Lompat ke isi

Konsep:Abdul Masih al-Antaki

Dari wikishia

Templat:Infobox biografiAbdul Masih al-Antaki adalah seorang penyair, jurnalis, dan sastrawan Kristen[1] keturunan Yunani.[2] Ia dianggap sebagai penyair Kristen berbahasa Arab pertama pada abad ke-19 M yang membahas tentang Peristiwa Ghadir dan turunnya Ayat Tabligh mengenai wilayah Imam Ali(as).[3]

Antaki menganggap keutamaan-keutamaan Imam Ali(as) laksana bintang-bintang yang tidak terhitung dan nyata bagi semua orang.[4] Ia memandang kecemburuan dan permusuhan sebagai penyebab pengingkaran terhadap keutamaan dan wilayah Hazrat Ali(as) yang diumumkan oleh Hazrat Muhammad(saw) di Ghadir.[5] Antaki menyifatkan Imam Ali(as) sebagai samudra ilmu yang tak bertepi, lautan ma'rifat dan kesempurnaan yang bergelombang, serta sosok yang mengetahui lahir dan batin,[6] dan sebagai orang Arab yang paling dermawan.[7]

Dalam syair-syairnya, Antaki mengatakan bahwa siapa pun yang menerima wilayah Nabi(saw) dan keluarganya tanpa riya, maka ia akan mencium aroma keikhlasan Syahid Karbala.[8] Ia meyakini bahwa Imam Husain(as) bersama ayah dan kakeknya akan memberikan syafaat kepada orang-orang pada hari kiamat karena kedudukan tinggi mereka di sisi Tuhan.[9]

Antaki memiliki banyak karya tulis.[10] Malhamah al-Imam Ali atau al-Qashidah al-Alawiyyah al-Mubarakah, mencakup sebuah epik religius yang terdiri dari 5595 bait dalam bentuk qashidah yang diterbitkan pada tahun 1920 M.[11] Qashidah ini dianggap sebagai qashidah terpanjang dan terunggul dalam kesusastraan Arab[12] serta merupakan epik Ha'iyyahTemplat:Yad Arab pertama.[13] Dalam puisi panjang ini, sejarah awal Islam dan keutamaan Imam Ali(as) yang bersumber dari riwayat-riwayat Nabawi dinukilkan.[14]

Gambar buku Malhamah al-Imam Ali

Antaki menggubah qashidah ini saat tinggal di Khorramshahr, salah satu kota di Iran (1917 M),[15] dan mempersembahkan sebagian darinya kepada Syekh Khaz'al, penguasa wilayah tersebut.[16] Bahasa yang mengalir, musik yang merdu, serta konsep-konsep luhur dengan kosa kata yang sederhana dan tanpa beban, disebutkan sebagai karakteristik menonjol dari qashidah ini.[17]

Abdul Masih al-Antaki lahir pada tahun 1874 M di Antiokhia (sebuah kota di Turki) dari ayah dan ibu Kristen dan dibesarkan di Aleppo.[18] Aleppo juga disebut sebagai tempat kelahirannya.[19] Ia dianggap sebagai orang pertama yang menuntut kemerdekaan dunia Arab dari Kekaisaran Utsmaniyah.[20] Untuk mewujudkan impian ini, ia melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Arab.[21] Karena alasan inilah, ia memicu kemarahan para penguasa Turki dan terpaksa berhijrah ke Kairo.[22] Di Kairo, Antaki menerbitkan majalah al-Syahba yang kemudian berganti nama menjadi al-Umran.[23] Sebelumnya, ia aktif di majalah al-Syudzur.[24]

Akibat masalah ekonomi yang disebabkan oleh Perang Dunia II, Antaki berhijrah ke Khorramshahr (saat itu disebut Mohammareh) dan menjadi salah satu penyair serta orang dekat Syekh Khaz'al Khan, penguasa wilayah tersebut.[25] Tahun wafatnya Antaki disebutkan pada tahun 1923 M di kota Kairo.[26]

