Lompat ke isi

Konsep:Hasan bin Ustadz Hurmuz

Dari wikishia
Hasan bin Ustadz Hurmuz
Amid al-Juyusy
Nama lengkapHasan bin Ustadz Hurmuz
LakabAmid al-Juyusy
Kerabat termasyhurUstadz Hurmuz (ayah)
Lahir350/961-62–352/963-64
Wafat401/1010-11
Tempat dikuburkanMakam Quraish
EraPeriode Buyid
Dikenal sebagaiPenguasa Irak, Amir pada periode Buyid


Hasan bin Ustadz Hurmuz, bergelar Amid al-Juyusy, adalah salah satu amir pada periode Buyid dan penguasa Irak pada masa Syamsam al-Daulah dan Baha al-Daulah. Menurut para sejarawan, ayahnya adalah salah satu hajub Adhud al-Daulah.[1] Ia kemungkinan lahir sekitar tahun 350/961-62–352/963-64. Ayahnya pada periode-periode berikutnya menjabat sebagai penguasa Oman dan Kirman.[2] Hasan wafat pada tahun 401/1010-11 saat menjabat sebagai penguasa Baghdad;[3] usianya tercatat 49[4] atau 51 tahun.[5] Dikatakan bahwa Syarif Radhi memakamkannya[6] dan ia dikuburkan di Makam Quraish.[7]

Berdasarkan nukilan para sejarawan, Amid al-Juyusy mengabdi kepada Syamsam al-Daulah pada tahun 381/991-92[8] dan ditugaskan untuk menumpas putra-putra Izz al-Daulah Bakhtiyar serta menawan mereka.[9] Pada tahun 387/997-98, ia dikirim untuk mengusir orang-orang Turki dari Ahvaz.[10] Setelah terbunuhnya Syamsam al-Daulah dalam pemberontakan tahun 388/998-99,[11] meski mendapat ajakan dari pihak lawan, ia tetap bergabung dengan Baha al-Daulah.[12]

Pada tahun 390/999-1000, ia menjadi penguasa Ahvaz dan dengan perilaku yang baik ia berhasil menenangkan situasi, sehingga Baha al-Daulah memberinya gelar Amid al-Juyusy.[13] Pada tahun 392/1001-02, ia diangkat sebagai penguasa Irak untuk mengakhiri kekacauan di Baghdad[14] dan berhasil menenangkan kota dengan menindak para pembuat onar serta melakukan reformasi keuangan.[15] Ia melakukan langkah-langkah ekonomi seperti mencetak dinar baru dan pengampunan utang, namun tak lama kemudian Abu Ja'far Hajjaj memaksanya untuk membatalkan peraturan-peraturan tersebut.[16]

Pada tahun 393/1002-03, pecah perang akibat perselisihan antara Hasan bin Ustadz Hurmuz dan Abu Ja'far Hajjaj, yang telah diberhentikan dari jabatan wakil Baha al-Daulah di Irak, yang berakhir dengan kekalahan Abu Ja'far Hajjaj.[17] Pada tahun 394/1003-04, Ibnu Washil menguasai Batiha dan mengusir Muhadzdzab al-Daulah, penguasa setempat. Baha al-Daulah menugaskan Hasan bin Ustadz Hurmuz untuk berperang melawan Ibnu Washil, namun ia kalah dalam pertempuran tersebut. Pada tahun 395/1004-05, ia kembali menyerang Batiha dan kali ini berhasil menguasainya. Hasan bin Ustadz Hurmuz menempatkan wakilnya di sana, namun perlakuan buruk wakilnya menyebabkan Muhadzdzab al-Daulah kembali menjadi penguasa Batiha.[18] Pada tahun 397/1006-07, Baha al-Daulah mengirim Hasan bin Ustadz Hurmuz untuk berperang melawan Badr bin Hasanuyah yang telah membantu Abu Ja'far Hajjaj dalam mengepung Baghdad. Badr bin Hasanuyah meminta perdamaian kepada Hasan bin Ustadz Hurmuz dan akhirnya tercapai perdamaian di antara keduanya.[19]

Hasan mengambil beberapa langkah untuk menenangkan Baghdad yang saat itu didera kekacauan dan pertikaian internal. Ia melarang baik kaum Syiah maupun Ahlusunah untuk menampakkan mazhab mereka. Atas perintahnya, kaum Syiah di Baghdad dilarang menyelenggarakan acara duka pada Hari Asyura dan Ahlusunah di Basrah dilarang menziarahi makam Mush'ab bin Zubair.

