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Koreksi: Jawad Qayyumi Isfahani. Qom: Mu'assasah al-Nasyr al-Islami, 1373 HS.
Templat:Perawi Wanita Syiah Templat:Wanita Berpengaruh dalam Pandangan Syiah Templat:Sahabat Wanita