Lompat ke isi

Konsep:Ayat 23 Surah Maryam

Dari wikishia
Ayat 23 Surah Maryam
Informasi Ayat
NamaAyat 23 Surah Maryam
SurahMaryam
Ayat23
Juz16
Informasi Konten
TentangKeinginan Hazrat Maryam sa untuk mati


Ayat 23 Surah Maryam merujuk pada keinginan Hazrat Maryam sa untuk mati dan dilupakan saat merasakan sakitnya melahirkan Hazrat Isa as;[1] yaitu ketika rasa sakit yang sangat membawanya bersandar ke pangkal pohon kurma.[2]

(Ketika ia hendak bersalin) maka sakit beranak itu memaksanya (pergi bersandar) ke pangkal sebatang pohon tamar (kurma); ia berkata alangkah baiknya kalau aku mati sebelum ini dan menjadilah aku sesuatu yang dilupakan orang dan tidak dikenang-kenang!


Kehamilan Hazrat Maryam merupakan peristiwa ajaib yang terjadi tanpa adanya hubungan dengan laki-laki.[3] Ia pergi ke tempat yang sunyi untuk menjauh dari orang lain[4] dan akibat rasa sakit persalinan, ia terbawa ke arah pangkal pohon kurma.[5] Beberapa orang menghubungkan pangkal pohon tersebut dengan kekeringan dan ketidakberbuahannya.[6] Berdasarkan ayat ini, Hazrat Maryam sa berharap seandainya ia telah mati sebelum ini dan dilupakan.[7]

Penyebab dari keinginan ini dianggap karena rasa malu terhadap masyarakat,[8] takut akan celaan,[9] dan beratnya masalah.[10] Nashir Makarem Shirazi, mufasir Syiah, mengacu pada masalah-masalah lain seperti ketiadaan bidan, penolong, air dan makanan, serta tempat istirahat, dan menganggap kondisi ini sebagai faktor tekanan yang sangat berat bagi Hazrat Maryam sa.[11] Dalam Tafsir Min Huda al-Qur'an disebutkan bahwa jauhnya Hazrat Maryam sa dari kehidupan duniawi dan ketidakfamiliarannya dengan kesulitan menyebabkan pertemuan serius pertama dengan penderitaan membawanya pada keinginan untuk mati.[12]

Beberapa mufasir menganggap permohonan kematian dalam kondisi seperti ini tidak tepat; meskipun demikian, mereka menyatakan bahwa terkadang manusia mengekspresikan perasaan semacam itu saat menghadapi peristiwa yang sulit, khususnya dalam masalah yang berkaitan dengan kehormatan.[13] Mohammad Javad Mughniyah juga menganggap ungkapan-ungkapan ini sebagai reaksi alami dalam kondisi sulit, dengan syarat hal itu tidak berujung pada keraguan dalam Iman.[14]

Catatan Kaki

  1. Thayyib, Athiyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 8, hlm. 431.
  2. Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, 1336 HS, jld. 5, hlm. 395.
  3. Jafari, Kautsar, 1376 HS, jld. 2, hlm. 125.
  4. Sadeqi Tehrani, Al-Balagh, 1419 H, hlm. 306.
  5. Surah Maryam, ayat 23.
  6. Tabataba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 14, hlm. 42.
  7. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 790.
  8. Tabataba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 14, hlm. 42.
  9. Baidhawi, Anwar al-Tanzil, 1418 H, jld. 4, hlm. 8.
  10. Tabataba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 32.
  11. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 13, hlm. 41.
  12. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 7, hlm. 32.
  13. Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 13, hlm. 44.
  14. Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 177.

Daftar Pustaka

  • Baidhawi, Abdullah bin Umar. Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil. Riset: Muhammad Abdurrahman al-Mar'asyli. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi. Cetakan pertama, 1418 H.
  • Jafari, Ya'qub. Kautsar. Qom: Hijrat. Cetakan pertama, 1376 HS.
  • Sadeqi Tehrani, Mohammad. Al-Balagh fi Tafsir al-Qur'an bi al-Qur'an. Qom. Cetakan pertama, 1419 H.
  • Tabataba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom: Daftar Entesharat-e Eslami. Cetakan kelima, 1417 H.
  • Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Pendahuluan: Mohammad Javad Balaghi. Tehran: Nasser Khosrow. Cetakan ketiga, 1372 HS.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athiyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Tehran: Penerbit Islam. Cetakan kedua, 1378 HS.
  • Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir min Wahy al-Qur'an. Beirut: Dar al-Malak lil-Thiba'ah wa al-Nasyr. Cetakan kedua, 1419 H.
  • Kasyani, Mulla Fathullah. Tafsir Manhaj al-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin. Tehran: Toko Buku Mohammad Hasan Ilmi, 1336 HS.
  • Mughniyah, Mohammad Javad. Al-Tafsir al-Kasyif. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyah. Cetakan pertama, 1424 H.
  • Makarem Shirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyah. Cetakan pertama, 1374 HS.