Lompat ke isi

Konsep:Al-Baridi

Dari wikishia
Keluarga Al-Baridi
Alasan penamaanDinisbatkan kepada Abu Abdillah Muhammad Baridi
PendiriAbu Abdillah Muhammad Baridi
MadzhabSyiah
Tempat menetapWasith, Ahwaz, Basrah
Awal pemerintahanAkhir kekuasaan Bani Abbasiyah
Wilayah kekuasaanWasith, Ahwaz, Basrah
Para penguasaAbu Abdillah Ahmad, Abul Husain Abdullah (Ali), Abu Yusuf Ya'qub


Al-Baridi adalah sebuah keluarga Syiah yang dinisbatkan kepada Abu Abdillah Muhammad Baridi. Keluarga Baridi mengibarkan bendera kemerdekaan pada masa melemahnya kekhilafahan Bani Abbasiyah, ketika para Amirul Umara (pemimpin para amir) saling bersaing dan berebut kekuasaan serta kendali atas Baghdad. Mereka bahkan sempat menguasai Baghdad. Keluarga Baridi memerintah kota-kota Wasith, Ahwaz, dan Basrah dari tahun 316 H/928 M hingga 338 H/949 M.

Pemerintahan Al-Baridi terdiri dari 3 bersaudara bernama Abu Abdillah Ahmad, Abul Husain Abdullah (Ali), dan Abu Yusuf Ya'qub, ditambah Abul Qasim, putra Abu Abdillah Baridi. Gelar "Muqtha" yang disebutkan dalam beberapa sumber untuk keluarga ini, dapat menunjukkan status mereka sebagai pemegang Iqtha' (pemberian wewenang atas tanah dan pendapatannya kepada seseorang untuk dikelola dan dimanfaatkan). Meskipun Abu Ali Miskawaih dalam sejarah tahun 311 H/923 M menyebutkan Abu Abdillah Ahmad, saudara tertua, namun ia baru memasuki kancah politik pada tahun 316 H/928 M.

Sebagian pihak berpendapat bahwa sejarah 20 tahun keluarga Baridi, seperti banyak pemerintahan yang terpecah-belah pada abad ke-4 dan ke-5 Hijriah, penuh dengan kezaliman, tipu daya, dan penjarahan terhadap rakyat. Sebagai contoh, setelah mereka diberhentikan dari pemerintahan Ahwaz, Khalifah meminta 4.000 dinar dan mereka segera membayarnya agar dapat kembali berkuasa, yang menunjukkan keahlian mereka dalam menjarah dan merampas harta.[1]

Dikatakan bahwa mereka menahan pajak di wilayah kekuasaan mereka dan tidak mengirimkannya ke Baghdad. Setelah menguasai Baghdad, mereka mengambil setengah juta dinar dari Khalifah dengan ancaman, dan dengan menetapkan pajak serta bea yang berat, mereka melanjutkan penindasan yang meluas terhadap rakyat.[2]

Menurut para peneliti, keluarga ini begitu nekat dalam pengkhianatan dan tipu daya sehingga mereka tidak hanya membunuh pelindung mereka, Yaqut, tetapi juga melakukan pertumpahan darah di antara anggota keluarga sendiri: Abu Abdillah membunuh saudaranya Abu Yusuf, dan Abul Husain memberontak terhadap Abul Qasim. Fatwa ulama Baghdad mengenai Abul Husain merupakan cerminan dari kezaliman dan penjarahan yang mereka lakukan.[3]

Catatan Kaki

  1. Markaz Da'irah al-Ma'arif-e Buzurg-e Eslami. Entri "Al-Baridi".
  2. Markaz Da'irah al-Ma'arif-e Buzurg-e Eslami. