Lompat ke isi

Konsep:Penghargaan Besar Nabi Agung saw

Dari wikishia
Penghargaan Besar Nabi Agung saw
Konferensi mengenai Nabi Muhammad saw
Konferensi mengenai Nabi Muhammad saw
Informasi upacara
Waktu pelaksanaan3 sampai 5 Khurdad 1393 S (24-26 Mei 2014)
Tempat pelaksanaanTeheran
Asal sejarahSebagai tanggapan atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw dan kesucian Islam
Benda & SimbolMenggunakan kapasitas produk budaya untuk menampilkan hakikat dan kepribadian Nabi Muhammad saw yang sebenarnya.
Lembaga terkaitLembaga Internasional Ahlulbait as


Penghargaan Besar Nabi Agung saw (bahasa Persia: جایزه بزرگ پیامبر اعظم) adalah sebuah festival internasional budaya dan seni yang bertujuan menampilkan hakikat dan kepribadian Nabi Muhammad saw yang sebenarnya. Festival ini dibentuk sebagai reaksi terhadap berbagai tindakan penghinaan terhadap Nabi saw dan kesucian Islam yang terjadi pada tahun 1391-1392 HS (2012-2013). Tujuannya adalah memanfaatkan produk budaya, khususnya dalam bidang sinema, sastra, dan seni visual, untuk menampilkan gambaran yang sebenarnya tentang Nabi saw.

Periode pertama festival ini diselenggarakan berkat usaha Lembaga Internasional Ahlulbait as dan bekerja sama dengan berbagai lembaga budaya dan seni. Acara berlangsung dari tanggal 3 hingga 5 Khurdad 1393 HS (24-26 Mei 2014) di Teheran, dengan tiga kategori kompetisi: film pendek, skenario, serta penulisan dan penerjemahan buku. Pada upacara penutupan, diluncurkan poster untuk periode kedua festival yang berjudul Penghargaan Besar Nabi saw dan Al-Qur'an; namun periode kedua ini akhirnya tidak terlaksana.

Buku 'Is Mohammad a Prophet?' (Apakah Muhammad Seorang Nabi?) karya Mohammad Hassan Ghadiri Abyaneh, yang diterbitkan di Amerika Serikat pada tahun 1396 HS (2017), merupakan salah satu buku terpilih dari festival Penghargaan Besar Nabi Agung saw yang pertama yang diterbitkan dalam bahasa Inggris.

Latar Belakang

Poster periode kedua festival Penghargaan Besar Nabi saw yang berjudul Penghargaan Besar Nabi saw dan Al-Qur'an. Periode ini tidak terlaksana.

Pada tahun 1391-1392 HS (2012-2013), terjadi serangkaian penghinaan di Eropa dan Amerika Serikat terhadap Nabi Muhammad saw dan kesucian Islam. Peristiwa ini mendapat perhatian luas media dunia dan memicu kemarahan serta protes dari umat Islam di berbagai negara.[1]

Salah satu pemicu utama adalah pembuatan film Innocence of Muslims oleh Nakoula Basseley Nakoula di Amerika Serikat, yang bekerja sama dengan warga Koptik Mesir. Film yang menghina Nabi saw dan Islam ini menyebabkan protes besar-besaran di beberapa negara seperti Mesir dan Libya sebagai bentuk penolakan.[2]

Sebagai respons terhadap tindakan-tindakan tersebut, Lembaga Internasional Ahlulbait as pada tahun 1391 HS menyelenggarakan serangkaian program bertajuk Perjanjian dengan Nabi Rahmat dan Keadilan.[3]

Kemudian, pada tahun 1392 HS, berkat usaha lembaga tersebut dan kerja sama dengan berbagai lembaga budaya dan seni lainnya, dibentuklah sebuah kelompok kerja (pokja) yang berfokus pada menampilkan hakikat dan kepribadian Nabi Muhammad saw yang sebenarnya. Kelompok kerja ini diberi nama Penghargaan Besar Nabi Agung saw.[4]

Tujuan utama dari peluncuran penghargaan ini adalah memanfaatkan produk budaya, khususnya dalam bidang sinema, sastra, dan seni visual, untuk menampilkan hakikat dan kepribadian Nabi Muhammad saw.[5]


Periode Pertama

Sampul buku Is Mohammad a Prophet?, salah satu karya terpilih dari festival Penghargaan Besar Nabi Agung saw periode pertama, yang diterbitkan dalam bahasa Inggris.

