Lompat ke isi

Konsep:Ayat 69 Surah Al-Ma'idah

Dari wikishia
Ayat 69 Surah Al-Ma'idah
Informasi Ayat
SurahSurah Al-Ma'idah
Ayat69
Juz6
Informasi Konten
Tempat
Turun
Madinah
Ayat-ayat terkaitAyat 62 Surah Al-Baqarah


Ayat 69 Surah Al-Ma'idah menganggap keselamatan kaum Muslimin, Yahudi, Sabi'in, dan Nasrani bersyarat pada iman kepada Allah, hari kiamat, dan melakukan Amal Saleh.[1] Pada hari kiamat, bagi orang-orang ini tidak akan ada rasa takut dan tidak pula mereka bersedih hati.[2]

Sayid Mahmud Thaleghani, mufasir Al-Qur'an, berpendapat bahwa ayat 69 Surah Al-Ma'idah, sebagaimana Ayat 62 Surah Al-Baqarah, menyatakan secara eksplisit dan tanpa takwil atau batasan apa pun bahwa keselamatan bersyarat pada iman kepada Allah, Akhirat, dan amal saleh.[3]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi, dan orang-orang Saabiein, dan orang-orang Nasrani - sesiapa sahaja di antara mereka yang beriman kepada Allah (dan segala RasulNya meliputi Nabi Muhammad s.a.w) dan (beriman kepada) hari akhirat serta beramal soleh, maka tidaklah ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.


Sebagian meyakini bahwa ayat tersebut bermakna keselamatan para pengikut berbagai agama[4] dan berpandangan bahwa tidak perlu menerima Islam, melainkan iman kepada Allah dan akhirat serta melakukan amal saleh sudah cukup.[5] Sebagai jawaban atas pemahaman ini, dikatakan bahwa ayat tersebut turun dalam situasi di mana orang-orang Yahudi dan Nasrani merasa memiliki keunggulan atas agama mereka dan menganggap diri mereka sebagai satu-satunya ahli keselamatan.[6] Ayat ini menekankan bahwa iman tanpa amal saleh, bahkan dari pihak Muslim sekalipun, tidaklah berharga, dan hanya iman sejati kepada Allah dan hari kiamat disertai amal saleh yang menyebabkan keselamatan.[7] Oleh karena itu, tujuan ayat ini adalah menafikan superioritas agama dan tidak ingin menyatakan bahwa semua agama itu valid.[8] Jafar Subhani juga meyakini bahwa ayat ini tidak ada hubungannya dengan pluralisme agama.[9]

Dalam jawaban lain, dikatakan bahwa jika orang-orang Yahudi dan Nasrani mengamalkan isi kitab-kitab mereka, mereka akan beriman kepada Nabi Islam saw karena kabar gembira tentang kemunculan beliau terdapat dalam kitab-kitab tersebut.[10] Selain itu, Ayat 85 Surah Ali 'Imran dan ayat-ayat Al-Qur'an lainnya secara jelas mengajak kepada Islam, sehingga pemahaman pluralisme bertentangan dengan ayat-ayat ini.[11] Sebagian juga menganggap ayat ini berkaitan dengan kaum Muslimin pada awal Islam yang khawatir akan keselamatan ayah-ayah mereka yang non-Muslim, dan sebagai jawaban atas kekhawatiran tersebut dikatakan bahwa siapa pun yang pada zamannya beriman kepada nabi dan kitab samawi serta beramal saleh, maka ia termasuk ahli keselamatan.[12] Sebagian lainnya menganggap ayat ini mengenai orang-orang yang tidak mengetahui tentang agama Islam.[13]

Catatan Kaki

  1. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 5, hlm. 26-27.
  2. Lahiji, Tafsir Syarif Lahiji, 1373 HS, jil. 1, hlm. 686.
  3. Thaleghani, Partovi az Quran, 1362 HS, jil. 1, hlm. 181.
  4. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 5, hlm. 27.
  5. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 1, hlm. 283-284.
  6. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 1, hlm. 283.
  7. Thabathaba'i, al-Mizan, 1390 H, jil. 6, hlm. 67 dan jil. 1, hlm. 193; Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jil. 2, hlm. 341.
  8. Subhani, Mansyur-e Javid, Qom, jil. 14, hlm. 271.
  9. Subhani, Jafar, Madkhal Masail Jadid dar Ilm al-Kalam, 1382 HS, jil. 2, hlm. 315.
  10. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 1, hlm. 284.
  11. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 1, hlm. 283-284.
  12. Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 1, hlm. 284.
  13. Quraysyi Banabi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1375 HS, jil. 3, hlm. 114.

Daftar Pustaka

  • Lahiji, Muhammad bin Ali. Tafsir Syarif Lahiji. Teheran, Penerbit Dad, 1373 HS.
  • Makarem Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 HS.
  • Qara'ati, Mohsen. Tafsir Nur. Teheran, Pusat Budaya Dars-haye az Quran, 1388 HS.
  • Quraysyi Banabi, Ali Akbar. Tafsir Ahsan al-Hadits. Teheran, Yayasan Bi'tsat, 1375 HS.
  • Subhani, Jafar. Madkhal Masail Jadid dar Ilm al-Kalam. Qom, Lembaga Imam Shadiq as, 1382 HS.
  • Subhani, Jafar. Mansyur-e Javid. Qom, Lembaga Imam Shadiq as, Tanpa Tahun.
  • Thaleghani, Mahmud. Partovi az Quran. Teheran, Syerkat-e Sahami-ye Entesyarat, 1362 HS.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1390 H.