Konsep:Ibnu Thabathaba
| Salah satu pemberontak melawan pemerintahan Ma'mun al-Abbasi dan salah satu imam Zaidiyah | |
| Nama lengkap | Muhammad bin Ibrahim bin Ismail bin Ibrahim bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan as bin Ali bin Abi Thalib as |
|---|---|
| Julukan | Abu Abdillah |
| Terkenal dengan | Ibnu Thabathaba |
| Garis keturunan | Sayid Thabathabai, salah satu keturunan Imam Hasan al-Mujtaba as |
| Lahir | 173/789-90 |
| Wafat | 1 Rajab 199/814-15 |
| Tempat dimakamkan | Najaf |
| Aktivitas | Penguasaan Kufah pada 199/814-15 • Pemberontakan melawan pemerintahan Abbasiyah pada masa Ma'mun al-Abbasi |
Muhammad bin Ibrahim bin Ismail bin Ibrahim bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan as bin Ali bin Abi Thalib as yang dikenal sebagai Ibnu Thabathaba adalah salah satu dari Sayid keluarga Thabathabai dan keturunan Imam Hasan al-Mujtaba as yang lahir di Madinah pada 173/789-90.[1] Ia ikut serta dalam Pemberontakan Syahid Fakh[2] dan kunyahnya adalah Abu Abdillah.[3]
Keluarga Thabathabai adalah putra dan keturunan Ibrahim bin Ismail Dibaj yang pertama kali dikenal dengan julukan Thabathaba.
Menurut para sejarawan, setelah kemenangan Ma'mun al-Abbasi atas saudaranya Amin al-Abbasi, karena kekacauan situasi, ia menghadapi berbagai pemberontakan. Salah satu pemberontakan ini adalah pemberontakan Ibnu Thabathaba yang termasuk dalam pemberontakan Zaidiyah. Ia awalnya pergi dari Madinah ke Kufah untuk mengumpulkan pengikut, namun gagal dan kembali ke Hijaz. Dalam perjalanan pulang, ia bertemu dengan Abus Saraya, salah satu komandan pemberontak Abbasiyah, dan dengan bantuannya ia membentuk pasukan. Pada 199/814-15, pasukan ini menyerang Kufah dan menguasai kota tersebut.[4] Slogan mereka adalah "Al-Ridha min Alu Muhammad".[5] Hasan bin Sahl, gubernur Irak, mengirim pasukan di bawah komando Zuhair bin Musayyib untuk menghadapi mereka, namun pasukan Abbasiyah kalah.[6] Menurut riwayat Abul Faraj al-Isfahani, Imam Muhammad al-Baqir as dan Zaid bin Ali as telah menubuatkan pemberontakan ini.[7]
Dalam pemberontakan Ibnu Thabathaba yang disertai dengan kehadiran aktif kaum Alawi, banyak dari mereka yang terbunuh. Menurut Abul Faraj al-Isfahani dalam kitab Maqatil al-Thalibiyyin, beberapa syuhada Alawi tersebut[8] adalah:
- Muhammad bin Muhammad bin Zaid yang memegang kepemimpinan pemberontakan setelah Ibnu Thabathaba.
- Hasan bin Husain bin Zaid dan Hasan bin Ishaq bin Ali bin Husain yang terbunuh dalam bentrokan dengan Abus Saraya dan Hartsamah.
- Muhammad bin Husain bin Hasan dan Ali bin Abdullah bin Muhammad yang gugur syahid di Yaman dalam membela pemberontakan Ibnu Thabathaba.
Menurut para sejarawan, Ibnu Thabathaba wafat pada 1 Rajab 199/814-15.[9] Kemungkinan kematiannya karena keracunan atau pembunuhan oleh Abus Saraya telah dikemukakan.[10] Beberapa sejarawan meyakini bahwa Abus Saraya membunuhnya karena penentangan Ibnu Thabathaba,[11] termasuk protes terhadap serangan mendadak ke Kufah dan permintaan untuk mengembalikan harta yang dijarah.[12][13] Setelah kematian Ibnu Thabathaba, Muhammad bin Muhammad bin Zaid dipilih sebagai penggantinya.[14]
Setelah wafatnya Ibnu Thabathaba, Abus Saraya menutup matanya dan merahasiakan kematiannya, kemudian pada malam hari bersama sekelompok Zaidiyah membawanya ke Najaf dan memakamkannya di sana. Dikatakan bahwa kerahasiaan dan pemakaman malam hari ini adalah untuk kepentingan politik.[15]
Wasiat Ibnu Thabathaba kepada orang-orang adalah agar membela Ahlulbait as dan jika perlu memilih imam, hendaknya memilih Ali bin Ubaidillah.[16] Namun setelah kematiannya, orang-orang berbaiat kepada Muhammad bin Muhammad bin Zaid.[17] Ibnu Thabathaba dimakamkan pada malam hari di Najaf, yang kemungkinan karena kepentingan politik.
