Konsep:Ayat 32 Surah At-Taubah
Templat:Infobox Ayat Ayat 32 Surah At-Taubah mengumpamakan upaya penentang Islam seperti memadamkan cahaya yang besar dengan tiupan mulut,[1] untuk menunjukkan betapa tidak berpengaruh dan kerdilnya usaha-usaha tersebut.[2] Menurut para mufasir, perumpamaan ini dengan sedikit perbedaan juga terdapat dalam Ayat 8 Surah Ash-Shaff.[3]
Templat:Quran New|Templat:Quran New
Audiens ayat ini adalah kaum Yahudi dan Nasrani atau secara umum seluruh penentang Islam termasuk kaum musyrik dan kafir.[4] Maksud dari upaya ini diperkenalkan sebagai kesyirikan, pengingkaran terhadap Islam, dan pendustaan terhadap Nabi saw.[5]
Mayoritas mufasir menganggap misdaq dari cahaya Allah adalah Islam dan Al-Qur'an.[6] Sebagian lainnya juga menghitung argumen-argumen tauhid sebagai misdaq cahaya Allah dikarenakan sifat mencerahkan yang ada pada zat argumen tersebut.[7] Dalam beberapa riwayat, ayat ini diterapkan pada upaya musuh untuk melenyapkan kedudukan Imam Ali as.[8]
Dalam tafsir-tafsir Syiah, imamah para Imam juga dihitung sebagai misdaq dari cahaya Allah, dan permusuhan terhadap Ahlulbait as dianggap sebagai upaya untuk memadamkan cahaya ini yang akan mencapai kesempurnaannya dengan kemunculan Imam Mahdi afs.[9]
Bagian akhir ayat memberikan janji bahwa cahaya Ilahi akan menjadi sempurna.[10] Janji ini ditafsirkan sebagai kemenangan agama,[11] penyebaran Islam,[12] dan tingginya tauhid.[13] Selain itu, dari ungkapan "yuriduna" (mereka menginginkan - bentuk continuous) disimpulkan bahwa permusuhan terhadap Islam akan terus berlanjut.[14]
Catatan Kaki
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 7, hal. 367.
- ↑ Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 9, hal. 247.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 7, hal. 367.
- ↑ Husseini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hal. 204.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir al-Shafi, 1415 H, jld. 2, hal. 337.
- ↑ Husseini Syah-Abdul Azhimi, Tafsir Itsna 'Asyari, 1363 HS, jld. 5, hal. 68.
- ↑ Qurthubi, al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 8, hal. 121.
- ↑ Sulaim bin Qais, Kitab Sulaim bin Qais al-Hilali, 1405 H, jld. 2, hal. 686.
- ↑ Huwaizi, Nur al-Tsaqalain, 1415 H, jld. 2, hal. 210-212.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir al-Shafi, 1415 H, jld. 2, hal. 337.
- ↑ Mughniyah, al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 4, hal. 33.
- ↑ Mughniyah, al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 4, hal. 34.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir al-Shafi, 1415 H, jld. 2, hal. 337.
- ↑ Hashemi Rafsanjani, "Surah at-Taubah, Ayat 32, Kitab Tafsir Rahnama", Situs Hashemi Rafsanjani.
Daftar Pustaka
Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir al-Shafi. Riset: Husain A'lami. Teheran, Penerbit al-Sadr, Cetakan Kedua, 1415 H. Husseini Syah-Abdul Azhimi, Husain bin Ahmad. Tafsir Itsna 'Asyari. Teheran, Miqat, Cetakan Pertama, 1363 HS. Husseini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Dar al-'Ulum, Cetakan Kedua, 1423 H. Mughniyah, Muhammad Jawad. al-Tafsir al-Kasyif. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Pertama, 1424 H. Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Pertama, 1374 HS. Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. al-Jami' li Ahkam al-Qur'an. Teheran, Nasir Khosro, Cetakan Pertama, 1364 HS. Sulaim bin Qais. Kitab Sulaim bin Qais al-Hilali. Qom, al-Hadi, 1405 H. Thabathabai, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftare Entesyarat-e Eslami, Cetakan Kelima, 1417 H. Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Tafsir Jawami' al-Jami'. Teheran, Penerbit Universitas Teheran Manajemen Hauzah Ilmiah Qom, Cetakan Pertama, 1377 HS.