Konsep:Ayat 45 Surah Al-Baqarah
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Surah | Al-Baqarah |
| Ayat | 45 |
| Juz | 1 |
| Informasi Konten | |
| Tentang | Memohon pertolongan dengan sabar dan salat |
Ayat 45 Surah Al-Baqarah memerintahkan untuk memohon pertolongan melalui Sabar dan Salat.[1] Ayat ini menganggap sabar dan salat sebagai perkara yang berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.[2] Kata sabar dalam ayat ini dimaknai sebagai sabar terhadap hal-hal yang haram, sabar terhadap kedudukan duniawi,[3] dan secara umum bermakna sabar dalam menghadapi segala kemaksiatan, menunaikan berbagai ketaatan, serta menanggung bermacam musibah.[4] "Salat" dalam ayat ini disebutkan bermakna salat lima waktu dan selawat atas Nabi saw dan keluarganya as,[5] serta bermakna hudhur al-qalb yang menyebabkan tajalli sifat-sifat Allah.[6] Khasyi'in dimaknai sebagai orang-orang mukmin[7] dan ahli tawaduk di hadapan Allah Swt,[8] yang mana pada ayat selanjutnya (Ayat 46 Surah Al-Baqarah) mereka disifatkan sebagai orang-orang yang "meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya".[9]
| “ | وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَـٰشِعِينَ
|
” |
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk;
Sayid Mahmoud Thaleqani, mufasir dan ulama Syiah, memberikan catatan bahwa sabar bukan bermakna menyerah dan tidak mengeluh. Sabar adalah kekuatan kehendak imani dan penguasaannya atas gejolak serta reaksi nafsu.[10] Ibnu Arabi, arif Muslim, menganggap sabar sebagai ketabahan atas sesuatu yang tidak kita sukai namun terjadi pada kita, sehingga dengan kesabaran itu kita sampai pada derajat rida Ilahi.[11]
Kata kabirah dalam ungkapan "innaha lakabīratun" dimaknai sebagai kesulitan dan berat.[12] Mayoritas mufasir berpendapat bahwa kata ganti "ha" dalam "innaha lakabīratun" kembali kepada salat,[13] sehingga ayat tersebut bermakna bahwa salat adalah perkara yang berat.[14] Beberapa pihak juga beranggapan bahwa kata ganti tersebut kembali kepada perbuatan memohon pertolongan (isti'anah).[15] Syaikh Thusi juga mengemukakan kemungkinan bahwa baik sabar maupun salat keduanya merupakan perkara yang berat.[16]
Berdasarkan perkataan Wahidi (wafat 468/1075-76), mayoritas ahli ilmu menganggap ayat ini ditujukan kepada Ahli Kitab, namun pada saat yang sama ayat ini mencakup seluruh manusia dari sisi Akhlak dan adab.[17] Bagian dari ayat 45 Surah Al-Baqarah ini diulang dalam Ayat 153 surah yang sama,[18] di mana di sana ditujukan kepada orang-orang yang telah beriman dengan bunyi: "Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."[19]
Catatan Kaki
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 2, hal. 19.
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 2, hal. 19.
- ↑ Bahrani, al-Burhan, 1416 H, jld. 1, hal. 208.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir al-Shafi, 1415 H, jld. 1, hal. 125.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir al-Shafi, 1415 H, jld. 1, hal. 126.
- ↑ Ibnu Arabi, Tafsir Ibn Arabi, 1422 H, jld. 1, hal. 31
- ↑ Ibnu Asyur, al-Tahrir wa al-Tanwir, Beirut, jld. 1, hal. 461.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 1, hal. 218.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, Teheran, 1374 HS, jld. 1, hal. 216.
- ↑ Thaleqani, Partovi az Qur'an, 1362 H, jld. 1, hal. 145-146.
- ↑ Ibnu Arabi, Tafsir Ibn Arabi, 1422 H, jld. 1, hal. 31
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 1, hal. 218.
- ↑ Syaikh Thusi, at-Tibyan, Beirut, jld. 1, hal. 203.
- ↑ Mahalli, Tafsir al-Jalalain, 1416 H, hal. 10.
- ↑ Thabarsi, Tafsir Jawami' al-Jami', 1377 HS, jld. 1, hal. 43.
- ↑ Syaikh Thusi, at-Tibyan, Beirut, jld. 1, hal. 203.
- ↑ Wahidi, Asbab Nuzul al-Qur'an, 1411 H, hal. 27.
- ↑ Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 1, hal. 94.
- ↑ Surah Al-Baqarah, ayat 153.
Daftar Pustaka
- Ibnu Asyur, Muhammad bin Thahir. al-Tahrir wa al-Tanwir. Beirut, Muassasah al-Tarikh, Cetakan Pertama, tanpa tahun.
- Ibnu Arabi, Muhyiddin Muhammad. Tafsir Ibn Arabi. Riset: Samir Mushthafa Rabab. Beirut, Dar Ihya at-Turats al-Arabi, Cetakan Pertama, 1422 H.
- Bahrani, Sayid Hashem. al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Bunyad-e Bi'tsat, Cetakan Pertama, 1416 H.
- Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. at-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Dengan Mukadimah: Syaikh Agha Bozorg Tehrani. Riset: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Dar Ihya at-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
- Thaleqani, Sayid Mahmoud. Partovi az Qur'an. Teheran, Syirkah Sahami Entesyar, Cetakan Keempat, 1362 HS.
- Thabathabai, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftare Entesyarat-e Eslami, Cetakan Kelima, 1417 H.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Tafsir Jawami' al-Jami'. Teheran, Universitas Teheran - Manajemen Hauzah Ilmiah Qom, Cetakan Pertama, 1377 HS.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Mukadimah: Mohammad Javad Balaghi. Teheran, Nasir Khosrow, Cetakan Ketiga, 1372 HS.
- Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Penerbit Islam, Cetakan Kedua, 1378 HS.
- Ayyasyi, Muhammad bin Mas'ud. al-Tafsir. Riset dan koreksi: Hashem Rasuli Mahallati. Teheran, al-Mathba'ah al-Ilmiyyah, Cetakan Pertama, 1380 H.
- Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir al-Shafi. Riset: A'lami, Hossein. Teheran, Entesyarat al-Sadr, Cetakan Kedua, 1415 H.
- Mahalli, Jalaluddin; Suyuthi, Jalaluddin. Tafsir al-Jalalain. Beirut, Muassasah al-Nur lil-Mathbu'at, Cetakan Pertama, 1416 H.
- Mughniyah, Mohammad Javad. Tafsir al-Kasyif. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Pertama, 1424 H.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Pertama, 1374 HS.
- Wahidi, Ali bin Ahmad. Asbab Nuzul al-Qur'an. Riset: Kamal Basyuni. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1411 H.