Lompat ke isi

Konsep:Mohammad Sawada

Dari wikishia

|| || || - || || || || || editorial box

Muhammad Sawada
Penulis dan Penerjemah Syiah
Penulis dan Penerjemah Syiah
Informasi Pribadi
Nama LengkapMuhammad Qaim Safa Fumio Sawada
LahirJanuari 1924 M
Tempat lahirGifu, Jepang
Wafat/Syahadah20 Dey 1390 HS/10 Januari 2012 M
Kerabat termasyhurIbrahim Tatsuichi Sawada (putra)
Informasi ilmiah
Karya-karyaTerjemahan Al-Qur'an ke dalam bahasa Jepang • Lima Gunung di Nikko sebagai Simbol Panjatan as • Nara Mencerminkan Keagungan Nabi Islam saw
Kegiatan Sosial dan Politik
SosialMenyebarkan dan mempromosikan Hadis Thaqalayn dan hadis-hadis Ahlulbait as • Anggota Majelis Umum Lembaga Internasional Ahlulbait


Muhammad Qaim Shafa Fumio Sawada, yang lebih dikenal sebagai Muhammad Sawada (1924-2012 M), adalah salah satu pengikut Syiah lama di Jepang dan penerjemah Al-Qur'an al-Karim ke dalam bahasa Jepang.

Sawada lahir pada Januari 1924 M di kota Gifu, yang terletak di bagian tengah Jepang. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah dan universitas, ia mempelajari dan meneliti agama Shinto serta cabang-cabangnya, dan menghasilkan berbagai karya di bidang ini. Pada usia lima puluh tahun, setelah mempelajari dan meneliti ajaran Islam, ia memeluk agama Islam, dan setelah tujuh tahun, ia memilih mazhab Syiah Dua Belas Imam (Itsna Asyariyah). Sejak saat itu, ia sibuk menyebarkan ajaran-ajaran Syiah. Ia wafat pada 10 Januari 2012.[1]

Di antara tindakan terpentingnya adalah menerjemahkan Al-Qur'an al-Karim ke dalam bahasa Jepang sebanyak tiga kali, serta menyebarkan dan mempromosikan Hadis Tsaqalain dan hadis-hadis Ahlulbait as. Sawada adalah salah satu anggota Majelis Umum Lembaga Internasional Ahlulbait. Ia memiliki hubungan dengan Lembaga Internasional Ahlulbait sejak tahun 1980 M dan telah beberapa kali berpartisipasi dalam pertemuan majelis ini di Teheran dan Qom, serta telah mengunjungi Iran sebanyak delapan kali.

Beberapa karyanya antara lain: Lima Gunung di Nikko sebagai Simbol [[ Ashab al-Kisa'|Ashabul Kisa as]]; Nara Mencerminkan Keagungan Nabi saw; Inari Menunjukkan Kegemilangan Islam.[2]

Ibrahim Tatsuichi Sawada, putranya, belajar di Hauzah Ilmiah Qom dan menjabat sebagai direktur Lembaga Ahlulbait as di Tokyo.[3][4]

Catatan Kaki

Daftar Pustaka