Konsep:Ibadurrahman
Ibadurrahman (Bahasa Arab: عِبادُالرَحمان; Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) adalah sekelompok orang beriman[1] dan hamba-hamba khusus Allah[2] yang dijanjikan derajat tinggi di Surga.[3] Salah satu misdaq (contoh nyata) dari Ibadurrahman dianggap adalah Ahlulbait (as).[4]
Ciri-ciri Ibadurrahman dijelaskan dalam Surah Al-Furqan ayat 63 hingga 68 dan ayat 72 hingga 76.[5] Ciri-ciri ini dianggap sebagai karakteristik manusia yang paling luhur[6] dan menggambarkan sosok Insan Kamil (manusia sempurna).[7] Dalam ayat-ayat ini, Ibadurrahman diperkenalkan sebagai hamba-hamba Allah yang sejati.[8] Dikatakan bahwa Ibadurrahman adalah mereka yang memiliki sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat-ayat ini, dan siapa pun yang mencapai penghambaan sejati kepada Allah akan termasuk dalam golongan ini.[9]
Istilah "Ibadurrahman" muncul di dua tempat dalam Al-Qur'an: satu di ayat-ayat terakhir Surah Al-Furqan dan yang lainnya di Ayat 19 Surah Az-Zukhruf, di mana Allah menyebut para malaikat sebagai "Ibadurrahman". Hal ini menyebabkan Ibadurrahman dianggap setara dengan para malaikat.[10] Penyandaran (idhafah) kata "Ibad" (hamba-hamba) kepada "Rahman" (Yang Maha Pengasih) adalah penyandaran tasy rifi (penghormatan), di mana kata yang disandarkan mendapat kemuliaan dan kehormatan dari kata yang disandarinya.[11] Ibadurrahman merujuk pada hamba-hamba yang tercakup dalam rahmat khusus Ilahi dan layak menerima rahmat-rahmat istimewa Allah.[12]
Para mufasir, berdasarkan ayat-ayat Surah Al-Furqan, menjelaskan ciri-ciri Ibadurrahman sebagai berikut:
- Tawadhu dan menafikan kesombongan:[13] Ibadurrahman berjalan tanpa pamer dan kesombongan, serta pengikut dan pelayan tidak berjalan di belakang mereka.[14]
- Hilm dan penyantun:[15] Menghadapi orang-orang jahil (bodoh), mereka menjawab tanpa kekerasan dan kekasaran.[16]
- Infak yang moderat:[17] Mereka berinfak sesuai kemampuan mereka, tidak lebih dan tidak kurang (tidak boros dan tidak kikir).[18]
- Menjauhi kesyirikan:[19] Tauhid mengalir dalam akidah, akhlak, dan perbuatan Ibadurrahman.[20]
- Tidak membunuh orang yang tidak bersalah:[21] Ibadurrahman tidak membunuh hamba-hamba Allah yang tidak bersalah.
- Menjauhi majelis yang batil:[22] Mereka menghindari kehadiran di majelis maksiat, nyanyian (ghina), hal-hal yang melalaikan, dan kebohongan.[23]
- Menjauhi hal-hal yang sia-sia (Laghw): Mereka melewati hal-hal yang tidak bertujuan dan sia-sia dengan sikap mulia (karima).[24]
- Menghidupkan malam dan berpikir:[25] Mereka terjaga di malam hari dan memikirkan ayat-ayat Ilahi.[26]
- Khawatir terhadap akhirat:[27] Mereka selalu khawatir akan akibat di akhirat dan azab Ilahi.
- Menjaga kesucian dan kesabaran:[28] Memiliki akhlak yang suci dan sabar dalam menghadapi kesulitan.[29]
- Perhatian terhadap pendidikan anak dan menjadi teladan:[30] Mementingkan pendidikan anak-anak dan keberhasilan menjadi teladan bagi orang-orang yang bertakwa.[31]
Buku Shifat 'Ibad ar-Rahman fi al-Qur'an karya Haidar Ya'qubi, murid Sayid Kamal Haidari, membahas sifat-sifat Ibadurrahman dalam Al-Qur'an dalam bahasa Arab. Setelah menjelaskan tiga belas sifat berbeda dari hamba-hamba khusus ini, buku tersebut membahas pahala bagi mereka.[32] Selain itu, buku Valatarin Bandegan: Syarh va Tafsir-e Ayat-e Ibadurrahman karya Abu al-Qasim Alian Nejadi, dengan menggunakan ceramah-ceramah Nashir Makarim Syirazi, menafsirkan sifat-sifat Ibadurrahman dalam bahasa Persia.[33]
Catatan Kaki
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, hlm. 239.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 168; Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 7, hlm. 504.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 169.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 169.
- ↑ Kusya, "Ibadurrahman", hlm. 910.
- ↑ Kusya, "Ibadurrahman", hlm. 910.
- ↑ Subhani, Simaye Ensan-e Kamel dar Qur'an, 1377 HS, hlm. 235.
- ↑ Mishbah Yazdi, Rastegaran, Qom, hlm. 156.
- ↑ 'Arefi Mina-Abad, "Simaye Ibadurrahman dar Qur'an", hlm. 17.
- ↑ Makarim Syirazi, Valatarin Bandegan, 1383 HS, hlm. 15.
- ↑ Mishbah Yazdi, Rastegaran, Qom, hlm. 156; Asykuri, Tafsir-e Syarif-e Lahiji, 1373 HS, jld. 3, hlm. 349.
