Lompat ke isi

Konsep:Ayat 110 Surah An-Nisa

Dari wikishia

Templat:Kotak info ayat Ayat 110 Surah An-Nisa menegaskan bahwa setiap individu yang melakukan suatu dosa atau menzalimi dirinya sendiri (berbuat kezaliman), jika ia bertobat dan memohon ampunan dari Allah, ia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap dirinya.

Templat:Quran jadidTemplat:SakhTemplat:Quran jadid

Menurut perkataan para mufasir, ayat 110 Surah An-Nisa, terletak di awal tiga ayat yang membahas tentang dosa dan dampak-dampaknya. Ayat ini mengisyaratkan pada kemungkinan diampuninya dosa-dosa dan pada dua ayat berikutnya membahas tentang dampak dosa terhadap pendosa serta ketidakbenaran melemparkan dosa kepada orang lain.[1] Al-Qur'an pada ayat sebelumnya telah mengancam para pengkhianat dan pada ayat ini membuka jalan tobat[2] untuk mencegah keputusasaan para pelaku kesalahan dari rahmat Allah.[3] Sayidah Nusrat Amin meyakini bahwa struktur ayat tersebut adalah sedemikian rupa sehingga menunjukkan, diterimanya tobat dari sisi Allah, merupakan karunia Allah dan bukan hak (yang semestinya didapatkan) dari orang yang bertobat.[4] Allamah Thabathaba'i juga meyakini bahwa urutan kata "su'" dan "zhulm" bermakna peningkatan dari dosa kecil menuju dosa besar.[5]

Templat:Kotak kutipan

Nashir Makarim Syirazi meyakini bahwa ayat 110 Surah An-Nisa, menjelaskan hakikat ini bahwa setiap jenis dosa, baik itu kezaliman terhadap diri sendiri maupun orang lain, pada saat tobat dan penebusan yang hakiki, dapat diampuni.[6]

Sebagian mufasir meyakini bahwa dari kalimat "yajidillaha ghafuran rahima" [yang bermakna "niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"] dipahami bahwa tobat yang hakiki, meninggalkan pengaruh yang manis dan pengalaman yang menyenangkan di dalam jiwa orang yang bertobat.[7]

Catatan Kaki

  1. Musykini Ardabili, Ali. Tafsir Rawan, 1392 HS, jld. 2, hlm. 137.
  2. Qira'ati, Muhsin. Tafsir Nur, 1383 HS, jld. 2, hlm. 156.
  3. Amin, Nusrat Begum. Tafsir Makhzan al-'Irfan dar 'Ulum-e Quran, 1361 HS, jld. 4, hlm. 158.
  4. Amin, Nusrat Begum. Tafsir Makhzan al-'Irfan dar 'Ulum-e Quran, 1361 HS, jld. 4, hlm. 158-159.
  5. Allamah Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an, 1417 H, jld. 5, hlm. 75.
  6. Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 4, hlm. 117.
  7. Ridhha'i Isfahani, Muhammad Ali. Tafsir Quran Mehr, 1387 HS, jld. 4, hlm. 288.

Daftar Pustaka

  • Amin, Nusrat Begum. Tafsir Makhzan al-'Irfan dar 'Ulum-e Quran. Taheran, Nahdhat-e Zanan-e Musalman, 1361 HS.
  • Bahrani, Sayid Hasyim. Al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an. Penelitian: Qism al-Dirasat al-Islamiyyah Mu'assasah al-Bi'tsah. Taheran, Bonyad-e Bi'tsat, cetakan pertama, 1416 H.
  • Ridhha'i Isfahani, Muhammad Ali. Tafsir Quran Mehr (Tafsir Al-Qur'an Mehr). Qom, Pazhuhesyhay-e Tafsir wa Ulum-e Quran, cetakan pertama, 1387 HS.
  • Allamah Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Maktabah al-Nasyr al-Islami, cetakan kelima, 1417 H.
  • Qira'ati, Muhsin. Tafsir Nur (Tafsir Nur). Taheran, Markaz-e Farhangi-e Dars-hayi az Quran, cetakan kesebelas, 1383 HS.
  • Musykini Ardabili, Ali. Tafsir Rawan. Qom, Mu'assasah Ilmi Farhangi Dar al-Hadits, 1392 HS.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.

Templat:Ayat-ayat Akhlak Al-Qur'an