Lompat ke isi

Konsep:Ayat 15 Surah Al-Fajr

Dari wikishia

Templat:Kotak info ayat

Ayat 15 Surah Al-Fajr menyatakan bahwa Allah terkadang menguji manusia dengan memberikan nikmat dan kedudukan sosial;[1] namun sebagian orang mengalami kesombongan dan menganggap nikmat-nikmat ini sebagai hasil dari kelayakan dan kedudukannya sendiri.[2]

Templat:Quran jadid|Templat:Quran jadid

Didahulukannya kata manusia dalam ayat ini, dinyatakan sebagai tanda perhatian penuh kepada manusia dan bagaimana pemikirannya dalam ujian Ilahi.[3] Kata manusia di awal ayat mencakup seluruh manusia.[4] Sebaliknya, sebagian lain meyakini bahwa manusia dalam ayat tersebut hanya mencakup orang-orang kafir[5] dan para pembesar orang-orang musyrik yang berargumen bahwa Allah telah memuliakan mereka dan memberi mereka kekayaan yang banyak.[6]

Allah menyebut ujian terhadap orang-orang ini[7] dengan memberi mereka kedudukan di tengah-tengah masyarakat dan nikmat-nikmat materi.[8] Nikmat dan kedudukan ini, lebih besar dari kelayakan mereka.[9] Orang-orang ini merasa gembira dengan nikmat-nikmat tersebut dan meyakini bahwa Allah telah memberikan nikmat-nikmat ini karena kemuliaan dan kedudukan mereka.[10]

Menurut pandangan Sayid Muhammad Husain Fadhlullah, ketika Allah menguji manusia dengan nikmat dan kenyamanan, tugas hamba adalah bersyukur. Syukur yang hakiki adalah ketika nikmat-nikmat tersebut digunakan di jalan rida Allah, seperti membantu anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. Kufur nikmat adalah ketika manusia menganggap nikmat-nikmat tersebut sebagai hak alami dan tanda kelayakan pribadinya.[11]

Catatan Kaki

  1. Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 14, hlm. 107.
  2. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 26, hlm. 461.
  3. Thalaqani, Partawi az Quran, 1362 HS, jld. 4, hlm. 68.
  4. Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 7, hlm. 561.
  5. Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 21, hlm. 51.
  6. Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 7, hlm. 562.
  7. Qumi, Tafsir al-Qumi, 1404 H, jld. 2, hlm. 420.
  8. Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 616.
  9. Syekh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 10, hlm. 345.
  10. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 10, hlm. 739.
  11. Ibnu Arabi, Tafsir Ibnu Arabi, 1422 H, jld. 2, hlm. 430.

Daftar Pustaka

  • Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir Min Wahy al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-Malak li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, cetakan kedua, 1419 H.
  • Husaini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-'Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
  • Ibnu Arabi, Muhyiddin Muhammad. Tafsir Ibnu Arabi. Penelitian: Samir Mushthafa. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, cetakan pertama, 1422 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Tafsir al-Kasyif. Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1424 H.
  • Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qumi. Penelitian dan koreksi: Sayid Thayyib Musawi Jaza'iri. Qom, Penerbit Dar al-Kitab, cetakan ketiga, 1404 H.
  • Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an. Taheran, Penerbit Nashir Khusraw, cetakan pertama, 1364 HS.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Dengan pengantar: Syekh Agha Buzurg Tehrani, penelitian: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, t.t.
  • Syubbar, Sayid Abdullah. Tafsir al-Qur'an al-Karim. Beirut, Penerbit Dar al-Balaghah li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, cetakan pertama, 1412 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Muhammad Jawad Balaghi. Taheran, Nashir Khusraw, cetakan ketiga, 1372 HS.
  • Thalaqani, Sayid Mahmud. Partawi az Quran (Pancaran dari Al-Qur'an). Taheran, Syerkat-e Sahami Entesyar, cetakan keempat, 1362 HS.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Islam, cetakan kedua, 1378 HS.