Konsep:Ayat 15 Surah Al-Fajr
Ayat 15 Surah Al-Fajr menyatakan bahwa Allah terkadang menguji manusia dengan memberikan nikmat dan kedudukan sosial;[1] namun sebagian orang mengalami kesombongan dan menganggap nikmat-nikmat ini sebagai hasil dari kelayakan dan kedudukannya sendiri.[2]
Templat:Quran jadid|Templat:Quran jadid
Didahulukannya kata manusia dalam ayat ini, dinyatakan sebagai tanda perhatian penuh kepada manusia dan bagaimana pemikirannya dalam ujian Ilahi.[3] Kata manusia di awal ayat mencakup seluruh manusia.[4] Sebaliknya, sebagian lain meyakini bahwa manusia dalam ayat tersebut hanya mencakup orang-orang kafir[5] dan para pembesar orang-orang musyrik yang berargumen bahwa Allah telah memuliakan mereka dan memberi mereka kekayaan yang banyak.[6]
Allah menyebut ujian terhadap orang-orang ini[7] dengan memberi mereka kedudukan di tengah-tengah masyarakat dan nikmat-nikmat materi.[8] Nikmat dan kedudukan ini, lebih besar dari kelayakan mereka.[9] Orang-orang ini merasa gembira dengan nikmat-nikmat tersebut dan meyakini bahwa Allah telah memberikan nikmat-nikmat ini karena kemuliaan dan kedudukan mereka.[10]
Menurut pandangan Sayid Muhammad Husain Fadhlullah, ketika Allah menguji manusia dengan nikmat dan kenyamanan, tugas hamba adalah bersyukur. Syukur yang hakiki adalah ketika nikmat-nikmat tersebut digunakan di jalan rida Allah, seperti membantu anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. Kufur nikmat adalah ketika manusia menganggap nikmat-nikmat tersebut sebagai hak alami dan tanda kelayakan pribadinya.[11]
Catatan Kaki
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 14, hlm. 107.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 26, hlm. 461.
- ↑ Thalaqani, Partawi az Quran, 1362 HS, jld. 4, hlm. 68.
- ↑ Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 7, hlm. 561.
- ↑ Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 21, hlm. 51.
- ↑ Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 7, hlm. 562.
- ↑ Qumi, Tafsir al-Qumi, 1404 H, jld. 2, hlm. 420.
- ↑ Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 616.
- ↑ Syekh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 10, hlm. 345.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 10, hlm. 739.
- ↑ Ibnu Arabi, Tafsir Ibnu Arabi, 1422 H, jld. 2, hlm. 430.
Daftar Pustaka
- Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir Min Wahy al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-Malak li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, cetakan kedua, 1419 H.
- Husaini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-'Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
- Ibnu Arabi, Muhyiddin Muhammad. Tafsir Ibnu Arabi. Penelitian: Samir Mushthafa. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, cetakan pertama, 1422 H.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. Tafsir al-Kasyif. Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1424 H.
- Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qumi. Penelitian dan koreksi: Sayid Thayyib Musawi Jaza'iri. Qom, Penerbit Dar al-Kitab, cetakan ketiga, 1404 H.
- Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an. Taheran, Penerbit Nashir Khusraw, cetakan pertama, 1364 HS.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Dengan pengantar: Syekh Agha Buzurg Tehrani, penelitian: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, t.t.
- Syubbar, Sayid Abdullah. Tafsir al-Qur'an al-Karim. Beirut, Penerbit Dar al-Balaghah li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, cetakan pertama, 1412 H.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Muhammad Jawad Balaghi. Taheran, Nashir Khusraw, cetakan ketiga, 1372 HS.
- Thalaqani, Sayid Mahmud. Partawi az Quran (Pancaran dari Al-Qur'an). Taheran, Syerkat-e Sahami Entesyar, cetakan keempat, 1362 HS.
- Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Islam, cetakan kedua, 1378 HS.