Lompat ke isi

Konsep:Ayat 146 Surah Al-Baqarah

Dari wikishia

Templat:Infobox Ayat

Ayat 146 Surah Al-Baqarah merujuk pada pengenalan Ahli Kitab terhadap ciri-ciri personal, kepribadian, dan sirah Nabi Akram saw, serta fakta bahwa mereka menyembunyikan hal tersebut meskipun telah memperoleh pengetahuan tersebut dari kitab-kitab samawi mereka. Ayat ini menyerupakan pengenalan Ahli Kitab terhadap Nabi Akram saw seperti pengenalan seorang ayah terhadap anak laki-lakinya.[1] Sebagian mufasir menganggap ayat ini sebagai kalimat sisipan (jumleh mu'taridhoh) di antara ayat sebelum dan sesudahnya,[2] sementara sebagian lainnya menyebutnya sebagai kelanjutan dari ayat-ayat sebelumnya.[3]

Templat:Quran New|Templat:Quran New

Menurut pernyataan para mufasir, masalah penantian Ahli Kitab terhadap kemunculan Nabi Akram saw telah disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur'anul Karim.[4] Sebagai contoh, Ayat 29 Surah Al-Fath mengisyaratkan bahwa Ahli Kitab tidak hanya mengetahui tentang Nabi saw, tetapi juga tentang masyarakat yang beliau bentuk serta para sahabat beliau.[5]

Diriwayatkan dari Imam Ja'far as-Shadiq as bahwa ayat ini diturunkan mengenai kaum Yahudi dan Nashara (asbabun nuzul); karena Allah Swt dalam kitab Taurat, Injil, dan Zabur telah mencantumkan sifat-sifat Nabi Islam saw dan para sahabatnya serta hijrah beliau, sehingga ketika Nabi Akram saw diutus, para ilmuwan Ahli Kitab telah mengetahui tanda-tanda tersebut.[6] Oleh karena itu, menurut pernyataan para mufasir, mereka tidak pernah salah mengenali Nabi Akram saw dengan orang lain, sebagaimana mereka tidak salah mengenali putra mereka dengan orang lain;[7] Selain itu, berdasarkan sejumlah riwayat, Ahli Kitab bahkan memiliki pengetahuan mengenai wilayah Ahlulbait as.[8] Namun fanatisme jahiliah dan hawa nafsu; kedengkian, pembangkangan, dan kecintaan pada dunia menyebabkan para ilmuwan Ahli Kitab menyembunyikan hakikat ini,[9] sementara masyarakat awam yang tidak mengetahui isi kitab-kitab ilmiah melakukan pengingkaran terhadap hakikat tersebut atas dasar kebodohan.[10]

Alasan penisbatan penyembunyian hakikat kepada kelompok tertentu dan bukan kepada seluruh Ahli Kitab menjadi bahan diskusi di antara para mufasir. Sebagian pihak dengan bersandar pada ungkapan "wa inna farīqan minhum layaktumūnal haqq" meyakini bahwa saat menghakimi musuh pun harus menjaga sikap objektif (insyaf); sebagaimana Al-Qur'anul Karim dalam ayat di atas tidak menisbatkan penyembunyian hakikat kepada seluruh Ahli Kitab.[11]

Catatan Kaki

  1. Jawadi Amuli, Tasnim, 1388 HS, jld. 7, hal. 431.
  2. Ibnu Asyur, Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir, 1420 H, jld. 2, hal. 39.
  3. Jawadi Amuli, Tasnim, 1388 HS, jld. 7, hal. 433.
  4. Qara'ati, Tafsir Nur, 1383 HS, jld. 1, hal. 227.
  5. Qara'ati, Tafsir Nur, 1383 HS, jld. 1, hal. 227.
  6. Bahrani, al-Burhan, 1415 H, jld. 1, hal. 346.
  7. Jawadi Amuli, Tasnim, 1388 HS, jld. 7, hal. 435.
  8. Kulaini, al-Kafi, 1401 H, jld. 2, hal. 281-284.
  9. Jawadi Amuli, Tasnim, 1388 HS, jld. 7, hal. 431–436.
  10. Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 2, hal. 241.
  11. Qara'ati, Tafsir Nur, 1383 HS, jld. 1, hal. 227.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Asyur, Muhammad. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir. Beirut, Muassasah al-Tarikh al-Arabi, Cetakan Pertama, 1420 H.
  • Bahrani. al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Muassasah al-Bi'tsah, 1415 H.
  • Jawadi Amuli, Abdullah. Tasnim Tafsir-e Qur'an-e Karim. Qom, Esra, 1388 HS.
  • Husseini Syah Abdul Azimi, Husain. Tafsir Itsna 'Asyari. Teheran, Entesyarat-e Miqat, Cetakan Pertama, 1363 HS.
  • Raghib al-Isfahani, Husain bin Muhammad. Mufradat Alfadz al-Qur'an. Atas usaha Safwan Adnan Dawudi. Beirut, al-Dar al-Syamiyyah, 1416 H.
  • Thabathabai, Sayid Muhammad Husain. Terjemah Tafsir al-Mizan. Qom, Daftare Entesyarat-e Eslami, 1374 HS.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Penerbit Islam, Cetakan Kedua, 1378 HS.
  • Qara'ati, Mohsen. Tafsir Nur. Teheran, Markaze Farhangi Dars-hai az Qur'an, Cetakan Kesebelas, 1383 HS.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. al-Kafi. Atas usaha Ali Akbar Ghaffari. Beirut, Dar Sha'b dan Dar al-Ta'aruf, Cetakan Keempat, 1401 H.

Templat:Ayat-ayat Surah Al-Baqarah Templat:Ayat-ayat Akidah Al-Qur'an