Lompat ke isi

Konsep:Ayat 59 Surah Al-An'am

Dari wikishia
Ayat 59 Surah Al-An'am
Ayat 59 Surah Al-An'am
Ayat 59 Surah Al-An'am
Informasi Ayat
SurahAl-An'am
Ayat59
Juz7
Informasi Konten
Tempat
Turun
Mekkah
TentangPengkhususan ilmu gaib bagi Allah, ilmu Allah yang meliputi segala fenomena alam semesta
Ayat-ayat terkaitAyat 12 Surah Yasin


Ayat 59 Surah Al-An'am adalah tentang Ilmu Ilahi dan cakupannya.[1] Syekh Thusi menganggap mungkin bahwa yang dimaksud dengan kata "Kitab Mubin" adalah ilmu Ilahi atau bermakna kitab yang mana segala hakikat alam semesta tercatat di dalamnya sebelum penciptaan, mirip dengan Ayat 22 Surah Al-Hadid.[2] Allamah Thabathaba'i menganggap Kitab Mubin serupa dengan khazanah gaib, namun dengan perbedaan dalam pencatatan ukuran dan kadar yang paling teliti.[3] Sebagian lain, mencocokkan Kitab Mubin dengan "Imam Mubin" dalam Ayat 12 Surah Yasin dan menisbatkannya kepada Imam Ali as.[4] Selain itu, makna-makna lain untuk Kitab Mubin telah dikemukakan yang mencakup Lauh Mahfuzh,[5] Ummul Kitab dan Al-Qur'an.[6]

Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib, tiada sesiapa yang mengetahuinya melainkan Dia lah sahaja; dan Ia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut; dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan Ia mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering, melainkan (semuanya) ada tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) yang terang nyata.


Ayat ini dibaca dalam Salat Ghafilah yang merupakan salah satu dari salat-salat mustahab.[7]

Menurut para mufasir, kata "Mafatih al-Ghaib" bermakna pengkhususan ilmu gaib bagi Allah, meskipun sebagian menafsirkannya sebagai khazanah-khazanah gaib dan kekuasaan Ilahi.[8] Menurut para mufasir, penggalan-penggalan ayat selanjutnya menunjukkan bahwa ilmu Allah tidak terbatas pada yang gaib dan Dia mengetahui segala rincian alam semesta.[9] Allamah Thabathaba'i menafsirkan "Mafatih al-Ghaib" sebagai dunia di mana maujudat (makhluk-makhluk) berada di sana sebelum kemunculan di dunia materi, namun tanpa batasan dan ukuran materi. Ia juga menganggap mungkin bahwa dalam khazanah gaib Ilahi, terdapat maujudat nonmateri dan nonwaktu yang disebut gaib mutlak.[10]

Menurut keyakinan Ibnu Sina, ia menjelaskan ilmu Allah terhadap rincian alam indriawi melalui ilmu terhadap makhluk-makhluk pertama-Nya, seperti Akal Pertama yang merupakan sebab bagi maujudat lainnya, dan menganggap mereka sebagai misdak (objek luaran) Mafatih al-Ghaib.[11] Ibnu Rusyd menganggap ilmu Allah terhadap alam semesta melalui ilmu terhadap sebab-sebab awal alam yang mana merupakan ciptaan Allah sendiri, dan menganggap sebab-sebab ini sebagai Mafatih al-Ghaib.[12]

Mulla Sadra menganggap Akal Fa'al sebagai misdak Mafatih al-Ghaib dan menganggapnya sebagai sumber ilmu-ilmu syuhudi (penyaksian) dan ilham para nabi.[13] Para urafa juga menganggap A'yan Tsabitah,[14] Hadhrat Ahadiyyah[15] dan Nama-nama (Asma) universal Ilahi[16] sebagai bagian dari misdak-misdak Mafatih al-Ghaib.

