Konsep:Anshab
Anshab adalah batu-batu yang dipasang di sekitar Kakbah dan disembah oleh kaum musyrik pada Zaman Jahiliah. Al-Qur'an memperkenalkan anshab sebagai bagian dari perbuatan setan dan memerintahkan untuk meninggalkannya. Anshab disebutkan dalam Al-Qur'an berdampingan dengan khamar, maisir, dan azlam sebagai perbuatan setan, dan kaum Muslim diminta untuk menjauhi hal-hal tersebut.[1]
Templat:Kotak kutipan Penyembah berhala pada zaman Jahiliah, memasang batu-batu di sekitar Kakbah yang tidak memiliki bentuk atau rupa tertentu.[2] Berhala-berhala batu ini[3] yang dianggap suci bagi kaum musyrik[4] dan disembah oleh mereka, disebut dengan nushub.[5] Meletakkan batu-batu ini di samping Kakbah dan menyembahnya termasuk di antara tradisi kaum musyrik.[6]
Kaum musyrik dengan maksud untuk mendekatkan diri kepada berhala-berhala batu ini[7] melakukan pendekatan (kurban) bagi mereka[8] dan mengoleskan darah kurban pada batu-batu tersebut.[9] Tentu saja terkadang penyembelihan kurban dilakukan tepat di atas batu-batu tersebut.[10] Setelah kemunculan Islam, selain pelarangan terhadap penyembahan berhala, penyembelihan kurban untuk anshab juga dilarang.[11]
Berdasarkan apa yang dinukil oleh sebagian mufasir; kaum musyrik tidak memiliki fanatisme khusus terhadap batu-batu tersebut dan jika mereka menemukan batu dengan bentuk dan rupa yang lebih unik, mereka akan menggantinya dengan batu sebelumnya.[12]
Para mufasir meyakini bahwa nushub adalah berhala-berhala yang berbeda dengan ashnam.[13] Ashnam adalah berhala-berhala pahatan yang memiliki bentuk dan rupa tertentu, sedangkan nushub adalah berhala-berhala batu tanpa bentuk dan rupa.[14]
Lihat Juga
Catatan Kaki
- ↑ Surah Al-Ma'idah, ayat 90.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 3, hlm. 244.
- ↑ Rasyid Ridha, Tafsir al-Manar, 1990 M, jld. 6, hlm. 121.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 5, hlm. 166.
- ↑ Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 3, hlm. 433.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 5, hlm. 166.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 3, hlm. 244.
- ↑ Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, 1419 H, jld. 4, hlm. 1198.
- ↑ Makarem Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 4, hlm. 260.
- ↑ Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 6, hlm. 48.
- ↑ Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 6, hlm. 48.
- ↑ Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 6, hlm. 48.
- ↑ Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 3, hlm. 433.
- ↑ Rasyid Ridha, Tafsir al-Manar, 1990 M, jld. 6, hlm. 121.
Daftar Pustaka
- Ibnu Abi Hatim, Abdurrahman bin Muhammad. Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Riset: As'ad Muhammad al-Thayib. Arab Saudi, Maktabah Nizar Mushthafa al-Baz, Cetakan Ketiga, 1419 H.
- Makarem Syirazi, Nasir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Pertama, 1374 HS.
- Rasyid Ridha. Tafsir al-Manar. Mesir, Al-Hai'ah al-Mishriyyah al-'Ammah lil-Kitab, 1990 M.
- Syaikh Shaduq. Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Koreksi: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Penerbit Daftar-e Intisyarat-e Eslami, Cetakan Kedua, 1413 H.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Mukadimah: Muhammad Jawad Balaghi. Teheran, Nashir Khusraw, Cetakan Ketiga, 1372 HS.
- Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Dar al-Ma'rifah, Cetakan Pertama, 1412 H.
- Thabathaba'i, Sayyid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Penerbit Daftar-e Intisyarat-e Eslami, Cetakan Kelima, 1417 H.
- Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Mukadimah: Agha Buzurg Tehrani. Riset: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Tanpa Tahun.