Lompat ke isi

Konsep:Ayat 94 Surah Al-Baqarah

Dari wikishia
Ayat 94 Surah Al-Baqarah
Informasi Ayat
SurahAl-Baqarah
Ayat94
Juz1
Informasi Konten
TentangPenolakan atas anggapan kaum Yahudi bahwa hanya mereka yang akan masuk surga
Ayat-ayat terkaitAyat 6 Surah Al-Jumu'ah


Ayat 94 Surah Al-Baqarah memerintahkan kepada Nabi saw untuk mengatakan kepada kaum Yahudi[1] bahwa jika mereka menganggap Surga hanya diperuntukkan bagi mereka sendiri, maka hendaknya mereka mengharapkan kematian.[2] Mengenai alasan mengharapkan kematian, dikatakan bahwa seseorang yang yakin akan menjadi penghuni surga, maka ia akan rindu kepadanya dan ingin segera mencapainya.[3] Pada ayat selanjutnya disebutkan bahwa mereka sekali-kali tidak akan pernah menginginkan kematian tersebut.[4]

Ayat 94 Surah Al-Baqarah merupakan bentuk kecaman dan argumentasi terhadap pandangan kaum Yahudi.[5] Di bagian awal ayat, dinukil anggapan kaum Yahudi yang mengklaim negeri akhirat sebagai kekhususan bagi mereka saja. Dalam menjelaskan ungkapan ini, dikatakan bahwa kaum Yahudi menyangka bahwa Surga hanya untuk mereka dan orang lain termasuk Nabi Islam saw serta kaum Muslimin[6] tidak akan masuk ke dalamnya.[7] Sebagian juga menafsirkan bahwa kaum Yahudi meyakini mereka akan masuk surga tanpa melalui perhitungan amal (hisab), berbeda dengan orang lain yang akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kecil maupun besar mereka.[8]

Beberapa mufasir menyebutkan bahwa kaum Yahudi menganggap diri mereka sebagai rasul (bangsa) yang unggul, di mana surga diciptakan demi mereka dan api neraka tidak akan menyentuh mereka; karena mereka adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih pilihan-Nya.[9]

Al-Qur'an memberikan argumentasi bagi mereka bahwa jika kamu memiliki anggapan demikian, maka lakukanlah permohonan mati agar lebih cepat sampai ke surga yang dijanjikan. Ayat selanjutnya (Ayat 95 Surah Al-Baqarah) mengabarkan bahwa mereka sekali-kali tidak akan melakukan keinginan tersebut.[10] Dinukil dari Nabi Islam saw bahwa seandainya mereka mengharapkan kematian, niscaya mereka akan mati dan melihat tempat kedudukan mereka di neraka.[11]

Dalam Ayat 6 Surah Al-Jumu'ah juga ditujukan kepada kaum Yahudi, jika kamu mengira bahwa hanya kamu lah kekasih-kekasih Allah dan bukan orang lain, maka harapkanlah kematian.[12] Pada ayat berikutnya disebutkan bahwa mereka sekali-kali tidak akan mengharapkan hal itu.[13]

Katakanlah (wahai Muhammad): "Kalau Syurga negeri akhirat itu telah menjadi hak istimewa untuk kamu pada sisi Allah, tidak boleh dicampuri oleh orang-orang lain (seperti yang kamu dakwakan itu), maka cita-citakanlah mati (supaya kamu dimatikan sekarang juga), jika betul kamu orang-orang yang benar".


Catatan Kaki

  1. Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 1, hal. 336.
  2. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 1, hal. 319.
  3. Thabarsi, Tafsir Jawami' al-Jami', 1377 HS, jld. 1, hal. 64.
  4. Husseini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hal. 25.
  5. Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 1, hal. 336; Syaikh Thusi, at-Tibyan, Beirut, jld. 1, hal. 357.
  6. Faidh Kasyani, Tafsir al-Shafi, 1415 H, jld. 1, hal. 165.
  7. Husseini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hal. 25.
  8. Fadhlullah, Tafsir Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 2, hal. 129.
  9. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 1, hal. 355.
  10. Qurasyi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1377 HS, jld. 1, hal. 193.
  11. Qumi Masyhadi, Tafsir Kanz al-Daqaiq, 1368 HS, jld. 2, hal. 89.
  12. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 24, hal. 116.
  13. Surah Al-Jumu'ah, ayat 7.

Daftar Pustaka

  • Husseini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut: Dar al-Ulum, Cetakan Kedua, 1423 H.
  • Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. at-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Dengan Mukadimah: Syaikh Agha Bozorg Tehrani. Riset: Ahmad Qashir Amili. Beirut: Dar Ihya at-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Tafsir Jawami' al-Jami'. Teheran: Penerbit Universitas Teheran - Manajemen Hauzah Ilmiah Qom, Cetakan Pertama, 1377 HS.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Mukadimah: Mohammad Javad Balaghi. Teheran: Nasir Khosrow, Cetakan Ketiga, 1372 HS.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut: Dar al-Ma'rifah, Cetakan Pertama, 1412 H.
  • Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir Min Wahy al-Qur'an. Beirut: Dar al-Malak lil-Thiba'ah wa al-Nasyr, Cetakan Kedua, 1419 H.
  • Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir al-Shafi. Riset: Hossein A'lami. Teheran: Entesyarat al-Sadr, Cetakan Kedua, 1415 H.
  • Qurasyi, Sayid Ali Akbar. Tafsir Ahsan al-Hadits. Teheran: Bunyad-e Bi'tsat, Cetakan Ketiga, 1377 HS.
  • Qumi Masyhadi, Muhammad bin Muhammad Reza. Tafsir Kanz al-Daqaiq wa Bahr al-Gharaib. Riset: Hossein Dargahi. Teheran: Sazman-e Chap wa Entesyarat-e Wezarat-e Ersyad-e Eslami, Cetakan Pertama, 1368 HS.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Pertama, 1374 HS.