Konsep:Ayat 28 Surah Saba'
Tampilan
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Surah | Surah Saba' |
| Ayat | 28 |
| Juz | 22 |
| Informasi Konten | |
| Tempat Turun | Mekah |
| Tentang | Universalitas dan keumuman dakwah Nabi saw |
| Deskripsi | Kenabian |
Ayat 28 Surah Saba' mengisyaratkan universalitas dan cakupan global dari risalah dakwah Nabi Muhammad saw.[1] Para pakar tafsir (mufasir) mengemukakan dua corak penafsiran terkait makna lema "Kaffah":
- Bermakna menghimpun (secara menyeluruh): Menurut mayoritas mufasir, kata "Kaffah" merepresentasikan universalitas risalah dakwah Nabi saw[2] dan dianggap lebih selaras dengan konteks ayat tersebut.[3] Bersandar pada riwayat dari Ibnu Abbas, Nabi saw menyatakan bahwa universalitas dakwah ini merupakan salah satu keutamaan dan kebanggaan beliau.[4] Naser Makarem Syirazi turut mengonfirmasi kesimpulan mengenai keumuman ruang lingkup dakwah Nabi saw ini dengan merujuk pada Ayat 1 Surah Al-Furqan serta Ayat 19 Surah Al-An'am.[5]
- Bermakna mencegah atau menahan: Allamah Thabathaba'i berpandangan bahwa kata "Kaffah" tidak merujuk pada keumuman dakwah Nabi saw, melainkan berfungsi secara semantik sebagai "pencegah".[6] Beranjak dari pemaknaan ini, Nabi saw diutus sebagai figur yang mencegah umat manusia dari jurang kekufuran dan kemaksiatan.[7] Dalam perspektif Allamah Thabathaba'i, pengutusan Nabi saw pada hakikatnya bertujuan untuk menahan laju manusia dari perbuatan dosa.[8] Beliau menjadikan penggunaan lema "Basyir" (pembawa kabar gembira) dan "Nadzir" (pemberi peringatan), beserta isyarat mengenai ketidaktahuan mayoritas umat manusia di dalam ayat ini, sebagai dalil tekstual yang mengukuhkan penafsiran tersebut.[9]
| “ | وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
|
” |
Dan tiadalah Kami mengutusmu (wahai Muhammad) melainkan untuk umat manusia seluruhnya, sebagai Rasul pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman), dan pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar); akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (hakikat itu).
Catatan Kaki
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 18, hlm. 93; Suyuthi, Al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 5, hlm. 237; Huwaizi, Tafsir Nur al-Tsaqalain, 1415 H, jld. 4, hlm. 336; Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 8, hlm. 396; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jld. 16, hlm. 73.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 18, hlm. 93; Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 8, hlm. 396; Fakhr Razi, Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 25, hlm. 206; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 16, hlm. 376-377.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 18, hlm. 93; Suyuthi, Al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 5, hlm. 237; Huwaizi, Tafsir Nur al-Tsaqalain, 1415 H, jld. 4, hlm. 336; Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 8, hlm. 396; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jld. 16, hlm. 73.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 18, hlm. 93; Suyuthi, Al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 5, hlm. 237; Huwaizi, Tafsir Nur al-Tsaqalain, 1415 H, jld. 4, hlm. 336; Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 8, hlm. 396; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jld. 16, hlm. 73; Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 20, hlm. 267.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld. 18, hlm. 93.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 16, hlm. 376-377.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 16, hlm. 376-377.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 16, hlm. 376-377.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 16, hlm. 376-377.
Daftar Pustaka
- Abu al-Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Jinan wa Rauh al-Jinan fi Tafsir al-Qur'an. Masyhad: Astan Quds Razavi, 1408 H.
- Huwaizi, Abd Ali bin Jum'ah. Tafsir Nur al-Tsaqalain. Qom: Isma'iliyan, 1415 H.
- Makarem Syirazi, Naser. Tafsir-e Nemuneh. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1371 HS.
- Suyuthi, Abdurrahman bin Abi Bakar. Al-Durr al-Mantsur fi al-Tafsir bi al-Ma'tsur. Qom: Perpustakaan Mar'asyi Najafi, 1404 H.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut: Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1390 H.
- Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran: Naser Khusru, 1372 HS.
- Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
- Fakhr Razi, Muhammad bin Umar. Al-Tafsir al-Kabir. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1420 H.