Lompat ke isi

Konsep:Ayat 20 Surah Al-'Ankabut

Dari wikishia

Templat:Kotak info ayat Ayat 20 Surah Al-'Ankabut mengisyaratkan pada kekuasaan Allah dalam penciptaan kembali makhluk-makhluk setelah kebinasaan mereka[1] dan menganggapnya sebagai bukti atas keberadaan kiamat dan ma'ad (hari kebangkitan) serta tanda dari keagungan dan kekuasaan Allah yang tak terbatas.[2] Menurut perkataan Makarim Syirazi, ayat 19 dan 20 Surah Al-'Ankabut keduanya berkaitan dengan kemungkinan ma'ad. Dalam ayat-ayat ini, dengan menekankan pada kekuasaan luas Allah dalam penciptaan makhluk-makhluk dan penelaahan umat-umat terdahulu, kemungkinan ma'ad telah ditunjukkan.[3] Fakhrurrazi, seorang mufasir Ahlusunah, juga seperti para mufasir Syiah mengatakan bahwa dengan menyaksikan kekuasaan Allah dalam penciptaan awal makhluk-makhluk, kemungkinan menghidupkan mereka untuk kedua kalinya sangatlah jelas dan pengamatan ini, membuktikan kekuasaan Allah dan keberadaan ma'ad.[4]

Templat:Quran jadidTemplat:SakhTemplat:Quran jadid

Menurut perkataan para mufasir Syiah dan Sunni, dalam ayat ini, perintah untuk menelusuri di awal ayat bermakna perintah untuk bertafakur dan berpikir.[5] Allah menyeru Nabi saw agar berkata kepada kaum musyrik dan orang-orang yang mengingkari ma'ad untuk mengambil pelajaran melalui pengamatan dan pemikiran dalam penciptaan makhluk-makhluk dan penghidupan kembali mereka,[6] supaya dengan memahami bagaimana penciptaan serta keberagaman warna dan bentuk mereka, mereka beriman kepada kekuasaan Allah.[7] Abu al-Futuh Razi, seorang mufasir Syiah, juga meyakini bahwa Allah dengan menyeru Nabi saw ingin berkata kepada kaum musyrik bahwa dengan menelusuri bumi dan menyaksikan peninggalan-peninggalan yang tersisa dari umat-umat terdahulu, bertafakurlah tentang mereka dan ambillah pelajaran.[8]

Muhammad Jawad Mughniyah seorang mufasir Syiah, juga menjelaskan bahwa perintah untuk mempelajari keadaan orang-orang terdahulu ini adalah untuk menghadapi taklid dan membuktikan tauhid serta ma'ad dan ia menganggapnya sebagai semacam anjuran untuk mempelajari ilmu.[9] Menurut keyakinan Makarim Syirazi, Allah di dalam Al-Qur'an pada banyak ayat telah menganjurkan untuk menelusuri dan melakukan perjalanan di bumi untuk mengambil pelajaran dari orang-orang terdahulu dan di semua ayat ini ungkapan "siruu fil ardh" disebutkan di mana di antara ayat-ayat ini dapat diisyaratkan pada Ayat 42 Surah Ar-Rum, Ayat 11 Surah Al-An'am, Ayat 69 Surah An-Naml, Ayat 36 Surah An-Nahl dan Ayat 137 Surah Ali 'Imran.[10]

Catatan Kaki

  1. Thabarsi, Jami' al-Bayan, 1372 HS, jld. 8, hlm. 435.
  2. Thabari, Jami' al-Bayan, 1372 HS, jld. 8, hlm. 435.
  3. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 16, hlm. 236.
  4. Fakhrurrazi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 25, hlm. 41.
  5. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 16, hlm. 118; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 16, hlm. 236; Thanthawi, Al-Tafsir al-Wasith, 1997 M, jld. 11, hlm. 25; Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 20, hlm. 90.
  6. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 8, hlm. 435; Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 8, hlm. 196; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 16, hlm. 118.
  7. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 8, hlm. 435; Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 8, hlm. 196; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 16, hlm. 118.
  8. Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jld. 15, hlm. 197.
  9. Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 6, hlm. 103.
  10. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 3, hlm. 104.

Daftar Pustaka

  • Abu al-Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir al-Qur'an. Masyhad, Astan Quds Razawi, 1408 H.
  • Fakhrurrazi, Muhammad bin Umar. Tafsir Kabir. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, 1420 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1371 HS.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Al-Tafsir al-Kasyif. Qom, Penerbit Dar al-Kitab al-Islamiyyah, 1424 H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-Ma'rifah, 1412 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Taheran, Penerbit Nashir Khusraw, 1372 HS.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Penerbit Mu'assasah al-A'lami li al-Mathbu'at, 1390 H.
  • Thanthawi, Muhammad Sayid. Al-Tafsir al-Wasith li al-Qur'an al-Karim. Kairo, Penerbit Nahdhah Mishr, 1997 M.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, t.t.

Templat:Ayat-ayat Akidah Al-Qur'an