Lompat ke isi

Konsep:Ayat 77 Surah Al-Ma'idah

Dari wikishia
Ayat 77 Surah Al-Ma'idah
Informasi Ayat
SurahAl-Ma'idah
Ayat77
Juz6
Informasi Konten
Tempat
Turun
Madinah

Ayat 77 Surah Al-Ma'idah meminta Nabi Muhammad (saw) agar menahan Ahli Kitab dari sikap ghuluw (melampaui batas) dalam agama mereka.[1] Dalam ayat-ayat sebelum ayat 77 Surah Al-Ma'idah, yaitu dari Ayat 72 hingga Ayat 76, dibicarakan tentang kekafiran dan teguran terhadap orang-orang Nasrani yang menganggap Nabi Isa sebagai Tuhan atau meyakini Trinitas.[2] Keyakinan semacam ini dianggap sebagai sumber ghuluw kelompok Ahli Kitab tersebut.[3]

Menurut para mufasir, Allah swt dalam ayat ini memerintahkan Nabi (saw) untuk mengatakan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani agar menghindari sikap ghuluw dalam agama mereka.[4] Allamah Thabathaba'i meyakini bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani telah terjerumus ke dalam ghuluw karena mengangkat derajat para nabi dan ulama mereka hingga ke tingkat ketuhanan.[5] Beberapa mufasir juga mengisyaratkan bahwa orang-orang Nasrani terjatuh dalam ghuluw dengan menisbahkan Nabi Isa kepada Allah, sementara orang-orang Yahudi dengan mengingkari kenabian Nabi Isa dan Nabi Islam.[6] Ayat ini secara umum melarang seluruh umat dari sikap berlebih-lebihan dalam agama,[7] meskipun dikatakan bahwa sebagian meyakini khitab (sasaran) utama ayat ini adalah orang-orang Nasrani.[8]

Templat:قرآن جدیدTemplat:سخTemplat:قرآن جدید

Berdasarkan hadis yang dinukil dalam Tafsir al-Qummi dari Imam Ali (as), makna dari "Qul Ya Ahlal Kitab La Taghlu Fi Dinikum" adalah agar Ahli Kitab tidak mengatakan bahwa Nabi Isa adalah Tuhan atau putra Tuhan.[9]

Dalam ungkapan "Wa La Tattabi'u Ahwa'a Qawmin Qad Dhallu Min Qabl", dilarang mengikuti hawa nafsu kelompok-kelompok yang telah sesat sebelum Nabi Islam.[10] Menurut Thabrasi, yang dimaksud dengan kelompok yang sesat ini adalah orang-orang Nasrani dan Yahudi yang hidup sebelum masa Nabi Islam dan memiliki keyakinan ghuluw terhadap para nabi mereka. Ayat ini melarang orang-orang sezaman Nabi untuk mengikuti dan bertaklid buta kepada mereka.[11] Allamah Thabathaba'i juga mengatakan bahwa ayat ini mencegah orang-orang dari bertaklid buta kepada mereka yang selalu menjadi pengikut kelompok tersebut.[12] Selanjutnya, ayat ini merujuk pada dua karakteristik kelompok ini: pertama, mereka sendiri telah sesat dan telah menyesatkan orang lain,[13] dan kedua, mereka telah menyimpang dari jalan yang benar dan telah mengeluarkan orang lain dari jalan tersebut.[14]

Catatan Kaki

  1. Surah An-Nisa', ayat 171.
  2. Surah Al-Ma'idah, ayat 72-76.
  3. Salehi Najafabadi, Ghuluw, 1384 HS, hlm. 22-23.
  4. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 3, hlm. 395; Fakhr al-Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 12, hlm. 410.
  5. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 6, hlm. 77.
  6. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 3, hlm. 395.
  7. Ghaniman, Ilm al-Ghaib fi Syari'at al-Islamiyyah, 1425 H, hlm. 10; Mughniyah, Al-Kasyif, 1424 H, jld. 3, hlm. 107.
  8. Mughniyah, Al-Kasyif, 1424 H, jld. 3, hlm. 107.
  9. Qummi, Al-Tafsir al-Qummi, 1404 H, jld. 1, hlm. 176.
  10. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 3, hlm. 395.
  11. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 3, hlm. 395.
  12. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 6, hlm. 78.
  13. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 3, hlm. 395.
  14. Mughniyah, Al-Kasyif, 1424 H, jld. 3, hlm. 107.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Asyur, Muhammad Thahir. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir. Beirut, Muassasah al-Tarikh al-'Arabi, 1420 H.
  • Najafi, Muhammad Hasan. Jawahir al-Kalam fi Syarh Syara'i' al-Islam. Koreksi: Abbas Quchani dan Ali Akhundi. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-'Arabi, cetakan ketujuh, 1362 HS.
  • Qummi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qummi. Dar al-Kitab, 1404 H.
  • Salehi Najafabadi, Ni'matullah. Ghuluw (Daramadi bar Afkar wa Aqa'id-e Ghalian dar Din) (Ghuluw: Pengantar Pemikiran dan Keyakinan Kaum Ekstremis dalam Agama). Tehran, Entesharat-e Kavir, 1384 HS.
  • Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad. Tashih al-I'tiqadat. Qom, Kongres Syekh Mufid, cetakan kedua, 1414 H.
  • Thabathaba'i, Sayyid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1393 H.
  • Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1415 H.
  • Thurayhi, Fakhruddin. Majma' al-Bahrain. Tehran, Entesharat-e Mortazavi, 1362 HS.
  • Ghaniman, Ahmad bin Abdullah. Ilm al-Ghaib fi Syari'at al-Islamiyyah. Madinah, Al-Jami'ah al-Islamiyyah, 1425 H.
  • Fakhr al-Razi, Muhammad bin Umar. Al-Tafsir al-Kabir. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-'Arabi, 1420 H.
  • Mughniyah, Muhammad Javad. Al-Kasyif fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Dar al-Kitab al-Islami, 1424 H.