Lompat ke isi

Konsep:Ismail bin Abi Ziyad

Dari wikishia
Ismail bin Abi Ziyad
Nama lengkapIsmail bin Abi Ziyad al-Kufi
GelarSakuni, Sya'iri
WafatSekitar 180/796-97
MazhabDiperselisihkan antara Syiah dan Suni
Perawi dari Ma'shumImam Shadiq as
Para perawi darinyaHusain bin Yazid al-Naufali dan Abdullah bin Mughirah al-Bajali
KredibilitasDiperselisihkan antara kredibel dan lemah
Jumlah riwayatLebih dari seribu riwayat
KaryaAl-Nawadir dan Tafsir yang dinisbatkan kepadanya


Ismail bin Abi Ziyad al-Sakuni adalah salah seorang perawi abad ke-2 Hijriah dan termasuk di antara sahabat Imam Shadiq as. Lebih dari seribu riwayat darinya ditemukan dalam sumber-sumber Syiah. Sakuni dianggap sebagai salah satu perawi berpengaruh dalam transmisi hadis-hadis para Imam as. Mengenal perawi ini sangat penting untuk mengetahui tingkat kredibilitas riwayat-riwayatnya dalam sumber-sumber hadis Syiah.

Terdapat perbedaan pendapat mengenai kredibilitas (tautsiq) atau kelemahan (tadh'if) Sakuni; sekelompok ulama menganggapnya lemah (dha'if), sementara yang lain berpendapat bahwa ia kredibel (tsiqah). Sakuni dilemahkan dalam karya-karya rijal Ahlusunah. Beberapa ulama Syiah juga menganggap Sakuni lemah dalam hadis; namun, mengingat adanya tautsiq terhadap Sakuni oleh banyak ulama Syiah lainnya serta fakta bahwa para fukaha mengamalkan riwayat-riwayatnya, dikatakan bahwa hadis-hadis yang dinukil darinya dapat diandalkan. Disebutkan bahwa riwayat-riwayat Sakuni, jika tidak bertentangan dengan fatwa dan riwayat Imamiyah, dapat dipercaya di kalangan fukaha Syiah.

Mengenai mazhab Sakuni juga terdapat perbedaan pendapat. Pandangan yang masyhur menganggap Sakuni berasal dari kalangan Ahlusunah. Banyak ulama Syiah meyakini bahwa Sakuni bermazhab Suni. Sebaliknya, beberapa ulama Syiah lainnya berpendapat bahwa Sakuni adalah seorang Syiah.

Pengenalan

Ismail bin Abi Ziyad (wafat: sekitar 180/796-97) yang dikenal dengan julukan Sakuni dan Sya'iri, adalah salah satu perawi abad ke-2 Hijriah yang meriwayatkan banyak hadis, khususnya dalam bidang fikih, dari Imam Shadiq as. Ia dihitung sebagai salah satu sahabat Imam Shadiq as; namun, sebagian pihak berpendapat bahwa meskipun terdapat banyak riwayat Sakuni dalam sumber-sumber Imamiyah, tidak ada bukti jelas mengenai hubungannya dengan Imam Shadiq as.

Berbagai nama Sakuni ditemukan dalam sanad riwayat, antara lain: Sakuni Kufi, Sakuni, Ismail bin Abi Ziyad Sya'iri, Ismail bin Abi Ziyad, Ismail bin Muslim, Ismail bin Abi Ziyad al-Sakuni, Ismail bin Muslim al-Sakuni, Ismail bin Muslim Sya'iri, Ismail Sakuni, dan Ismail Sya'iri.

Sebagian pihak juga menganggap Ismail bin Abi Ziyad al-Syami, penulis kitab tafsir, adalah orang yang sama dengan Sakuni. Dikatakan bahwa ia pernah menjabat sebagai hakim (qadhi) di Mosul, meskipun hal ini dibantah oleh sebagian peneliti. Kitab-kitab seperti Kitab al-Kabir dan Kitab al-Nawadir dinisbatkan kepada Sakuni. Selain itu, sebuah kitab tafsir juga dikaitkan dengannya yang dikatakan termasuk dalam Ushul al-Arba'ah Mi'ah.

Kedudukan

Ismail bin Abi Ziyad dianggap sebagai seorang ahli hadis yang meriwayatkan banyak hadis, sehingga ia dipandang penting dan berpengaruh dalam koleksi hadis serta karya-karya fikih. Sakuni dikenal sebagai salah satu perawi yang berperan besar dalam mentransmisikan hadis para Imam as kepada generasi mendatang. Mengetahui sosok dan kedudukan riwayat Sakuni merupakan pembahasan lama dalam ilmu rijal Syiah, dan para peneliti hadis memberikan pandangan yang berbeda-beda dalam hal ini. Mengenal perawi ini sangat penting untuk mengevaluasi kredibilitas riwayatnya dalam sumber-sumber hadis Syiah.

Nama Sakuni tercatat dalam sanad lebih dari seribu riwayat dalam Kitab Empat (Al-Kutub al-Arba'ah). Meskipun demikian, sumber-sumber hadis utama Ahlusunah hampir kosong dari riwayat-riwayatnya. Ia termasuk perawi thabaqah kedelapan. Bagi mereka yang menganggapnya Suni, Sakuni adalah salah satu sumber non-Syiah terpenting bagi hadis Syiah. Selain itu, tidak ada perawi Suni lain yang memiliki hadis sebanyak dirinya dalam sumber-sumber Syiah. Riwayatnya yang paling banyak dinukil melalui Husain bin Yazid al-Naufali dan Abdullah bin Mughirah al-Bajali. Perawi lain seperti Abu Jahm, Ibnu Mughirah, Sulaiman bin Ja'far al-Ja'fari, Fadhallah bin Ayub, Muhammad bin Said, Muhammad bin Isa, dan Harun bin Jahm juga mendengar hadis darinya.

Kredibilitas

Terdapat perbedaan pendapat mengenai kredibilitas (tautsiq) atau pelemahan Sakuni:

  • Syiah: Banyak ulama Syiah yang melakukan tautsiq terhadap Sakuni, dan pengamalan para fukaha terhadap riwayatnya menunjukkan bahwa riwayat tersebut dapat diandalkan. Alasan terpenting tautsiq Sakuni adalah pandangan Syekh al-Thusi dalam kitab Iddah al-Ushul yang menganggapnya tsiqah. Beberapa pihak bahkan mengklaim adanya ijmak Imamiyah dalam mengamalkan riwayat Sakuni. Disebutkan bahwa riwayat Sakuni dapat dipercaya oleh fukaha Syiah jika tidak bertentangan dengan fatwa dan riwayat Imamiyah. Sebaliknya, beberapa ulama Syiah menganggap kredibilitas Sakuni lemah.
  • Ahlusunah: Ulama Ahlusunah menganggap Sakuni lemah (dha'if) dan ia dilemahkan dalam karya-karya rijal mereka seperti oleh Adz-Dzahabi, Ibnu Hibban, dan Ibnu Hajar al-Asqalani.

Mazhab Sakuni

Mengenai mazhab Sakuni terdapat perselisihan. Sebagian menganggapnya Syiah dan sebagian lagi menganggapnya Suni. Menurut para peneliti, mazhab Sakuni menjadi masalah yang berpengaruh saat terjadi pertentangan (ta'arudh) riwayat; jika Sakuni adalah Suni, maka saat terjadi pertentangan dengan riwayat yang dinukil melalui jalur Syiah, riwayat Syiah akan lebih diutamakan.

  • Syiah: Beberapa penelitian menganggap Sakuni sebagai orang Syiah dan menyebutkan beberapa alasannya. Ulama Syiah seperti Muhammad Taqi Majlisi, Muhadis Nuri, dan Sayid Muhsin al-Amin meyakini ke-Syiahan Sakuni. Dikatakan bahwa sejak masa Majlisi Pertama, topik ke-Imamiyahan Sakuni mulai dimunculkan dan dikembangkan secara khusus oleh Muhadis Nuri. Di antara alasan yang menunjukkan ke-Syiahannya adalah konten riwayatnya yang selaras dengan keyakinan Syiah dan celaan terhadap Ahlusunah, penggunaan istilah-istilah dari Imam Shadiq as yang khusus untuk sahabat Syiah, riwayat-riwayat mengenai wilayah Imam Ali as, serta keutamaan dan otoritas ilmiah Ahlulbait as. Namun, pihak lain menganggap ke-Syiahan Sakuni hanya didasarkan pada dugaan semata dan argumennya dianggap tidak memadai.
  • Suni: Dikatakan bahwa pandangan masyhur menganggap Sakuni sebagai Ahlusunah. Alasan yang disebutkan untuk ke-Suniannya mencakup keterangan dalam kitab Rijal al-Barqi, cara periwayatan dari Imam Shadiq as, serta hubungannya dengan istana Abbasiyah. Selain itu, gaya penukilan hadisnya mirip dengan Ahlusunah dan beberapa riwayat yang dinukil darinya selaras dengan keyakinan Ahlusunah serta bertentangan dengan keyakinan Imamiyah, seperti laporan yang sejalan dengan fikih umum dan bahkan manaqib tiga khalifah. Namun, beberapa peneliti menganggap alasan-alasan ini kurang kuat.
Buku "Barresi-ye Syakhshiyat-e Sakuni" (Studi Kepribadian Sakuni) karya Murtadha Abdullahi