Periode pertama festival Penghargaan Besar Nabi Agung saw diselenggarakan atas usaha Majelis Dunia Ahlulbait dan bekerja sama dengan berbagai lembaga budaya dan seni. Acara berlangsung dari tanggal 3 hingga 5 Khurdad 1393 HS (24-26 Mei 2014) di Teheran.

Pembicara pada upacara pembukaan adalah Muhammad Hasan Akhtari (Sekretaris Jenderal Majelis Dunia Ahlulbait as saat itu) dan Majid Majidi (sutradara sinema ternama Iran).

Festival ini diadakan dalam tiga kategori utama:

  1. Skenario
  2. Film Pendek (dibagi menjadi bagian animasi dan fiksi), serta dokumenter.
  3. Penulisan dan Penerjemahan Buku berbahasa Inggris, dengan dua fokus:
  • Sirah Nabi (biografi Nabi saw)
  • Jawaban atas Syubhat (keraguan tentang Islam/Nabi saw).

Upacara penutupan diadakan pada malam peringatan Bi'tsah Nabi saw, dengan pemberian hadiah kepada para pemenang utama.

Meskipun penyelenggara mengumumkan akan mengadakan festival ini pada tahun-tahun berikutnya, hanya periode pertama yang berhasil terlaksana.[6]

Buku Terpilih Festival Pertama dalam Bahasa Inggris

Atas usaha Majelis Dunia Ahlulbait, buku 'Is Mohammad a Prophet?' (Apakah Muhammad Seorang Nabi?) karya Mohammad Hassan Ghadiri Abyaneh diterbitkan dalam bahasa Inggris pada tahun 1396 HS (2017).

Penerbitan dilakukan oleh Ahlul Bayt Publications di kota Dearborn Heights, negara bagian Michigan, Amerika Serikat.[7]

Karya ini merupakan salah satu buku terpilih dari festival Penghargaan Besar Nabi Agung saw yang pertama.[8]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Syahiq-e Syaithan, Majalah Bulanan Ganjineh Majelis, No. 73-75, hlm. 5.
  2. Laporan film yang menghina Nabi saw, Majalah Bulanan Ganjineh Majelis, No. 73-75, hlm. 6.
  3. Akhtari, Kami menyelenggarakan Penghargaan Besar Nabi saw, Majalah Bulanan Ganjineh Majelis, No. 73-75, hlm. 16.
  4. Penyelenggaraan pertemuan pokja internasional Penghargaan Besar Nabi Agung saw, Hamsyahri Online.
  5. Sekretaris Festival Nabi Agung saw: Sinema dan sastra telah mengabaikan kapasitas potensialnya untuk merefleksikan kedudukan Nabi Islam., IRNA.
  6. Penyelenggaraan pertemuan pokja internasional Penghargaan Besar Nabi Agung saw, Hamsyahri Online.
  7. Buku 'Is Mohammad a Prophet?' diterbitkan atas usaha Direktorat Jenderal Kerjasama Budaya Majelis Dunia Ahlulbait as, Majelis Dunya Ahlulbait as.
  8. Buku 'Is Mohammad a Prophet?' diterbitkan atas usaha Direktorat Jenderal Kerjasama Budaya Majelis Dunia Ahlulbait as, Majelis Dunya Ahlulbait as.

Daftar Pustaka

Pranala Luar

Templat:Majelis Dunia Ahlulbait Templat:Nabi Muhammad saw