Lompat ke isi

Konsep:Ayat 42 Surah An-Nisa

Dari wikishia

Templat:Kotak info ayatAyat 42 Surah An-Nisa mengisyaratkan pada akibat perbuatan orang-orang kafir di kiamat dan puncak penyesalan mereka. Mereka berharap seandainya mereka diratakan dengan tanah,[1] karena kehadiran banyak saksi, menghilangkan kemungkinan untuk menyembunyikan sesuatu dari Allah.[2]

Templat:Quran jadid Templat:Quran jadid

Menurut pandangan Allamah Thabathaba'i, seorang mufasir Al-Qur'an, pembangkangan yang disebutkan dalam ayat ini ("'ashawu") mengisyaratkan pada pelanggaran terhadap perintah-perintah wilayah Nabi saw, bukan pembangkangan terhadap hukum-hukum syar'i Allah.[3] Para mufasir juga menganggap perkataan orang-orang kafir yang mengatakan "seandainya kami diratakan dengan tanah" sebagai kinayah (kiasan).[4] Namun mengenai kiasan dari apa hal tersebut, terdapat beberapa kemungkinan:

  • Seandainya mereka tidak pernah dilahirkan ke dunia dan tetap menjadi tanah tersebut (seperti Ayat 40 Surah An-Naba').[5]
  • Seandainya setelah mati dan menjadi tanah, mereka tidak lagi dihidupkan dan dibangkitkan.[6]
  • Seandainya kuburan mereka juga tidak diketahui dan mereka dilupakan.[7]
  • Seandainya mereka terinjak di bawah kaki orang-orang dan diratakan dengan tanah.[8]
  • Seandainya mereka tenggelam (ditelan) ke dalam bumi.[9]

Meskipun dalam ayat-ayat Al-Qur'an lainnya (ayat 22 dan 23 Surah Al-An'am serta 18 Surah Al-Mujadilah) disebutkan bahwa orang-orang kafir pada hari kiamat menyembunyikan kebenaran, namun menurut perkataan Nashir Makarim Syirazi, seorang mufasir Al-Qur'an, ayat-ayat ini tidak saling bertentangan. Karena kebohongan mereka terjadi sebelum kesaksian para saksi amal perbuatan, dan ayat ini menjelaskan keadaan mereka setelah kesaksian para saksi.[10]

Dalam riwayat-riwayat Ahlusunah ayat ini dianggap berkaitan dengan kaum Yahudi, namun menurut pandangan Allamah Thabathaba'i ayat ini bersifat umum dan mencakup seluruh orang kafir.[11] Dalam Tafsir al-Qumi juga ayat ini diterapkan pada para perampas hak Imam Ali as sedemikian rupa sehingga mereka berharap seandainya mereka tidak menyembunyikan perkataan-perkataan Nabi saw mengenai Imam Ali as.[12]

Catatan Kaki

  1. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 3, hlm. 78; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 3, hlm. 393.
  2. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 4, hlm. 356-357; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 3, hlm. 393-394.
  3. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 4, hlm. 356.
  4. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 4, hlm. 356; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 3, hlm. 393; Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 5, hlm. 86.
  5. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 4, hlm. 356.
  6. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 3, hlm. 78; Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 5, hlm. 86-87.
  7. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 3, hlm. 393-394.
  8. Dikemukakan dalam: Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 3, hlm. 78.
  9. Qumi, Tafsir al-Qumi, 1404 H, jld. 1, hlm. 139.
  10. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 3, hlm. 394.
  11. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 4, hlm. 358.
  12. Qumi, Tafsir al-Qumi, 1404 H, jld. 1, hlm. 139.

Daftar Pustaka

  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1374 HS.
  • Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qumi. Qom, Penerbit Dar al-Kitab, 1404 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Nashir Khusraw, 1372 HS.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftar Entisyarat Eslami Wabasteh be Jame'eh Mudarrisin Hauzeh Ilmiyah Qom, 1417 H.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Islam, 1378 HS.

Templat:Ayat-ayat Akidah Al-Qur'an