Konsep:Ayat 92 Surah Ali 'Imran
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Surah | Surah Ali 'Imran |
| Ayat | 92 |
| Juz | 3 |
| Informasi Konten | |
| Tempat Turun | Madinah |
| Deskripsi | Infaq |
| Ayat-ayat terkait | Ayat Birr, Ayat 254 Surah Al-Baqarah, Ayat 195 Surah Al-Baqarah, Ayat 16 Surah At-Taghabun, Ayat 8 Surah Al-Insan |
Ayat 92 Surah Ali 'Imran menganggap orang yang benar-benar baik adalah seseorang[1] yang menginfakkan apa yang dicintainya.[2] Menurut ayat ini, infaq harus berasal dari aset terbaik agar pemberi infaq mencapai puncak kebajikan.[3] Karakteristik ini dianggap sebagai salah satu sifat dari Al-Abrar.[4]
| “ | لَنْ تَنالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَما تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
|
” |
Kamu tidak sekali-kali akan dapat mencapai (hakikat) kebajikan dan kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu dermakan sebahagian dari apa yang kamu sayangi. Dan sesuatu apa jua yang kamu dermakan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Dikatakan bahwa jalan untuk mencapai derajat orang-orang yang berbuat baik adalah dengan berinfaq secara ikhlas dari hal-hal yang disukai; oleh karena itu, keterikatan pada dunia menyebabkan seseorang terhalang untuk mencapai derajat birr.[5] Dalam tafsir Manhaj al-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin disebutkan bahwa manusia hanya dengan berinfaq dari apa yang dicintainya akan mencapai hakikat kebaikan, rida Allah, dan surga.[6]
Terdapat perbedaan pendapat mengenai makna kata "Birr" dalam ayat ini.[7] Sebagian meyakini bahwa yang dimaksud adalah surga,[8] dalam artian bahwa engkau tidak akan sampai ke surga hingga engkau menginfakkan apa yang engkau cintai.[9] Yang lain juga menyebutkan ketaatan kepada Allah, kebaikan, Takwa, dan al-abrar sebagai makna dari "Birr".[10] Meskipun demikian, dikatakan bahwa lahiriah ayat menunjukkan bahwa konsep "Birr" sangat luas dan mencakup semua makna tersebut.[11] Berdasarkan kalimat terakhir ayat: "Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya", dikatakan bahwa infaq akan mendapatkan pahala di dunia dan akhirat serta tidak berarti hilangnya harta.[12]
Beberapa mufasir di bawah ayat ini merujuk pada infaq Sayidah Zahra sa pada malam pernikahan.[13] Nabi Islam saw membelikan pakaian baru untuk Sayidah Zahra sa untuk dikenakan pada malam pernikahan. Sayidah Zahra sa setelah upacara memberikan pakaian yang dikenakannya saat pernikahan kepada Fakir yang meminta makanan dan pakaian. Kemudian beliau membaca ayat "LAN TANALUL BIRRA HATTA TUNFIQU MIMMA TUHIBBUN".[14]
Catatan Kaki
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 3, hlm. 2.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 3, hlm. 3.
- ↑ Makarem Syirazi, Walatarin Bandegan, 1383 HS, hlm. 138.
- ↑ Subhani, Mansyur-e Javid, Qom, jil. 5, hlm. 660.
- ↑ Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jil. 1, hlm. 563.
- ↑ Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, Teheran, jil. 2, hlm. 267.
- ↑ Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jil. 2, hlm. 792.
- ↑ Maibudi, Kasyf al-Asrar, 1371 HS, jil. 2, hlm. 199.
- ↑ Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan, 1408 H, jil. 4, hlm. 426.
- ↑ Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan, 1408 H, jil. 4, hlm. 426; Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jil. 2, hlm. 792.
- ↑ Makarem Syirazi, Akhlaq dar Quran, 1370 HS, jil. 2, hlm. 390.
- ↑ Quraysyi Banabi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1375 HS, jil. 2, hlm. 133.
- ↑ Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jil. 1, hlm. 562.
- ↑ Syustari, Ihqaq al-Haq wa Izhaq al-Bathil, 1409 H, jil. 10, hlm. 401.
Daftar Pustaka
- Abu al-Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir al-Qur'an. Masyhad, Yayasan Riset Islam, 1408 H.
- Kasyani, Fathullah bin Syukrullah. Manhaj al-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin. Teheran, Kitabforousyi Islamiyah, Tanpa Tahun.
- Maibudi, Ahmad bin Muhammad. Kasyf al-Asrar wa 'Uddah al-Abrar. Atas usaha Ali Ashghar Hikmat. Teheran, Amirkabir, 1371 HS.
- Makarem Syirazi, Nashir. Akhlaq dar Quran (Etika dalam Al-Qur'an). Qom, Madrasah al-Imam Ali bin Abi Thalib as, 1370 HS.
- Makarem Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 HS.
- Makarem Syirazi, Nashir. Walatarin Bandegan (Hamba-hamba Paling Mulia). Disusun oleh J. Farazmand. Qom, Nasl-e Javan, 1383 HS.
- Qara'ati, Mohsen. Tafsir Nur. Teheran, Pusat Budaya Dars-haye az Quran, 1388 HS.
- Quraysyi Banabi, Ali Akbar. Tafsir Ahsan al-Hadits. Teheran, Yayasan Bi'tsat, 1375 HS.
- Syustari, Qadhi Nurullah. Ihqaq al-Haq wa Izhaq al-Bathil. Qom, Perpustakaan Ayatullah al-Mar'asyi al-Najafi, 1409 H.
- Subhani, Jafar. Mansyur-e Javid. Qom, Lembaga Imam Shadiq as, Tanpa Tahun.
- Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Nashir Khosrow, 1372 HS.