Lompat ke isi

Konsep:Ayat 93 Surah An-Naml

Dari wikishia

Templat:Kotak info ayat

Ayat 93 Surah An-Naml memerintahkan kepada Nabi saw agar memuji Allah dengan sifat-sifat yang merupakan pujian dan syukur kepada-Nya,[1] serta mengakui nikmat-nikmat Ilahi.[2] Ayat ini juga mengisyaratkan pada kekhususan pujian hanya bagi Allah[3] dan dinukil dari Imam Shadiq as bahwa amal yang paling dicintai di sisi Allah adalah memuji dan menyanjung-Nya.[4]

Dalam ayat 93 Surah An-Naml, setelah perintah untuk memuji Allah, disebutkan bahwa "sebentar lagi (Allah) akan memperlihatkan tanda-tanda-Nya kepada kalian",[5] di mana kata "ayat" mencakup seluruh tanda-tanda Ilahi.[6] Dikatakan juga bahwa ungkapan "Kami perlihatkan kepada kalian" melampaui pengajaran dan bermakna penyingkapan yang sesungguhnya.[7] Muhammad Taqi Mudarrisi meyakini bahwa ayat-ayat Allah termanifestasi dalam segala hal di sekitar kita dan di dalam diri kita, meskipun banyak orang tidak melihatnya.[8] Selain itu Makarim Syirazi meyakini bahwa dengan kemajuan ilmu pengetahuan, rahasia-rahasia baru dari penciptaan akan terungkap dan penampakan ayat-ayat ini akan berlanjut di sepanjang sejarah umat manusia.[9]

Templat:Quran jadid|Templat:Quran jadid

Sebagian mufasir menganggap penampakan ayat-ayat terkait dengan akhirat yang akan sesuai dengan apa yang telah mereka dengar di dunia.[10] Berdasarkan tafsir ini, mereka menganggap penampakan ayat-ayat dalam ayat ini sebagai ancaman.[11] Orang-orang yang di dunia mengingkari tanda-tanda Allah, akan melihatnya, namun tidak akan diberikan kesempatan bagi mereka untuk kembali.[12]

Sebagian orang menganggap penampakan ayat-ayat pada ayat 93 sebagai isyarat pada ayat-ayat sebelumnya dari Surah An-Naml yang mengisyaratkan pada Dabbah al-Ardh.[13] Karena alasan inilah mereka menyebutkan salah satu misdak (contoh) dari ayat-ayat Allah adalah Dabbah al-Ardh dan hal-hal serupa dengannya.[14] Dalam sebuah riwayat, maksud dari ayat-ayat dalam ayat ini adalah Imam Ali as dan Ahlulbait as yang setelah raj'ah akan kembali ke dunia.[15] Mereka menganggap maksud dari riwayat ini sebagai penjelasan atas misdak yang sempurna.[16] Ungkapan akhir ayat "وَ ما رَبُّکَ بِغافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ; Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan" dengan sedikit perbedaan telah diulang pada sembilan tempat dalam Al-Qur'an.[17] Bagian dari ayat ini, mencakup seluruh amal perbuatan baik dan buruk di mana Allah Maha Mengetahui semua amal perbuatan ini.[18] Sebagian orang menganggap bagian ayat ini sebagai ancaman bagi orang-orang yang mengingkari ayat-ayat dan tanda-tanda Allah.[19]

Catatan Kaki

  1. Ibnu Arabi, Tafsir Ibnu Arabi, 1422 H, jld. 2, hlm. 114.
  2. Syekh Thusi, Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an, Beirut, jld. 8, hlm. 125.
  3. Bazargan, "Tafsir Quran".
  4. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 2, hlm. 503.
  5. Surah An-Naml, ayat 93.
  6. Thabathaba'i, Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an, 1417 H, jld. 15, hlm. 405.
  7. Sayidah Nusrat Amin, Makhzan al-'Irfan dar Tafsir-e Quran, 1361 HS, jld. 9, hlm. 320.
  8. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 9, hlm. 246.
  9. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 15, hlm. 577.
  10. Syekh Thusi, Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an, Beirut, jld. 8, hlm. 126.
  11. Nakhjawani, Al-Fawatih al-Ilahiyyah wa al-Mafatih al-Ghaibiyyah, 1999 M, jld. 2, hlm. 74.
  12. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 9, hlm. 246.
  13. Thabathaba'i, Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an, 1417 H, jld. 15, hlm. 405.
  14. Qurasyi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1377 HS, jld. 7, hlm. 504.
  15. Bahrani, Al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an, 1416 H, jld. 4, hlm. 236.
  16. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, jld. 10, hlm. 200.
  17. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 15, hlm. 577.
  18. Thayyib, Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, 1378 HS, jld. 10, hlm. 200.
  19. Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1422 H, jld. 6, hlm. 45.

Daftar Pustaka

  • Bahrani, Sayid Hasyim. Al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Bonyad-e Bi'tsat, cetakan pertama, 1416 H.
  • Bazargan, Abdul Ali. "Tafsir Quran". Tanggal diakses: 16 Ordibehyesyt 1404 HS.
  • Ibnu Arabi, Muhyiddin Muhammad. Tafsir Ibnu Arabi. Penelitian: Samir Mushthafa. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, cetakan pertama, 1422 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Peneliti dan pengoreksi Ali Akbar Ghaffari, Muhammad Akhundi. Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan keempat, 1407 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
  • Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Taheran, Penerbit Dar Muhibbi al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Tafsir al-Kasyif. Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1424 H.
  • Nakhjawani, Ni'matullah bin Mahmud. Al-Fawatih al-Ilahiyyah wa al-Mafatih al-Ghaibiyyah. Mesir, Penerbit Dar Rikabi li al-Nasyr, cetakan pertama, 1999 M.
  • Qurasyi, Sayid Ali Akbar. Tafsir Ahsan al-Hadits. Taheran, Bonyad-e Bi'tsat, cetakan ketiga, 1377 HS.
  • Sayidah Nusrat Amin. Makhzan al-'Irfan dar Tafsir-e Quran. Taheran, Nahdhat-e Zanan-e Musalman, 1361 HS.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Dengan pengantar: Syekh Agha Buzurg Tehrani, penelitian Ahmad Qashir Amili. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, t.t.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftar Entisyarat Eslami, cetakan kelima, 1417 H.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Islam, cetakan kedua, 1378 HS.