Catatan Kaki
- ↑ Zirikli, Al-A'lam, 1989 M, jld. 5, hlm. 293.
- ↑ Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, 1368 H, hlm. 383.
- ↑ Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 10, hlm. 244.
- ↑ Ibnu al-Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, jld. 7, hlm. 302
- ↑ Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, 1368 H, hlm. 433; Solthani, Tarikh va 'Aqa'id-e Zaidiyah (Sejarah dan Keyakinan Zaidiyah), 1390 HS, hlm. 74.
- ↑ Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 13, hlm. 70.
- ↑ Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, 1368 H, hlm. 428-429.
- ↑ Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, 1368 H, hlm. 423.
- ↑ Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 8, hlm. 529.
- ↑ Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 8, hlm. 529.
- ↑ Gardizi, Tarikh, 1363 HS, hlm. 172.
- ↑ Ibnu al-Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 6, hlm. 305; Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, 1368 H, hlm. 531.
- ↑ Mahalli, Al-Hada'iq al-Wardiyah, 1405 H, jld. 1, hlm. 203.
- ↑ Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 8, hlm. 529.
- ↑ Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, 1368 H, hlm. 435.
- ↑ Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, 1368 H, hlm. 434.
- ↑ Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, 1368 H, hlm. 434.
Daftar Pustaka
- Abul Faraj al-Isfahani. Maqatil al-Thalibiyyin (Para Pejuang Keturunan Abu Thalib). Peneliti: Sayid Ahmad Saqar. Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1368 H.
- Dzahabi, Syamsuddin. Tarikh al-Islam (Sejarah Islam). Peneliti: Umar Abdus Salam Tadmuri. Beirut, Dar al-Kitab al-Arabi, cetakan kedua, 1413 H.
- Farmanyan, Mahdi dan Sayid Ali Musawinezhad. Zaidiyah Tarikh va 'Aqa'id (Zaidiyah Sejarah dan Keyakinan). Qom, Penerbit Adyan, 1386 HS.
- Gardizi, Abdul Hay bin Dhahak. Tarikh (Sejarah). Atas usaha Abdul Hay Habibi. Teheran, 1363 HS.
- Ibnu al-Atsir, Izzuddin. Al-Kamil fi al-Tarikh (Kesempurnaan dalam Sejarah). Beirut, Dar Sadir, 1385 H.
- Ibnu Katsir, Abu al-Fida Ismail bin Umar. Al-Bidayah wa al-Nihayah (Permulaan dan Akhir). Beirut, Dar al-Fikr, 1407/1986 M.
- Mahalli, Hamid bin Ahmad. Al-Hada'iq al-Wardiyah fi Manaqib Aimmah al-Zaidiyah (Taman Mawar Mengenai Keutamaan para Imam Zaidiyah). Damaskus, tanpa penerbit, 1405 H.
- Solthani, Mustafa. Tarikh va 'Aqa'id-e Zaidiyah (Sejarah dan Keyakinan Zaidiyah). Qom, Penerbit Adyan, 1390 HS.
- Thabari, Muhammad bin Jarir. Tarikh al-Umam wa al-Muluk (Sejarah Umat dan Raja). Peneliti: Muhammad Abu al-Fadl Ibrahim. Beirut, Dar al-Turats, cetakan kedua, 1387 H.
- Ya'qubi, Ahmad bin Ishaq. Tarikh al-Ya'qubi (Sejarah al-Ya'qubi). Beirut, Dar Sadir, 1379 H/1960 M.
- Zirikli, Khairuddin. Al-A'lam Qamus Tarajim li Asyhar al-Rijal wa al-Nisa' min al-'Arab wa al-Musta'ribin wa al-Mustasyriqin (Tokoh Terkemuka Kamus Biografi Pria dan Wanita Arab, Arabis, dan Orientalis Paling Terkenal). Beirut, Dar al-Ilm lil Malayin, cetakan kedelapan, 1989 M.