Karya Tulis

Kitab Barresi-ye Syakhshiyat-e Haditsi Rijali-ye Sakuni (Studi Kepribadian Hadis dan Rijal Sakuni) adalah sebuah karya mengenai Ismail bin Abi Ziyad yang ditulis oleh Murtadha Abdullahi.

Catatan Kaki

Daftar Pustaka

  • Al-Abi, Hasan bin Abi Thalib. Kasyf al-Rumuz fi Syarh al-Mukhtashar al-Nafi. Qom: Penerbit Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1408 H.
  • Al-Amin, Sayid Muhsin. A'yan al-Syiah. Beirut: Penerbit Dar al-Ta'aruf li al-Mathbu'at, 1403 H.
  • Al-Barqi, Ahmad bin Muhammad. Rijal al-Barqi. Qom: Penerbit Muassasah al-Imam al-Shadiq as, 1430 H.
  • Al-Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Mizan al-I'tidal fi Naqd al-Rijal. Beirut: Penerbit Dar al-Fikr, t.th.
  • Al-Hilli, Ibnu Idris. Al-Sara'ir al-Hawi li Tahrir al-Fatawa. Qom: Penerbit Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1410 H.
  • Al-Khui, Sayid Abul Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits. t.p, 1372 HS.
  • Al-Majlisi, Muhammad Taqi. Raudhah al-Muttaqin fi Syarh Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Qom: Yayasan Budaya Islam Kushanpur, 1406 H.
  • Al-Muhaqqiq al-Hilli, Ja'far bin Hasan. Syara'i' al-Islam fi Masail al-Halal wa al-Haram. Qom: Penerbit Isma'iliyan, 1408 H.
  • Al-Najasyi, Ahmad bin Ali. Rijal al-Najasyi. Riset: Musa Syubairi Zanjani. Qom: Penerbit Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1365 HS.
  • Al-Ruhani, Sayid Muhammad Shadiq. Fiqh al-Shadiq. t.p: Madrasah al-Imam al-Shadiq, 1412 H.
  • Al-Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Fihrist. Najaf: Penerbit Al-Syarif al-Radhi, t.th.
  • Al-Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Iddah fi Ushul al-Fiqh. Qom: t.p, 1417 H.
  • Al-Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Riset: Jawad Qayyumi Isfahani. Qom: Penerbit Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1373 HS.
  • Agha Buzurg Tehrani, Muhammad Muhsin. Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syiah. Beirut: Penerbit Dar al-Adhwa, 1403 H.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali. Taqrib al-Tahdzib. Suriah: Penerbit Dar al-Rasyid, 1406 H.
  • Ibnu Hibban, Muhammad bin Hibban. Al-Majruhin min al-Muhadditsin. Riyadh: Penerbit Dar al-Shumai'i, 1420 H.
  • Mir Damad, Muhammad Baqir bin Muhammad. Al-Rawasyih al-Samawiyah fi Syarh al-Ahadits al-Imamiyah. Qom: Perpustakaan Ayatullah al-Uzhma al-Mar'asyi al-Najafi, 1405 H.
  • Mudarrisi Thabathaba'i, Hossein. Mirats-e Maktub-e Syiah (Warisan Tertulis Syiah). Terjemahan: Rasul Jafarian dan Ali Qarai. Qom: Penerbit Muwarrikh, 1386 HS.
  • Muhadis Nuri, Mirza Husain. Khatimah Mustadrak al-Wasail. Qom: Penerbit Muassasah Alu al-Bait as li Ihya' al-Turats, t.th.
  • Muhammadi Reysyahri, Muhammad. Syinakht-nameh Hadits (Buku Pengenalan Hadis). Qom: Penerbit Dar al-Hadits, 1397 HS.
  • Syabiri Zanjani, Musa. Kitab al-Nikah. Qom: Lembaga Riset Ray-Pardaz, t.th.
  • Syahid Tsani, Zainuddin bin Ali. Al-Raudhah al-Bahiyyah. Qom: Penerbit Maktabah al-Dawari, 1410 H.
  • Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Qom: Penerbit Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1363 HS.