Lompat ke isi

Konsep:Ayat 3 Surah Al-Fatihah

Dari wikishia
Ayat 3 Surah Al-Fatihah
Informasi Ayat
SurahSurah Al-Fatihah
Ayat3
Juz1
Informasi Konten
Tempat
Turun
Mekah
TentangDua jenis rahmat Allah: umum dan khusus
DeskripsiSifat-sifat Allah
Ayat-ayat terkaitBismillahirrahmanirrahim


Ayat 3 Surah Al-Fatihah menyebutkan dua sifat "Ar-Rahman" dan "Ar-Rahim" sebagai bagian dari sifat-sifat Allah.[1] Penerjemah Al-Qur'an ke dalam bahasa Indonesia umumnya menerjemahkan "Ar-Rahman" sebagai Maha Pengasih atau Pemberi Rahmat yang luas,[2] dan "Ar-Rahim" sebagai Maha Penyayang atau Pemberi Rahmat yang kekal dan khusus di akhirat.[3]

Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.


Ar-Rahman dan Ar-Rahim berasal dari akar kata "Rahmat".[4] Menurut Allamah Thabathaba'i, rahmat secara bahasa berarti kelembutan hati saat melihat kebutuhan pihak lain, namun dalam konteks Allah, rahmat berarti pemberian anugerah dan pemenuhan kebutuhan, bukan gejolak perasaan atau keharuan hati.[5]

Allamah Thabathaba'i memaknai "Ar-Rahman" sebagai melimpahnya rahmat dan "Ar-Rahim" sebagai ketetapan serta kekekalan rahmat. Dengan demikian, Ar-Rahman meliputi seluruh makhluk (mukmin maupun kafir), sedangkan Ar-Rahim dikhususkan bagi orang-orang mukmin saja.[6] Murtadha Muthahhari juga meyakini bahwa rahmat "Ar-Rahim" bergantung pada amal saleh seseorang.[7] Berdasarkan riwayat dari Imam Shadiq as, Allah bersifat Rahman bagi seluruh ciptaan dan Rahim hanya bagi kaum mukmin.[8]

Ja'far Subhani mengaitkan perbedaan keduanya pada hubungan sifat Rahman dengan dunia dan sifat Rahim dengan akhirat.[9] Selain itu, sebutan "Ar-Rahman" adalah khusus bagi Allah, namun "Ar-Rahim" dapat digunakan baik untuk Allah maupun manusia.[10] Thabrasi menyebutkan bahwa alasan didahulukannya Ar-Rahman atas Ar-Rahim dalam Basmalah dan ayat Surah Al-Fatihah adalah karena perbedaan cakupan tersebut.[11]

Naser Makarem Syirazi berpendapat bahwa penyebutan sifat "Ar-Rahman" dan "Ar-Rahim" setelah "Rabbil 'Alamin" menunjukkan kasih sayang dan kelembutan Allah di samping kekuasaan dan keperkasaan-Nya.[12] Sebagian mufasir juga menganggap kedua sifat ini sebagai alasan bagi puji-pujian (hamd) dan syukur kepada Allah pada ayat sebelumnya.[13] Adapun pengulangan "Ar-Rahman Ar-Rahim" dari Basmalah ke ayat ketiga Al-Fatihah, perbedaannya adalah: dalam Basmalah ia merujuk pada penciptaan (khalqiyyah) Allah, sedangkan dalam ayat ketiga ia berkaitan dengan kelangsungan eksistensi di dunia serta pembalasan di Akhirat.[14]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Makarem Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 1, hlm. 22-23.
  2. Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, Teheran, jld. 1, hlm. 26; Perangkat lunak Jami' al-Tafasir.
  3. Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, Teheran, jld. 1, hlm. 26; Perangkat lunak Jami' al-Tafasir.
  4. Lihat: Syekh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 1, hlm. 28; Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 1, hlm. 91; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 1, hlm. 18.
  5. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 1, hlm. 18.
  6. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 1, hlm. 18.
  7. Muthahhari, Majmu'eh Asar (Kumpulan Karya), 1390 HS, jld. 27, hlm. 179.
  8. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 114.
  9. Subhani, Mansyur-e Javid, 1383 HS, jld. 2, hlm. 262.
  10. Lihat: Syekh Thusi, Al-Tibyan, jld. 1, hlm. 28; Makarem Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, jld. 1, hlm. 23.
  11. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 1, hlm. 93.
  12. Makarem Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, jld. 1, hlm. 37.
  13. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 1, hlm. 97; Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, jld. 1, hlm. 40; Qara'ati, Tafsir-e Nur, 1388 HS, jld. 1, hlm. 28.
  14. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 1, hlm. 97; Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, jld. 1, hlm. 40.

Daftar Pustaka

  • Kasyani, Mulla Fathullah. Manhaj al-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin. Teheran: Kitabforushi-ye Islamiyah, tanpa tahun.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1407 H.
  • Makarem Syirazi, Naser. Tafsir-e Nemuneh. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan ke-10, 1371 HS.
  • Muthahhari, Murtadha. Majmu'eh Asar. Teheran: Sadra, 1390 HS.
  • Qara'ati, Mohsen. Tafsir-e Nur. Teheran: Markaz Farhangi Darshayi az Qur'an, cetakan pertama, 1388 HS.
  • Subhani, Ja'far. Mansyur-e Javid. Qom: Muassasah al-Imam al-Shadiq as, cetakan pertama, 1383 HS.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut: Muassasah al-A'lami, cetakan kedua, 1390 H.
  • Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran: Naser Khusru, 1372 HS.