Lompat ke isi

Konsep:Atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad (buku)

Dari wikishia

Atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad (bahasa Arab: آثارُ البلاد و أخبارُ العباد) adalah sebuah buku geografi-sejarah berbahasa Arab karya Imaduddin al-Qazwini (W. 682 H), seorang ahli geografi dan kosmografi abad ke-7 Hijriah. Karya ini ditulis pada tahun 674 H dan disusun berdasarkan satu mukadimah dan tujuh bagian. Dalam atsar al-Bilad, Al-Qazwini mengumpulkan apa yang ia ketahui, dengar, atau saksikan mengenai karakteristik berbagai negeri dan penduduknya, sehingga menyajikan kumpulan data geografis, sejarah, sastra, dan alam. Buku ini, selain memiliki kedudukan dalam sejarah geografi Islam, juga dianggap sebagai sumber penting bagi penelitian sejarah budaya dan sastra karena memuat banyak laporan tentang penyair dan sastrawan dari berbagai kota dan wilayah.

Penulis

Penulis buku atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad adalah Imaduddin Abu Abdullah Zakariya bin Muhammad al-Qazwini (605-682 H/1208-1283 M) yang berasal dari keturunan Anas bin Malik al-Ansari.[1] Dalam sumber-sumber bibliografi dan penelitian modern, Al-Qazwini juga disebut sebagai ahli geografi dan kosmografi, dan tanggal kelahirannya diperkirakan sekitar awal abad ke-7 Hijriah.[2][3]

Terdapat perbedaan pendapat mengenai mazhab penulis. Sebagian menganggapnya bermazhab Syafi'i, sementara yang lain seperti Agha Buzurg Tehrani dalam Al-Dzari'ah menganggapnya sebagai Syiah.[4]

Tema Buku

Dalam buku ini, terkumpul banyak informasi geografis, sastra, sejarah, dan ilmiah. atsar al-Bilad memuat laporan tentang sejumlah penyair besar dan ternama Iran, di antaranya Auhaduddin Kirmani, Shadruddin Khujandi, Rasyiduddin Wathwath, Anwari, Firdausi, Hakim Umar Khayyam, Nashir Khusrau, Nizami Ganjawi, dan Khaqani Syirwani. Fitur ini menjadikan buku tersebut, selain kegunaan geografisnya, juga digunakan dalam penelitian sejarah sastra dan sejarah budaya.[5]

Tanggal Penulisan

Imaduddin al-Qazwini menulis buku ini pada tahun 674 H.[6] Haji Khalifah dalam memperkenalkan buku ini menegaskan bahwa karya tersebut disusun "berdasarkan mukadimah dan tujuh iklim (wilayah)" dan penulis menyusunnya pada tahun 674 H, serta wafat pada tahun 682 H.[7][8]

Templat:Kotak kutipan

Isi

Buku ini memiliki 3 mukadimah dan 7 bagian mengenai 7 wilayah (iklim).

  • Mukadimah pertama, tentang kebutuhan akan pembentukan kota dan desa.[9]
  • Mukadimah kedua, tentang karakteristik negeri-negeri yang terdiri dari 2 pasal:
    • Pasal pertama, tentang pengaruh negeri terhadap penduduknya. Juga mengenai pembagian bola bumi menjadi timur, barat, utara, dan selatan serta penyebutan karakteristiknya.
    • Pasal kedua, tentang pengaruh negeri terhadap mineral, tumbuhan, dan hewan, serta menyinggung kondisi iklim bagi pembentukan mineral, pertumbuhan tanaman, dan kehidupan hewan berdasarkan pemahaman ilmuwan pada masa penulisan buku.[10]
  • Mukadimah ketiga, tentang iklim-iklim bumi. Juga dibahas secara terpisah mengenai iklim dan wilayah tujuh iklim. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai negeri dan kawasan, tanah, wilayah geografis, negara, provinsi, kota, kota kecil, desa, pulau, gunung, benteng, bangunan, dan situs bersejarah.[11]

Dalam versi akhir buku, pengenalan negeri dan wilayah dilakukan berdasarkan pembagian tujuh iklim dan entri setiap iklim umumnya disusun secara alfabetis.[12]

Metode

Penulis ketika menyebutkan setiap tempat bersejarah, memaparkan banyak hal mengenainya seperti: riwayat jahiliyah, cerita rakyat, hadis-hadis Nabi saw, saluran air (qanat), produk industri dan pertanian, burung, peristiwa, ulama, sastrawan, penyair yang berasal dari sana, dan syair-syair yang berkaitan dengannya. Sebagai contoh, di awal pembahasan pada bagian iklim pertama, ia menyinggung tentang Iram kota yang dibangun oleh Syaddad bin 'Ad dari Kaum 'Ad beserta beberapa rinciannya.[13] Penelitian menunjukkan bahwa Al-Qazwini dalam mengumpulkan data geografis, secara luas memanfaatkan sumber-sumber terdahulu dan dalam banyak kasus mengutip dari Mu'jam al-Buldan karya Yaqut al-Hamawi.[14]

Cetakan dan Terjemahan

Buku atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad pertama kali diterbitkan oleh H.F. Wüstenfeld (Heinrich Ferdinand Wüstenfeld) bersama dengan karya Al-Qazwini lainnya, Ajaib al-Makhlūqat, pada tahun 1264 H/1848 M di Göttingen, Jerman. Dalam cetakan ini, Wüstenfeld mengoreksi dan menerbitkan teks buku berdasarkan naskah-naskah manuskrip yang ada. Cetakan inilah yang menjadi dasar bagi penerbitan karya ini selanjutnya. Pada tahun 1380 H/1960 M, buku ini diterbitkan kembali di Beirut oleh Dar Sader, yang sebenarnya merupakan cetak ulang (offset) dari edisi Wüstenfeld. Selain dua cetakan ini, terdapat edisi dan cetak ulang lainnya dari karya ini yang diterbitkan di negara-negara Islam dan Arab.

