Konsep:Ayat 92 Surah Yunus
Templat:Kotak info ayat Ayat 92 Surah Yunus mengisyaratkan pada nasib jenazah Firaun yang tenggelam dan tetap utuh sebagai pelajaran bagi orang lain.[1] Setelah terbelahnya laut dan lewatnya Bani Israel darinya, Firaun beserta bala tentaranya juga masuk ke dalam laut untuk mengejar mereka. Namun laut kembali ke keadaan semula dan Firaun beserta orang-orang yang bersamanya pun tenggelam.[2]
Mayoritas mufasir menganggap maksud dari ungkapan "nunajjika bibadanika; Kami selamatkan badanmu" adalah tubuh Firaun yang tak bernyawa.[3] Atas perintah Allah jenazah ini keluar dari air.[4] Diletakkan di tempat yang tinggi agar orang-orang melihat tubuhnya.[5] Sebagian orang menganggap maksud dari badan adalah baju besi di mana Allah mengeluarkan Firaun dari air dengan baju besinya yang khusus agar dapat dikenali.[6]
Templat:Quran jadidTemplat:SakhTemplat:Quran jadid
Al-Qur'an, menganggap penyelamatan tubuh Firaun yang tak bernyawa sebagai tanda dan pelajaran bagi orang lain. Sebagian mufasir menganggap pelajaran ini adalah untuk Bani Israel yang tidak menerima kabar terbunuhnya Firaun.[7] Mereka menganggap Firaun terlalu besar untuk tenggelam.[8] Pada akhirnya Allah mengeluarkan jenazah Firaun dari air agar Bani Israel melihatnya dan menerima kematiannya.[9] Selain itu dikatakan bahwa Allah menyelamatkan jenazah Firaun agar para pengikut Firaun yang menganggapnya sebagai tuhan mereka, mengambil pelajaran dengan melihat jenazah Firaun dan tidak meragukan kematiannya.[10]
Dalam Tafsir Nemuneh yang merupakan salah satu dari tafsir-tafsir Syiah disebutkan bahwa banyak orang tidak percaya bahwa Firaun juga tenggelam. Kemungkinan ini ada bahwa mereka akan membuat legenda-legenda palsu tentang keselamatan dan kehidupan Firaun, oleh karena itu Allah melemparkan tubuhnya yang tak bernyawa keluar dari air.[11] Pada bagian akhir ayat ini, dinyatakan bahwa banyak orang yang lengah terhadap tanda-tanda kebesaran Allah. Alasannya dikatakan sedemikian rupa bahwa banyak manusia tidak memikirkan dengan saksama dan merenungkan tanda-tanda yang sampai kepada mereka agar dapat menghadapi kebenaran dari jalan yang terdekat.[12]

Berdasarkan penelitian Maurice Bucaille, seorang dokter asal Perancis, tubuh mumi Firaun setelah tenggelam di laut tetap utuh dan hal ini telah dibuktikan melalui berbagai eksperimen.[13] Bucaille meyakini bahwa isyarat Al-Qur'an terhadap keutuhan jasad Firaun sebagai pelajaran bagi orang lain, merupakan tanda dari kabar-kabar ilmiah Al-Qur'an.[14] Sebagian mufasir juga menukil masalah ini.[15] Meskipun demikian, sebagian peneliti memperdebatkan dan mempermasalahkan teori ini.[16]
Catatan Kaki
- ↑ Najafi Khumaini, Tafsir Asan, 1398 H, jld. 7, hlm. 190.
- ↑ Husaini Hamadani, Anwar-e Derakhsyan, 1404 H, jld. 8, hlm. 293.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 8, hlm. 377.
- ↑ Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, jld. 1, hlm. 231.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir al-Syafi, 1415 H, jld. 2, hlm. 417.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 8, hlm. 377.
- ↑ Qumi, Tafsir al-Qumi, 1404 H, jld. 1, hlm. 316.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir al-Syafi, 1415 H, jld. 2, hlm. 417.
- ↑ Qumi, Tafsir al-Qumi, 1404 H, jld. 1, hlm. 316.
- ↑ Qumi, Tafsir al-Qumi, 1404 H, jld. 1, hlm. 316.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 8, hlm. 377.
- ↑ Fadhlullah, Tafsir Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 11, hlm. 361.
- ↑ Radhi Bahabadi dan Asadi, "Barrasi-e Tathbiqi-e Didgah-e Quran wa Nazhariyeh-e Bastan-syenasi-e Maurice Bucaille Darbareh-ye Najat-e Badan-e Fir'aun", hlm. 132-134.
- ↑ Radhi Bahabadi dan Asadi, "Barrasi-e Tathbiqi-e Didgah-e Quran wa Nazhariyeh-e Bastan-syenasi-e Maurice Bucaille Darbareh-ye Najat-e Badan-e Fir'aun", hlm. 132-134.
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 6, hlm. 453.
- ↑ Radhi Bahabadi dan Asadi, "Barrasi-e Tathbiqi-e Didgah-e Quran wa Nazhariyeh-e Bastan-syenasi-e Maurice Bucaille Darbareh-ye Najat-e Badan-e Fir'aun", hlm. 136-137.
Daftar Pustaka
- Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir Min Wahy al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-Malak li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, cetakan kedua, 1419 H.
- Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir al-Syafi. Penelitian: Husain A'lami. Taheran, Penerbit al-Shadr, cetakan kedua, 1415 H.
- Husaini Hamadani, Sayid Muhammad Husain. Anwar-e Derakhsyan. Penelitian: Muhammad Baqir Behbudi. Taheran, Toko Buku Luthfi, cetakan pertama, 1404 H.
- Husaini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-'Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
- Najafi Khumaini, Muhammad Jawad. Tafsir Asan (Tafsir Mudah). Taheran, Penerbit Islamiyyah, 1398 H.
- Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qumi. Peneliti dan pengoreksi: Sayid Thayyib Musawi Jaza'iri. Qom, Penerbit Dar al-Kitab, cetakan ketiga, 1404 H.
- Radhi Bahabadi, Bibi Sadat dan Asadi, Hajar. "Barrasi-e Tathbiqi-e Didgah-e Quran wa Nazhariyeh-e Bastan-syenasi-e Maurice Bucaille Darbareh-ye Najat-e Badan-e Fir'aun" (Kajian Komparatif Pandangan Al-Qur'an dan Teori Arkeologi Maurice Bucaille Mengenai Penyelamatan Tubuh Firaun). Du Faslnameh Quran wa Ilm, periode 11, nomor 20, musim semi dan musim panas, 1396 HS.
- Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Islam, 1378 HS.