Konsep:Ayat 21 Surah Ar-Rum
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Surah | Surah Ar-Rum |
| Ayat | 21 |
| Juz | 21 |
| Informasi Konten | |
| Tempat Turun | Makkah |
| Tentang | Pernikahan |
| Deskripsi | Akhlak |
| Ayat-ayat terkait | Ayat 89 Surah Al-A'raf |
Ayat 21 Surah Ar-Rum menyatakan penciptaan pasangan dari jenis manusia sendiri sebagai salah satu tanda dari rahmat dan hikmat Allah[1] untuk menciptakan ketenangan dan ketenteraman di antara manusia.[2] Menurut para mufasir, ayat ini merujuk pada hubungan yang saling melengkapi dan menenangkan antara suami dan istri[3] yang melampaui hubungan seksual semata[4] dan berujung pada ketenangan, kasih sayang, dan saling mendoakan kebaikan.[5]
| “ | وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
|
” |
Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahawa Ia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir.
Menurut Makarem Syirazi, pasangan membutuhkan daya tarik hati dan ruhani yang telah disediakan oleh Allah dengan menciptakan mawaddah dan rahmat di antara mereka,[6] sehingga ketenangan dan kekokohan hidup berumah tangga terjamin.[7] Disebutkan bahwa mawaddah dan rahmat ini tercipta setelah pernikahan.[8]
Para mufasir memberikan berbagai tafsir mengenai mawaddah dan rahmat dalam ayat 21 Surah Ar-Rum, di antaranya:
- Mawaddah adalah rasa cinta dan rahmat adalah kasih sayang.[9]
- Mawaddah adalah cinta kasih dan rahmat adalah kelembutan dan belas kasih.[10]
- Mawaddah adalah persetubuhan dan rahmat adalah anak.[11]
- Mawaddah khusus untuk masa muda dan rahmat untuk masa tua.[12]
- Mawaddah biasanya bersifat timbal balik; namun rahmat bersifat satu arah dan penuh pengorbanan.[13]
- Mawaddah bermakna cinta yang dampaknya tampak dalam perbuatan, dan rahmat bermakna sejenis pengaruh batin yang muncul dalam hati saat melihat kekurangan orang yang membutuhkan pertolongan untuk menutupi kekurangannya.[14]
Catatan Kaki
- ↑ Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, Kitabforousyi Islamiyah, jil. 7, hlm. 169.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 16, hlm. 391.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 16, hlm. 391.
- ↑ Montazeri, Islam Din-e Fetrat, 1385 HS, hlm. 505.
- ↑ Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jil. 7, hlm. 189; Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 16, hlm. 391.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 16, hlm. 391.
- ↑ Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, Teheran, jil. 7, hlm. 170.
- ↑ Thabrasi, Tafsir Jawami' al-Jami', 1412 H, jil. 3, hlm. 262.
- ↑ Mughniyah, al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jil. 6, hlm. 136; Kasyifi, Tafsir Huseini (Mawahib 'Aliyyah), Kitabforousyi Nur, hlm. 899; Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, Teheran, jil. 7, hlm. 170; Thabrasi, Tafsir Jawami' al-Jami', 1412 H, jil. 3, hlm. 262.
- ↑ Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, Teheran, jil. 7, hlm. 170; Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jil. 8, hlm. 470.
- ↑ Fakhr Razi, al-Tafsir al-Kabir (Mafatih al-Ghaib), 1420 H, jil. 25, hlm. 91; Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, 1419 H, jil. 9, hlm. 3090.
- ↑ Kasyifi, Tafsir Huseini (Mawahib 'Aliyyah), Kitabforousyi Nur, hlm. 899; Maibudi, Kasyf al-Asrar, 1371 HS, jil. 7, hlm. 446.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 16, hlm. 393-394.
- ↑ Thabathaba'i, al-Mizan, 1390 H, jil. 16, hlm. 166.
Daftar Pustaka
- Ibnu Abi Hatim, Abdurrahman bin Muhammad. Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Riyadh, Maktabah Nizar Mushthafa al-Baz, 1419 H.
- Kasyani, Fathullah bin Syukrullah. Manhaj al-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin. Teheran, Kitabforousyi Islamiyah.
- Kasyifi, Husain bin Ali. Tafsir Huseini (Mawahib 'Aliyyah). Saravan, Kitabforousyi Nur.
- Maibudi, Ahmad bin Muhammad. Kasyf al-Asrar wa 'Uddah al-Abrar. Atas usaha Ali Ashghar Hikmat. Teheran, Amirkabir, 1371 HS.
- Makarem Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 HS.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. al-Tafsir al-Kasyif. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, 1424 H.
- Montazeri, Husain Ali. Islam Din-e Fetrat (Islam Agama Fitrah). Teheran, Nasyr-e Sayeh, 1385 HS.
- Qara'ati, Mohsen. Tafsir Nur. Teheran, Pusat Budaya Dars-haye az Quran, 1388 HS.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1390 H.
- Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Jawami' al-Jami'. Koreksi: Abu al-Qasim Gorji. Qom, Hauzah Ilmiah Qom, 1412 H.
- Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Nashir Khosrow, 1372 HS.
- Fakhr Razi, Muhammad bin Umar. al-Tafsir al-Kabir (Mafatih al-Ghaib). Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1420 H.