Lompat ke isi

Konsep:Ayat 83 Surah Al-Qashash

Dari wikishia
Ayat 83 Surah Al-Qashash
Informasi Ayat
SurahSurah Al-Qashash
Ayat83
Juz20
Informasi Konten
Tempat
Turun
Makkah
DeskripsiSifat orang-orang bertakwa


Ayat 83 Surah Al-Qashash menetapkan negeri akhirat (Surga)[1] secara khusus bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri (mencari keunggulan) di muka bumi dan tidak pula berbuat kerusakan.[2] Dalam ayat ini, kesudahan yang baik (husnulkhatimah) dikhususkan bagi orang-orang bertakwa yang telah menyucikan diri dari hawa nafsu dan tidak mencari keagungan di bumi layaknya para penguasa yang sewenang-wenang (jabbar);[3] bahkan, tebersit keinginan atau niat untuk hal tersebut pun tidak ada di dalam hati mereka.[4] Para mufasir memaknai kata "al-aqibah" sebagai surga atau kebahagiaan di dunia dan akhirat.[5]

Negeri akhirat (yang telah diterangkan nikmat-nikmatnya) itu, Kami sediakan bagi orang-orang yang tidak bertujuan hendak mendapat penghormatan dan kebesaran di muka bumi, dan tidak pula hendak melakukan kerusakan; dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.


Berupaya menguasai orang lain secara batil,[6] bersikap takabur dan merasa lebih superior dari penduduk bumi lainnya,[7] menyombongkan diri di hadapan hamba-hamba Allah,[8] berbuat zalim,[9] melakukan agresi dan tindakan amoral,[10] serta menindas sesama layaknya Firaun dan Karun,[11] selengkapnya dikategorikan sebagai bentuk mencari keunggulan dan membuat kerusakan di muka bumi.[12] Pada dasarnya, sikap arogan (isti'la) dan superioritas merupakan bagian dari kerusakan itu sendiri; namun, karena signifikansinya yang sangat besar, sifat ini disebutkan secara terpisah di dalam Al-Qur'an.[13]

Kitab tafsir Majma' al-Bayan menukil sebuah riwayat dari Imam Ali as yang menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan para pemimpin yang adil dan rendah hati, serta para pemangku kekuasaan lainnya.[14] Di samping itu, jika menilik kisah Karun yang diuraikan pada ayat-ayat sebelumnya, sosok tersebut dipandang sebagai representasi nyata dari individu yang gila kedudukan dan kesombongan sebagaimana dimaksud dalam ayat ini.[15] Dalam riwayat yang lain, Imam Ali as juga menegaskan bahwa apabila seseorang merasa bangga dan bersukacita hanya karena tali sepatunya lebih bagus daripada tali sepatu temannya, maka perasaan tersebut sudah termasuk ke dalam cakupan larangan ayat ini.[16]

Catatan Kaki

  1. Thabathaba'i, al-Mizan, 1390 H, jil. 16, hlm. 81; Kasyifi, Tafsir Huseini (Mawahib 'Aliyyah), Kitabforousyi Nur, hlm. 874.
  2. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 16, hlm. 177.
  3. Kasyifi, Tafsir Huseini (Mawahib 'Aliyyah), Kitabforousyi Nur, hlm. 874.
  4. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 16, hlm. 178.
  5. Quraysyi Banabi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1375 HS, jil. 8, hlm. 93.
  6. Mughniyah, al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jil. 6, hlm. 89.
  7. Kasyifi, Tafsir Huseini (Mawahib 'Aliyyah), Kitabforousyi Nur, hlm. 874.
  8. Thabathaba'i, al-Mizan, 1390 H, jil. 16, hlm. 81.
  9. Kasyifi, Tafsir Huseini (Mawahib 'Aliyyah), Kitabforousyi Nur, hlm. 874.
  10. Mughniyah, al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jil. 6, hlm. 89.
  11. Baidhawi, Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil, 1418 H, jil. 4, hlm. 186.
  12. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 16, hlm. 178.
  13. Thabathaba'i, al-Mizan, 1390 H, jil. 16, hlm. 81.
  14. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jil. 7, hlm. 420.
  15. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 16, hlm. 178; Quraysyi Banabi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1375 HS, jil. 8, hlm. 93.
  16. Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jil. 7, hlm. 100; Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 16, hlm. 178.

Daftar Pustaka

  • Baidhawi, Abdullah bin Umar. Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1418 H.
  • Kasyifi, Husain bin Ali. Tafsir Huseini (Mawahib 'Aliyyah). Saravan, Kitabforousyi Nur, Tanpa Tahun.
  • Makarem Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 HS.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. al-Tafsir al-Kasyif. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, 1424 H.
  • Qara'ati, Mohsen. Tafsir Nur. Teheran, Pusat Budaya Dars-haye az Quran, 1388 HS.
  • Quraysyi Banabi, Ali Akbar. Tafsir Ahsan al-Hadits. Teheran, Yayasan Bi'tsat, 1375 HS.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1390 H.
  • Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Nashir Khosrow, 1372 HS.