Konsep:Ayat 118 Surah At-Taubah
Ayat 118 Surah At-Taubah adalah kisah hukuman dan Tobat[1] tiga orang Anshar[2] yang menolak untuk menyertai Nabi dan kaum Muslim pergi ke Perang Tabuk. Ketidaksertaan mereka dianggap bukan dikarenakan permusuhan atau nifak, melainkan karena kelalaian dan kemalasan.[3] Orang-orang ini dikenal sebagai Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Murarah bin Rabi'ah.[4]
Menurut para mufasir, ayat ini menjelaskan kesulitan-kesulitan dan hukuman mereka,[5] yang mencakup boikot sosial dan pemutusan segala jenis hubungan dengan mereka.[6] Hukuman ini sedemikian berat sehingga disebutkan dalam ayat bahwa "bumi terasa sempit bagi mereka padahal bumi itu luas"[7] dan "seolah-olah jiwa mereka tidak lagi termuat dalam tubuh mereka".[8] Ungkapan-ungkapan ini adalah hiperbola untuk menunjukkan puncak kesedihan mereka.[9] Mudarrisi, mufasir Syiah, mendeskripsikan bagian ayat ini sebagai "dalam tekanan hidup"[10] dan meyakini bahwa boikot sosial ini memiliki efek yang mendalam sehingga setelah itu jarang ada orang yang berani melakukan tindakan semacam itu.[11]
Syekh Thusi menyebutkan sebab turunnya ayat 118 Surah At-Taubah demikian bahwa tiga orang menolak menyertai Nabi (saw) dalam Perang Tabuk dan setelah kembalinya kaum Muslim, mereka menyesal. Nabi (saw) tidak berbicara dengan mereka dan memerintahkan kaum Muslim untuk juga menahan diri dari berbicara dengan mereka. Bahkan keluarga-keluarga pun menjauhi mereka. Setelah empat puluh hari, mereka bertobat dan Allah menerima tobat mereka. Ayat 118 Surah At-Taubah turun mengenai hal ini.[12] Sebab turunnya ini juga disebutkan dengan beberapa perbedaan dalam tafsir-tafsir lainnya.[13]
Menurut para mufasir, pemutusan hubungan total masyarakat dengan tiga orang berdosa tersebut menyebabkan mereka berputus asa dari segalanya[14] dan menyadari bahwa satu-satunya tempat berlindung mereka adalah Allah.[15] Oleh karena itu, mereka pergi ke padang pasir dan dengan meninggalkan kelezatan duniawi, mereka melakukan Tobat[16] dan beristigfar[17] serta sampai pada keyakinan[18] bahwa tidak ada sesuatu pun selain pengampunan Allah yang dapat menyelamatkan mereka.[19] Keadaan ini dalam Al-Qur'an disebutkan dengan ungkapan "wa zhannū al-lā malja'a minallāhi illā ilaih".[20]
Ayat 118 Surah At-Taubah menukil tobat mereka demikian: "tsumma tāba 'alaihim liyatūbū"; kemudian Dia menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobat.[21] Dalam menafsirkan ungkapan "Dia menerima tobat mereka", disebutkan beberapa makna.[22] Thabarsi memaknainya sebagai dimudahkannya tobat bagi mereka oleh Allah.[23] Sebagian memaknai ungkapan ini sebagai anugerah Allah bahwa Allah memberikan anugerah-Nya kepada mereka sehingga mereka bertobat dan kembali dari dosa mereka.[24] Mughniyah juga mengisyaratkan poin ini bahwa Allah menerima tobat mereka agar mereka dapat bertobat dan tidak bersikeras dalam dosa.[25]
Allamah Thabathaba'i dalam menafsirkan ayat ini menjelaskan tahapan-tahapan tobat sebagai berikut: pertama, Allah harus memberikan taufik tobat kepada hamba ("tāba 'alaihim"), kemudian hamba itu sendiri bertobat ("liyatūbū"), dan pada akhirnya Allah menerima tobat tersebut serta mengampuni dosa-dosa.[26] Ungkapan "Tawwāb" menunjukkan rahmat dan penerimaan tobat yang tak terbatas dari sisi Allah.[27]
Catatan Kaki
- ↑ Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 218.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 4, hlm. 114.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 4, hlm. 114.
- ↑ Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 11, hlm. 41.
- ↑ Jafari, Kautsar, 1376 HS, jld. 4, hlm. 591.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 8, hlm. 175.
- ↑ Khusrawani, Tafsir Khusrawi, 1390 HS, jld. 4, hlm. 139.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 4, hlm. 295.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 5, hlm. 121.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 4, hlm. 295.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 8, hlm. 175.
- ↑ Syekh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 5, hlm. 316.
- ↑ Qummi, Tafsir al-Qummi, 1404 H, jld. 1, hlm. 297.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 8, hlm. 175.
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 6, hlm. 329.
- ↑ Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 218.
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 6, hlm. 329.
- ↑ Faidh Kasyani, Al-Tafsir al-Safi, 1415 H, jld. 2, hlm. 386.
- ↑ Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 11, hlm. 40.
- ↑ Surah At-Taubah, ayat 118.
- ↑ Surah At-Taubah, ayat 118.
- ↑ Syekh Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 5, hlm. 317.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 5, hlm. 121.
- ↑ Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 218.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 4, hlm. 115.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 9, hlm. 402.
- ↑ Mughniyah, Al-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 4, hlm. 115.
Daftar Pustaka
- Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Al-Tafsir al-Safi. Riset: Husain A'lami. Teheran, Penerbit al-Sadr, cetakan kedua, 1415 H.
- Husaini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Dar al-'Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
- Jafari, Ya'qub. Kautsar. Qom, Hejrat, cetakan pertama, 1376 HS.
- Khusrawani, Ali Reza. Tafsir Khusrawi. Riset: Muhammad Baqir Behbudi. Teheran, Penerbit Islamiyah, cetakan pertama, 1390 HS.
- Makarem Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan pertama, 1374 HS.
- Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Teheran, Dar Muhibbi al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. Al-Tafsir al-Kasyif. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan pertama, 1424 H.
- Qummi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qummi. Riset dan koreksi: Sayid Thayyib Musawi Jaza'iri. Qom, Dar al-Kitab, cetakan ketiga, 1404 H.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Pendahuluan: Syekh Agha Buzurg Tehrani. Riset: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan pertama, tanpa tahun.
- Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Dar al-Ma'rifah, cetakan pertama, 1412 H.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Pendahuluan: Muhammad Jawad Balaghi. Teheran, Naser Khosrow, cetakan ketiga, 1372 HS.
- Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Penerbit Islam, cetakan kedua, 1378 HS.