Konsep:Ayat 29 Surah An-Najm
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Surah | An-Najm |
| Ayat | 29 |
| Juz | 27 |
| Informasi Konten | |
| Deskripsi | Berpaling dari orang-orang yang berpaling dari mengingat Tuhan |
| Ayat-ayat terkait | Ayat 5 Surah At-Taubah |
Ayat 29 Surah An-Najm memerintahkan untuk berpaling dari orang-orang yang berpaling dari mengingat Tuhan dan hanya menginginkan kehidupan dunia.[1] Khithab utama ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad (saw),[2] namun semua orang-orang mukmin juga dianggap sebagai sasarannya.[3]
Templat:Qur'an Baru|Templat:Qur'an Baru
Thabarsi, seorang penafsir Syiah, dalam menafsirkan ayat ini menulis bahwa tidak seharusnya melawan orang-orang yang gila dunia karena perbuatan mereka, melainkan harus mengajak mereka menuju kebenaran dengan kesabaran.[4] Namun sebagian penafsir Syiah lainnya meyakini bahwa dengan memperhatikan frasa "fa a'ridh; maka berpalinglah", ayat ini menunjukkan bahwa Nabi tidak seharusnya lagi memedulikan dakwah kepada orang-orang semacam itu, karena mendakwahi mereka tidak membuahkan hasil dan hanya menambah permusuhan dan bersikeras pada kebatilan.[5]
Perintah ini tidak dianggap bertentangan dengan tugas Nabi; karena tugas para nabi adalah tabligh (menyampaikan dakwah), namun selama masih ada kemungkinan memberikan pengaruh. Setelah yakin tidak ada pengaruhnya, maka harus berpaling dari mereka.[6] Sebagian penafsir telah menafsirkan ungkapan "fa a'ridh; berpaling" sedemikian rupa sehingga tidak berdebat dengan orang-orang ini dan "tidak membuang-buang waktunya untuk mereka".[7]
Maksud dari ungkapan "dzikrina; peringatan Kami" dianggap sebagai Al-Qur'an[8] atau mutlak mengingat Tuhan.[9] Mengingat Tuhan dalam ayat ini dianggap berlawanan dengan kelalaian; dengan pengertian bahwa ketika mengingat Tuhan disebutkan, manusia berpindah menuju hakikat-hakikat yang berlawanan dengan kelalaian.[10]
Sayyid Muhammad Taqi Mudarrisi, seorang penafsir Syiah, meyakini bahwa perintah Tuhan untuk berpaling dari orang-orang yang berpaling dari mengingat Tuhan, adalah demi mencegah menyimpangnya orang-orang mukmin dari tujuan hidup dan terpengaruh oleh mereka.[11] Demikian juga, ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang mukmin tidak seharusnya menghabiskan usaha mereka pada hal-hal yang tidak berguna. [12] Makarem Syirazi juga meyakini bahwa lalai dari mengingat Tuhan menyebabkan kecenderungan pada pemujaan dunia.[13]
Disebutkan bahwa ayat 29 Surah An-Najm telah dinasakh (dihapus hukumnya) oleh Ayat Saif.[14] Fakhrurrazi, seorang penafsir Ahli Sunah, menerima pendapat kebanyakan penafsir mengenai penasakhan ayat ini, namun ia sendiri menolak penasakhan ini dan meyakini bahwa perintah untuk berpaling dari orang-orang tersebut sejalan dengan Ayat Saif.[15] Menurut pandangannya, Nabi ditugaskan untuk berDoa dan memberikan nasihat yang baik, dan ketika metode ini tidak efektif, perintah untuk berpaling diberikan, padahal perlawanan juga diperbolehkan.[16]
Catatan Kaki
- ↑ Qara'ati, Tafsir Nur, 1383 HS, jld. 9, hlm. 321.
- ↑ Syaikh Thusi, At-Tibyan, Beirut, jld. 9, hlm. 431.
- ↑ Mughniyah, At-Tafsir Al-Kasyif, 1424 H, jld. 7, hlm. 180.
- ↑ Thabarsi, Majma' Al-Bayan, 1372 HS, jld. 9, hlm. 269.
- ↑ Faizh Kasyani, Tafsir Ash-Shafi, 1415 H, jld. 5, hlm. 93.
- ↑ Thayyib, Athyab Al-Bayan, 1378 HS, jld. 12, hlm. 335.
- ↑ Qurasyi, Tafsir Ahsan Al-Hadits, 1377 HS, jld. 10, hlm. 415.
- ↑ Tsa'labi Naisaburi, Al-Kasyf wa Al-Bayan, 1422 H, jld. 9, hlm. 148.
- ↑ Qurasyi, Tafsir Ahsan Al-Hadits, 1377 HS, jld. 10, hlm. 415.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan fi Tafsir Al-Qur'an, 1417 H, jld. 19, hlm. 41.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda Al-Qur'an, 1419 H, jld. 14, hlm. 169.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda Al-Qur'an, 1419 H, jld. 14, hlm. 169.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 22, hlm. 532.
- ↑ Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an, 1364 HS, jld. 17, hlm. 105.
- ↑ Fakhrurrazi, Mafatih Al-Ghaib, 1420 H, jld. 28, hlm. 260.
- ↑ Fakhrurrazi, Mafatih Al-Ghaib, 1420 H, jld. 28, hlm. 260.
Daftar Pustaka
- Fakhrurrazi, Muhammad bin Umar. Mafatih Al-Ghaib. Beirut, Dar Ihya' At-Turats Al-'Arabi, cetakan ketiga, 1420 H.
- Faizh Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir Ash-Shafi. Penelitian: Husain A'lami. Tehran, Intisyarat Ash-Shadr, cetakan kedua, 1415 H.
- Makarem Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Tehran, Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, cetakan pertama, 1374 HS.
- Mudarrisi, Sayyid Muhammad Taqi. Min Huda Al-Qur'an. Tehran, Dar Muhibbi Al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. At-Tafsir Al-Kasyif. Tehran, Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, cetakan pertama, 1424 H.
- Qara'ati, Muhsin. Tafsir Nur. Tehran, Markaz Farhangi Darsha-yi Az Qur'an, cetakan kesebelas, 1383 HS.
- Qurasyi, Sayyid Ali Akbar. Tafsir Ahsan Al-Hadits. Tehran, Bunyad Be'tsat, cetakan ketiga, 1377 HS.
- Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an. Tehran, Intisyarat Naser Khosrow, cetakan pertama, 1364 HS.
- Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. At-Tibyan fi Tafsir Al-Qur'an. Pengantar: Syaikh Agha Buzurg Tehrani. Penelitian: Ahmad Qashir 'Amili. Beirut, Dar Ihya' At-Turats Al-'Arabi, tanpa tahun.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an. Pengantar: Muhammad Jawad Balaghi. Tehran, Naser Khosrow, cetakan ketiga, 1372 HS.
- Thabathaba'i, Sayyid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir Al-Qur'an. Qom, Daftar Intisyarat Islami, cetakan kelima, 1417 H.
- Thayyib, Sayyid Abdul Husain. Athyab Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an. Tehran, Intisyarat Islam, cetakan kedua, 1378 HS.
- Tsa'labi Naisaburi, Ahmad bin Ibrahim. Al-Kasyf wa Al-Bayan 'an Tafsir Al-Qur'an. Beirut, Dar Ihya' At-Turats Al-'Arabi, cetakan pertama, 1422 H.