Catatan Kaki

  1. Sebagai contoh lihat: Ibnu Sina, Al-Syifa (Al-Ilahiyat), 1404 H, jld. 1, hlm. 362; Mulla Sadra, Tafsir al-Qur'an al-Karim, 1366 HS, jld. 6, hlm. 118.
  2. Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-'Arabi, jld. 4, hlm. 155.
  3. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1352 HS, jld. 7, hlm. 127.
  4. Rabbani Golpaygani, Vahy-e Nabavi, 1391 HS, hlm. 207-208.
  5. Mulla Sadra, Al-Hikmah al-Muta'aliyah, 1981 M, jld. 6, hlm. 295.
  6. Sulthan Ali Syah, Bayan al-Sa'adah, 1408 H, jld. 2, hlm. 134.
  7. Thabathaba'i Yazdi, Al-'Urwah al-Wutsqa, 1419 H, jld. 2, hlm. 246-247.
  8. Hairi Tehrani, Muqtaniyat al-Durar, 1338 HS, jld. 4, hlm. 183.
  9. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1352 HS, jld. 7, hlm. 125.
  10. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1352 HS, jld. 7, hlm. 125.
  11. Ibnu Sina, Al-Syifa (Al-Ilahiyat), 1404 H, jld. 1, hlm. 362.
  12. Ibnu Rusyd, Al-Kasyf 'an Manahij al-Adillah, 1998 M, hlm. 189.
  13. Mulla Sadra, Tafsir al-Qur'an al-Karim, 1366 HS, jld. 6, hlm. 118.
  14. Qaishari, Syarh Fushush al-Hikam, 1382 HS, jld. 2, hlm. 885.
  15. Imam Khomeini, Ta'liqat 'ala Syarh Fushush al-Hikam wa Mishbah al-Uns, Pasdar-e Eslam, hlm. 25.
  16. Jami, Asyi'ah al-Lama'at, 1383 HS, hlm. 172.

Daftar Pustaka

  • Hairi Tehrani, Ali. Muqtaniyat al-Durar. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1338 HS.
  • Ibnu Rusyd, Muhammad bin Ahmad. Al-Kasyf 'an Manahij al-Adillah fi Aqaid al-Millah. Beirut, Markaz Dirasat al-Wahdah al-'Arabiyah, 1998 M.
  • Ibnu Sina, Husain. Al-Syifa (Al-Ilahiyat). Koreksi Sa'id Zaid. Qom, Kitabkhaneh Mar'asyi Najafi, 1404 H.
  • Imam Khomeini, Sayid Ruhullah. Ta'liqat 'ala Syarh Fushush al-Hikam wa Mishbah al-Uns. Qom, Pasdar-e Eslam, Tanpa Tahun.
  • Mulla Sadra, Muhammad bin Ibrahim. Al-Hikmah al-Muta'aliyah fi al-Asfar al-'Aqliyah al-Arba'ah. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-'Arabi, Cetakan ketiga, 1981 M.
  • Mulla Sadra, Muhammad bin Ibrahim. Tafsir al-Qur'an al-Karim (Sadra). Qom, Bidar, 1366 HS.
  • Qaishari, Dawud bin Mahmud. Syarh Fushush al-Hikam. Tahqiq: Hasan Hasanzadeh Amuli. Qom, Bustan-e Ketab Qom, 1382 HS.
  • Rabbani Golpaygani, Ali. Vahy-e Nabavi (Wahyu Kenabian). Tanpa Tempat, Pazhuhesygah Farhang wa Andisyeh Eslami, 1391 HS.
  • Sulthan Ali Syah, Muhammad bin Haidar. Bayan al-Sa'adah fi Maqamat al-'Ibadah. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1408 H.
  • Thabathaba'i Yazdi, Sayid Muhammad Kazim. Al-'Urwah al-Wutsqa. Tahqiq: Ahmad Muhsini Sabzewari. Qom, Daftar Intisharat-e Eslami, Cetakan pertama, 1419 H.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1352 HS.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-'Arabi, Tanpa Tahun.