- ↑ Mishbah Yazdi, Rastegaran, Qom, hlm. 156.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 147; Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 7, hlm. 279; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jld. 14, hlm. 281; Baidhawi, Anwar al-Tanzil, 1418 H, jld. 4, hlm. 130.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 481.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 149.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 482; Sulthan Ali Syah, Bayan al-Sa'adah fi Maqamat al-'Ibadah, 1408 H, jld. 3, hlm. 148; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 15, hlm. 239; Kusya, "Ibadurrahman", hlm. 911.
- ↑ Qara'ati, Tafsir-e Nur, 1388 HS, jld. 6, hlm. 282.
- ↑ Qurasyi Banabi, Tafsir-e Ahsan al-Hadits, 1375 HS, jld. 7, hlm. 318; Mishbah Yazdi, Rastegaran, Qom, hlm. 241.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 156; Mishbah Yazdi, Rastegaran, Qom, hlm. 265.
- ↑ Kusya, "Ibadurrahman", hlm. 911.
- ↑ Qurasyi Banabi, Tafsir-e Ahsan al-Hadits, 1375 HS, jld. 7, hlm. 318; Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 15, hlm. 156.
- ↑ Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 7, hlm. 283.
- ↑ Qurasyi Banabi, Tafsir-e Ahsan al-Hadits, 1375 HS, jld. 7, hlm. 321.
- ↑ Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 7, hlm. 283; Kusya, "Ibadurrahman", hlm. 911.
- ↑ Qara'ati, Tafsir-e Nur, 1388 HS, jld. 6, hlm. 278.
- ↑ Mishbah Yazdi, Rastegaran, Qom, hlm. 319; Kusya, "Ibadurrahman", hlm. 911.
- ↑ Mishbah Yazdi, Rastegaran, Qom, hlm. 263.
- ↑ Makarim Syirazi, Valatarin Bandegan, 1383 HS, hlm. 187; Qurasyi Banabi, Tafsir-e Ahsan al-Hadits, 1375 HS, jld. 7, hlm. 318.
- ↑ Makarim Syirazi, Valatarin Bandegan, 1383 HS, hlm. 248.
- ↑ Makarim Syirazi, Valatarin Bandegan, 1383 HS, hlm. 14.
- ↑ Kusya, "Ibadurrahman", 1396 HS, hlm. 911.
- ↑ Shifat 'Ibad ar-Rahman fi al-Qur'an, Muassasah Imam Jawad.
- ↑ Situs Informasi Kantor Ayatullah Makarim Syirazi.
Daftar Pustaka
- Abu al-Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir al-Qur'an. Tashih: Muhammad Ja'far Yahaqqi. Masyhad, Astan Quds Razavi, Bonyad-e Pazhuhesh-haye Eslami, 1408 H.
- 'Arefi Mina-Abad, Raheb. "Simaye Ibadurrahman dar Qur'an" (Gambaran Ibadurrahman dalam Al-Qur'an). Habl al-Matin, No. 13, Tahun Keempat, Musim Dingin 1394 HS.
- Asykuri, Muhammad bin Ali. Tafsir-e Syarif-e Lahiji. Teheran, Daftar-e Nashr-e Dad, 1373 HS.
- Baidhawi, Abdullah bin Umar. Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-'Arabi, 1418 H.
- Husaini Syah-Abdul Azhimi, Husain. Tafsir-e Itsna 'Asyari. Penerbit Miqat, Cetakan Pertama, Teheran, 1363 HS.
- Kusya, Muhammad Ali. "Ibadurrahman". Daneshnameh-ye Mo'aser-e Qur'an-e Karim. Pengawas Ilmiah: Sayid Salman Shafavi. Qom, Salman Azadeh, 1396 HS.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir-e Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1371 HS.
- Makarim Syirazi, Nashir. Valatarin Bandegan (Hamba-hamba Paling Mulia). Penyusunan: J. Farazmand. Qom, Nasl-e Javan, 1383 HS.
- Mishbah Yazdi, Muhammad Taqi. Rastegaran. Penyusunan dan Penulisan: Muhammad Mahdi Naderi Qomi. Qom, Penerbit Muassasah Amuzeshi va Pazhuheshi Imam Khomeini (ra), Tanpa Tahun.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. Al-Tafsir al-Kasyif. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, 1424 H.
- Qara'ati, Muhsin. Tafsir-e Nur. Teheran, Markaz-e Farhangi-ye Darsha-i az Qur'an, 1388 HS.
- Qurasyi Banabi, Ali Akbar. Tafsir-e Ahsan al-Hadits. Teheran, Bonyad-e Be'tsat, 1375 HS.
- Situs Informasi Kantor Ayatullah Makarim Syirazi
- Shifat 'Ibad ar-Rahman fi al-Qur'an, Muassasah Imam Jawad, Tanggal kunjungan: 26 Bahman 1402 HS.
- Subhani, Ja'far. Simaye Ensan-e Kamel dar Qur'an (Wajah Manusia Sempurna dalam Al-Qur'an). Qom, Daftar-e Tablighat-e Eslami-ye Hauzah Ilmiah Qom, 1377 HS.
- Sulthan Ali Syah, Sulthan Muhammad bin Haidar. Bayan al-Sa'adah fi Maqamat al-'Ibadah. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1408 H.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1390 H.
- Thabrisi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Nashir Khusro, 1372 HS.
- Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Tahqiq: Ahmad Habib al-Amili. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-'Arabi, Tanpa Tahun.