Lompat ke isi

Konsep:Ayat 164 Surah An-Nisa

Dari wikishia

Templat:جعبه اطلاعات آیه

Ayat 164 Surah An-Nisa mengacu pada berbicaranya Allah dengan Musa as yang dianggap secara langsung[1] dan tanpa perantara malaikat Ilahi.[2]

Templat:Quran jadidTemplat:SakhTemplat:Quran jadid

Berdasarkan ayat 164 Surah An-Nisa, Allah menyebutkan kisah sebagian nabi kepada Nabi Islam dan tidak mencantumkan kisah sebagian nabi lainnya.[3] Di dalam Al-Qur'an hanya disebutkan nama dua puluh lima nabi.[4] Ayat ini tidak menyebutkan tentang jumlah nabi yang kisahnya tidak ada dalam Al-Qur'an.[5] Namun sebagian riwayat menyebutkan jumlah total nabi adalah seratus dua puluh empat ribu nabi.[6] Ungkapan "min qablu; sebelumnya" oleh sebagian mufasir diartikan sebagai sebelum turunnya ayat 164 Surah An-Nisa[7] dan sebagian lainnya menganggapnya merujuk pada nabi-nabi yang namanya telah disebutkan dalam ayat-ayat Makiyah.[8]

Berdasarkan ayat 164 Surah An-Nisa Allah berbicara dengan Musa as: "Kallamallahu Musa taklima; Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung". Thabarsi, penulis tafsir Majma' al-Bayan, dalam menjelaskan perbedaan antara berbicaranya Allah dengan Musa dan dengan nabi-nabi lainnya mengatakan bahwa Allah berbicara dengan Musa as tanpa perantara.[9] Dalam jenis percakapan ini, kalam sampai kepada lawan bicara, namun pembicara tidak terlihat.[10] Syekh Thusi menganggap berbicaranya Allah dengan Musa as sebagai sesuatu yang hakiki.[11] Sebagian mufasir mengambil penekanan dengan kata "takliman" dalam ayat "wa kallamallahu Musa taklima[12]" sebagai bukti atas hakikinya pembicaraan Allah dan meyakini bahwa pembicaraan ini tidak dapat diartikan dalam makna majasnya.[13]

Jenis percakapan ini oleh sebagian Muslim[14] dan Yahudi[15] dianggap khusus bagi Nabi Musa as dan merupakan suatu keutamaan baginya.[16] Sebagian ulama meyakini bahwa Allah juga berbicara dengan Nabi Islam dalam Mikraj dan riwayat-riwayat menunjukkan adanya pembicaraan ini.[17] Para peneliti ini meyakini bahwa berbicara tanpa perantara dengan Allah adalah khusus bagi Nabi Islam saw dan Musa as.[18]


Catatan Kaki

  1. Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 2, hlm. 495.
  2. Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 5, hlm. 452.
  3. Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 4, hlm. 272.
  4. Ja'fari, Kautsar, 1376 HS, jld. 3, hlm. 35.
  5. Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 2, hlm. 492.
  6. Ja'fari, Kautsar, 1376 HS, jld. 3, hlm. 35.
  7. Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 115.
  8. Najafi Khumaini, Tafsir Asan, 1398 H, jld. 4, hlm. 69.
  9. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 3, hlm. 218.
  10. Fadhlullah, Tafsir Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 20, hlm. 202.
  11. Syekh Thusi, Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an, Beirut, jld. 3, hlm. 240.
  12. Surah An-Nisa, ayat 164.
  13. Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 6, hlm. 18.
  14. Syekh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 3, hlm. 394; Fakhrurrazi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 11, hlm. 267.
  15. "Laghab-e Hazhrat Musa be Farsi che mibasyad wa Nobuwat-e Isyan cheguneh bud?" (Apa gelar Nabi Musa dalam bahasa Persia dan bagaimana kenabiannya?), Asosiasi Yahudi Teheran.
  16. Qurasyi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1377 HS, jld. 1, hlm. 470; Rasyid Ridha, Al-Manar, 1990 M, jld. 3, hlm. 4.
  17. Banu Amin, Makhzan al-'Irfan dar Tafsir-e Quran, 1361 HS, jld. 2, hlm. 379.
  18. Boroujerdi, Tafsir Jami', 1366 HS, jld. 2, hlm. 462.

Daftar Pustaka

  • Banu Amin, Makhzan al-'Irfan dar Tafsir-e Quran, Teheran, Nahdhat-e Zanan-e Musalman, 1361 HS.
  • Boroujerdi, Sayid Muhammad Ibrahim, Tafsir Jami', Teheran, Penerbit Sadr, cetakan keenam, 1366 HS.
  • Ja'fari, Ya'qub, Kautsar, Qom, Hijrat, cetakan pertama, 1376 HS.
  • Husaini Syirazi, Sayid Muhammad, Tabyin al-Qur'an, Beirut, Dar al-'Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
  • Husaini Hamadani, Sayid Muhammad Husain, Anwar-e Derakhsyan, penelitian: Muhammad Baqir Behbudi, Teheran, Toko Buku Luthfi, cetakan pertama, 1404 H.
  • Rasyid Ridha, Tafsir al-Manar, Mesir, Al-Hai'ah al-Mishriyyah al-'Ammah li al-Kitab, 1990 M.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan, Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an, pengantar: Syekh Agha Buzurg Teherani, penelitian: Ahmad Qashir Amili, Beirut, Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, t.t.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain, Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an, Qom, Daftar Entisyarat Eslami, cetakan kelima, 1417 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan, Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, Teheran, Nashir Khusraw, cetakan ketiga, 1372 HS.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain, Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, Teheran, Penerbit Islam, cetakan kedua, 1378 HS.
  • Fakhrurrazi, Muhammad bin Umar, Al-Tafsir al-Kabir (Mafatih al-Ghaib), Beirut, Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, cetakan ketiga, 1420 H.
  • Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain, Tafsir Min Wahy al-Qur'an, Beirut, Dar al-Malak li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, cetakan kedua, 1419 H.
  • Qurthubi, Muhammad bin Ahmad, Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, Teheran, Penerbit Nashir Khusraw, cetakan pertama, 1364 HS.
  • "Laghab-e Hazhrat Musa be Farsi che mibasyad wa Nobuwat-e Isyan cheguneh bud?", Asosiasi Yahudi Teheran, tanggal diakses: 17 Aban 1400 HS.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad, Tafsir al-Kasyif, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1424 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir, Yakshad wa Hasytad Porsesy wa Pasokh (Seratus Delapan Puluh Tanya Jawab), Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1386 HS.
  • Najafi Khumaini, Muhammad Jawad, Tafsir Asan, Teheran, Entisyarat-e Islamiyyah, cetakan pertama, 1398 H.