Ia juga mengusir fakih dan Mutakallim Syiah, Syekh Mufid, dari Baghdad dan melarang kaum Syiah menyelenggarakan perayaan pada hari Idul Ghadir.[20] Ia berhasil menciptakan keamanan selama masa pemerintahannya di Baghdad.[21] Sifat kejujurannya juga sangat masyhur.[22]

Catatan Kaki

  1. Ibnu Jauzi, Al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 1412 H, jld. 15, hlm. 78-79; Dzahabi, Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam, 1413 H, jld. 17, hlm. 230-231; Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 6, bagian 11, hlm. 367.
  2. Abu Syuja Rudzrawari, Tajarub al-Umam wa Ta'aqub al-Himam, 1424 H, hlm. 100; Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 39.
  3. Ibnu Jauzi, Al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 1412 H, jld. 15, hlm. 59.
  4. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 224.
  5. Ibnu Jauzi, Al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 1412 H, jld. 15, hlm. 79; Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 6, bagian 11, hlm. 367.
  6. Syarif Radhi, Diwan, 1307 H, jld. 1, hlm. 111-114.
  7. Ibnu Jauzi, Al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 1412 H, jld. 15, hlm. 80; Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 224.
  8. Abu Syuja Rudzrawari, Tajarub al-Umam wa Ta'aqub al-Himam, 1424 H, hlm. 192.
  9. Abu Syuja Rudzrawari, Tajarub al-Umam wa Ta'aqub al-Himam, 1424 H, hlm. 248; Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 96.
  10. Abu Syuja Rudzrawari, Tajarub al-Umam wa Ta'aqub al-Himam, 1424 H, hlm. 294; Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 133.
  11. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 142-143.
  12. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 150.
  13. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 162.
  14. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 170-171.
  15. Abu Syuja Rudzrawari, Tajarub al-Umam wa Ta'aqub al-Himam, 1424 H, hlm. 437-439; Dzahabi, Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam, 1413 H, jld. 17, hlm. 225-226; Metz, jld. 1, hlm. 270.
  16. Shabi, Al-Juz' al-Tsamin min Tarikh, 1334 H, hlm. 442-443.
  17. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 174.
  18. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, hlm. 180-183.
  19. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 192-193, 196-197.
  20. Shabi, Al-Juz' al-Tsamin min Tarikh, 1334 H, hlm. 458; Ibnu Jauzi, Al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 1412 H, jld. 15, hlm. 59, 79; Dzahabi, Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam, 1413 H, jld. 17, hlm. 225-226; Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 6, bagian 11, hlm. 367; Ibnu Taghri Birdi, Al-Nujum al-Zahirah fi Muluk Misr wa al-Qahirah, 1972 M, jld. 4, hlm. 206.
  21. Ibnu Jauzi, Al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 1412 H, jld. 15, hlm. 79; Dzahabi, Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam, 1413 H, jld. 17, hlm. 225-226.
  22. Ibnu Jauzi, Al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 1412 H, jld. 15, hlm. 79-80; Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1409 H, jld. 9, hlm. 224-225.

Daftar Pustaka

  • Abu Syuja Rudzrawari, Muhammad bin Husain. Tajarub al-Umam wa Ta'aqub al-Himam. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1424 H.
  • Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam. Riset: Umar Abdu al-Salam Tadmuri. Beirut, Dar al-Kitab al-Arabi, cetakan kedua, 1413 H.
  • Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad. Al-Kamil fi al-Tarikh. Beirut, Dar al-Fikr, 1409 H.
  • Ibnu Jauzi, Abdurrahman bin Ali. Al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam. Beirut, Penerbit Muhammad Abdul Qadir Ata dan Mushthafa Abdul Qadir Ata, 1412 H.
  • Ibnu Katsir, Ismail bin Umar. Al-Bidayah wa al-Nihayah. Beirut, Dar al-Fikr, 1407 H/1986 M.
  • Ibnu Taghri Birdi, Yusuf bin Taghri Birdi. Al-Nujum al-Zahirah fi Muluk Misr wa al-Qahirah. Kairo, Wizarat al-Tsaqafah wa al-Irsyad al-Qaumi, Al-Muassasah al-Mishriyyah al-Ammah, 1972 M.
  • Syarif Radhi, Muhammad bin Husain. Diwan. Beirut, Penerbit Ahmad Abbas Azhari, 1307 H.
  • Shabi, Hilal bin Muhsin. Al-Juz' al-Tsamin min Tarikh Abi al-Husain Hilal bin al-Muhsin bin Ibrahim al-Shabi. Mesir, tanpa penerbit, 1334 H.