Buku atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad telah diterjemahkan ke dalam bahasa Persia pada berbagai periode. Salah satu terjemahan kunonya dilakukan pada abad ke-11 Hijriah[15] dan pada masa Qajar juga terdapat terjemahan lain oleh Jahangir Mirza, putra Abbas Mirza Nayib al-Saltanah, yang kemudian diterbitkan dengan koreksi oleh Mir Hasyim Muhaddits. Terjemahan Jahangir Mirza, seperti banyak terjemahan era Qajar, tergolong agak bebas; namun penerjemah pada sebagian besar kasus berusaha menjaga amanat teks Arab dan terkadang menambahkan penjelasan. Ia tidak menerjemahkan beberapa materi, terutama laporan yang berkaitan dengan syekh Sufi dan ulama Ahlusunah, yang kemudian dilengkapi oleh penyunting dengan merujuk pada teks Arabnya. Terjemahan ini dimulai dari iklim pertama, tidak mencakup tiga mukadimah penulis, dan juga memiliki sedikit kekurangan di bagian akhir; namun demikian, karena telah dibandingkan dengan naskah-naskah valid dan adanya tambahan dari penyunting, teks ini dianggap layak digunakan untuk penelitian geografi, sejarah, dan budaya.[16]

Catatan Kaki

  1. Tehrani, Al-Dzari'ah, 1408 H, jld. 15, hlm. 219; jld. 1, hlm. 7.
  2. Brockelmann, Carl, Geschichte der arabischen Litteratur, Leiden: Brill, vol. I, p. 481.
  3. Kračkovsky, I. Y., Arabskaya geograficheskaya literatura, Moscow–Leningrad, 1957, pp. 359–360.
  4. atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad, Terjemahan Jahangir Mirza, hlm. 12.
  5. Iqbal, Abbas, "Kitab atsar al-Bilad Qazwini wa Tarjumeh Ahwal Syu'ara-ye Farsi", Yadgar, th. 4, no. 9-10 (Khurdad-Tir 1327 Sy).
  6. Haji Khalifah, Kasyf al-Zhunūn 'an Asami al-Kutub wa al-Funūn, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 1, hlm. 9.
  7. Haji Khalifah, Kasyf al-Zhunūn 'an Asami al-Kutub wa al-Funūn, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 1, hlm. 9.
  8. Reinaud, M., Géographie d’Aboulféda, Paris, 1848, pp. cxliii–cl.
  9. Al-Qazwini, atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad, Penerbit Dar Sader, hlm. 7.
  10. Al-Qazwini, atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad, Penerbit Dar Sader, hlm. 9.
  11. Al-Qazwini, atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad, Penerbit Dar Sader, hlm. 12.
  12. Wüstenfeld, F. (ed.), Atsar al-bilad wa akhbar al-ʿibad, Göttingen, 1848, Introduction.
  13. Al-Qazwini, atsar al-Bilad, Penerbit Dar Sader, hlm. 15.
  14. Kowalska, M., “The Sources of al-Qazwīnī’s athar al-Bilad”, Folia Orientalia, 8 (1966), pp. 41–88.
  15. Rughani, Ketabsyenasi Gozideh Tawsifi Tarikh va Tamaddon Melal Eslami, hlm. 113–114.
  16. atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad, Terjemahan Jahangir Mirza, hlm. 17.

Daftar Pustaka

  • Agha Buzurg Tehrani. Al-Dzari'ah. 1408 H.
  • Iqbal, Abbas. "Kitab atsar al-Bilad Qazwini wa Tarjumeh Ahwal Syu'ara-ye Farsi", Yadegar, th. 4, no. 9-10 (Khurdad-Tir 1327 Sy).
  • Al-Qazwini, Zakariya, atsar al-Bilad wa Akhbar al-'Ibad, Beirut, Dar Sader, 1960 M, berbagai tempat.
  • Mudarris, Muhammad Ali, Reihanah al-Adab, Tabriz, 1346 Sy, jld. 4, hlm. 453.
  • Haji Khalifah, Kasyf al-Zhunūn 'an Asami al-Kutub wa al-Funūn, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, t.t.
  • Rughani, Syohreh, Ketabsyenasi Gozideh Tawsifi Tarikh va Tamaddon Melal Eslami, Teheran, Samt, 1382 Sy.
  • Brockelmann, Carl, Geschichte der arabischen Litteratur, Leiden: Brill.
  • Kračkovsky, I. Y., Arabskaya geograficheskaya literatura, Moscow–Leningrad, 1957.
  • Kowalska, M., “The Sources of al-Qazwīnī’s athar al-Bilad”, Folia Orientalia, 8 (1966).
  • Wüstenfeld, F. (ed.), athar al-bilad wa akhbar al-ʿibad, Göttingen, 1848.
  • Reinaud, M., Géographie d’Aboulféda, Paris, 1848.