Catatan Kaki

  1. Hasani, "Sireh Alawi dar Jang dar Ayineh-ye Nahj al-Balaghah va Syi'r-e Abdul Masih al-Antaki", hlm. 595.
  2. Musthafawinia dan Farrokhian, "Ilm-e Emam Ali dar Syi'r-e Abdul Masih Antaki", hlm. 196.
  3. Nouri Keydhaghani, "Syawahid-e Qur'ani-ye Ghadir va Bartari-ye Emam Ali dar Syi'r-e Sya'eran-e Masihi-ye Mo'asir-e Arab", hlm. 49.
  4. "Ta'tsir-e Emam Ali(as) bar Adib-e Masihi Abdul Masih Antaki", Kantor Berita Syafaqna.
  5. Nouri Keydhaghani, "Syawahid-e Qur'ani-ye Ghadir va Bartari-ye Emam Ali dar Syi'r-e Sya'eran-e Masihi-ye Mo'asir-e Arab", hlm. 56; "Ta'tsir-e Emam Ali(as) bar Adib-e Masihi Abdul Masih Antaki", Kantor Berita Syafaqna.
  6. "Ta'tsir-e Emam Ali(as) bar Adib-e Masihi Abdul Masih Antaki", Kantor Berita Syafaqna.
  7. Nouri Keydhaghani, "Syawahid-e Qur'ani-ye Ghadir va Bartari-ye Emam Ali dar Syi'r-e Sya'eran-e Masihi-ye Mo'asir-e Arab", hlm. 44.
  8. Mohammadzadeh, Danisynameh-ye Syi'r-e Asyura'i, 1386 HS, jil. 1, hlm. 546.
  9. Mohammadzadeh, Danisynameh-ye Syi'r-e Asyura'i, 1386 HS, jil. 1, hlm. 546.
  10. Musthafawinia dkk., "Barresi-ye Tathbiqi-ye Ghadiriyyeh-ye Boulos Salameh va Abdul Masih Antaki", hlm. 106.
  11. Hasani, "Sireh Alawi dar Jang dar Ayineh-ye Nahj al-Balaghah va Syi'r-e Abdul Masih al-Antaki", hlm. 595.
  12. Hasani, "Sireh Alawi dar Jang dar Ayineh-ye Nahj al-Balaghah va Syi'r-e Abdul Masih al-Antaki", hlm. 595.
  13. Hasani, "Sireh Alawi dar Jang dar Ayineh-ye Nahj al-Balaghah va Syi'r-e Abdul Masih al-Antaki", hlm. 595.
  14. Hasani, "Sireh Alawi dar Jang dar Ayineh-ye Nahj al-Balaghah va Syi'r-e Abdul Masih al-Antaki", hlm. 595.
  15. Alamiy, "Ta'rif bi al-Malhamah wa Shahibiha", dalam Malhamah al-Imam Ali, hlm. 6.
  16. Alamiy, "Ta'rif bi al-Malhamah wa Shahibiha", dalam Malhamah al-Imam Ali, hlm. 7.
  17. Hasani, "Sireh Alawi dar Jang dar Ayineh-ye Nahj al-Balaghah va Syi'r-e Abdul Masih al-Antaki", hlm. 595.
  18. Alamiy, "Ta'rif bi al-Malhamah wa Shahibiha", dalam Malhamah al-Imam Ali, hlm. 5; Musthafawinia dkk., "Barresi-ye Tathbiqi-ye Ghadiriyyeh-ye Boulos Salameh va Abdul Masih Antaki", hlm. 106.
  19. Musthafawinia dkk., "Barresi-ye Tathbiqi-ye Ghadiriyyeh-ye Boulos Salameh va Abdul Masih Antaki", hlm. 106.
  20. Alamiy, "Ta'rif bi al-Malhamah wa Shahibiha", dalam Malhamah al-Imam Ali, hlm. 5-6.
  21. Alamiy, "Ta'rif bi al-Malhamah wa Shahibiha", dalam Malhamah al-Imam Ali, hlm. 5-6.
  22. Alamiy, "Ta'rif bi al-Malhamah wa Shahibiha", dalam Malhamah al-Imam Ali, hlm. 5-6.
  23. Alamiy, "Ta'rif bi al-Malhamah wa Shahibiha", Malhamah al-Imam Ali, Beirut, Muassasah al-A'lami li al-Mathbu'at, 1411 H, hlm. 6.
  24. Musthafawinia dkk., "Barresi-ye Tathbiqi-ye Ghadiriyyeh-ye Boulos Salameh va Abdul Masih Antaki", hlm. 106.
  25. Alamiy, "Ta'rif bi al-Malhamah wa Shahibiha", dalam Malhamah al-Imam Ali, hlm. 6.
  26. Musthafawinia dkk., "Barresi-ye Tathbiqi-ye Ghadiriyyeh-ye Boulos Salameh va Abdul Masih Antaki", hlm. 106.

Catatan

Daftar Pustaka