Konsep:Ayat 199 Surah Al-A'raf
Templat:Infobox Ayat Ayat 199 Surah Al-A'raf memberikan tiga instruksi kepada Nabi saw Catatan kaki[1] yaitu memaafkan orang lain dan menerima uzur mereka, memerintahkan perbuatan makruf, dan berpaling dari orang-orang bodoh. Catatan kaki[2] Imam Shadiq as menganggap kebaikan dunia dan Akhirat terdapat dalam tiga ungkapan ini. Catatan kaki[3] Juga dinukil dari Imam Shadiq as bahwa dengan bersandar pada ayat ini, mereka mengatakan Allah telah mendidik Nabi Muhammad saw. Catatan kaki[4]
Di awal ayat ini disebutkan bahwa "Jadilah pemaaf" Catatan kaki[5] Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk mempertimbangkan pemaafan dalam berinteraksi dengan orang-orang. Catatan kaki[6] Pemaafan ini dimaknai sebagai toleransi dalam berhubungan dengan masyarakat dan tidak melakukan Tajassus dalam urusan orang-orang seputar Hakullah dan Hak Adami. Catatan kaki[7] Dinukil dari Imam Ridha as bahwa dengan bersandar pada bagian pertama ayat 199 Al-A'raf, beliau mengingatkan bahwa Allah telah memerintahkan Nabi-Nya untuk bersikap moderat terhadap masyarakat. Catatan kaki[8] Beberapa mufasir menganggap kemudahan dalam segala hal dan tidak mempersulit dalam penyampaian syariat dan hukum-hukum sebagai makna pemaafan dalam ayat ini. Catatan kaki[9] Beberapa orang juga memaknai pemaafan dalam ayat ini pada urusan finansial, Catatan kaki[10] yang tentu saja memiliki penentang. Catatan kaki[11]

Para mufasir menafsirkan ungkapan "Al-'Urf" dalam "wa'mur bil 'urf; dan perintahkanlah kepada kebaikan" Catatan kaki[12] sebagai setiap perkara baik yang di dalamnya terdapat manfaat dan kemaslahatan Catatan kaki[13] dan segala sesuatu yang dianggap baik oleh akal dan dalam syariat pun bukan merupakan perkara yang buruk. Catatan kaki[14] Allamah Thabathabai, ilmuwan dan mufasir Syiah, menganggap tradisi dan perilaku baik yang dikenal oleh orang-orang berakal dan terdapat di antara mereka sebagai maksud dari ungkapan "Al-'Urf". Catatan kaki[15]
Pada bagian ketiga ayat ini diperintahkan "Berpalinglah dari orang-orang bodoh". Catatan kaki[16] Ungkapan ini dimaknai bahwa dalam menghadapi kaum jahil harus bersikap sabar Catatan kaki[17] dan tidak boleh bertikai dengan mereka. Catatan kaki[18] Perintah ini dimaknai sebagai jalan terdekat dan terbaik untuk membatalkan hasil kebodohan kaum jahil dan mengurangi kerusakan perbuatan mereka. Catatan kaki[19] Naser Makarem Shirazi, ulama dan mufasir Syiah, meyakini interaksi dengan orang-orang fanatik, jahil, dan orang-orang dengan tingkat pemikiran dan akhlak yang sangat rendah tidak boleh dilakukan dengan berkelahi, melainkan jalan terbaik adalah ketabahan, kesabaran, mengabaikan, dan tidak menggubris perilaku mereka. Catatan kaki[20]
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ ﴿۱۹۹﴾
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. (199)
Catatan Kaki
- ↑ Jafari, Kautsar, 1376 HS, jld. 4, hlm. 303.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 7, hlm. 61.
- ↑ Syaikh Thusi, Al-Amali, Beirut, hlm. 644.
- ↑ Ayyasyi, Tafsir al-Ayyasyi, 1380 H, jld. 2, hlm. 43.
- ↑ Surah Al-A'raf, ayat 199.
- ↑ Syaikh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 5, hlm. 62.
- ↑ Syaikh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 5, hlm. 62.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 2, hlm. 242.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Mubin, Qom, hlm. 225.
- ↑ Muqatil bin Sulaiman, Tafsir Muqatil bin Sulaiman, 1423 H, jld. 2, hlm. 81.
- ↑ Najafi Khomeini, Tafsir Asan, 1398 H, jld. 6, hlm. 42.
- ↑ Surah Al-A'raf, ayat 199.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Mubin, Qom, hlm. 225.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 4, hlm. 787.
- ↑ Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 8, hlm. 380.
- ↑ Surah Al-A'raf, ayat 199.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Mubin, Qom, hlm. 225.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 7, hlm. 63.
- ↑ Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 8, hlm. 380.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 7, hlm. 63.
Daftar Pustaka
- Ayyasyi, Muhammad bin Mas'ud. Al-Tafsir. Riset dan Koreksi: Hasyim Rasuli Mahallati. Teheran, Al-Mathba'ah al-Ilmiyah, cetakan pertama, 1380 H.
- Husaini Shirazi, Sayyid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Dar al-'Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
- Jafari, Ya'qub. Kautsar. Qom, Hijrat, cetakan pertama, 1376 HS.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Riset dan Koreksi: Ali Akbar Ghaffari, Muhammad Akhundi. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan keempat, 1407 H.
- Makarem Shirazi, Naser. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan pertama, 1374 HS.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. Al-Tafsir al-Mubin. Qom, Yayasan Bi'tsat, tanpa tahun.
- Muqatil bin Sulaiman. Tafsir Muqatil bin Sulaiman. Riset: Abdullah Mahmud Syahatah. Beirut, Dar Ihya al-Turats, cetakan pertama, 1423 H.
- Najafi Khomeini, Muhammad Jawad. Tafsir Asan (Tafsir Mudah). Teheran, Penerbit Islamiyah, cetakan pertama, 1398 HS.
- Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Syaikh Aghabuzurg Tehrani. Riset: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Muhammad Jawad Balaghi. Teheran, Nashr Khosrow, cetakan ketiga, 1372 HS.
- Thabathabai, Sayyid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Kantor Penerbitan Islami, cetakan kelima, 1417 H.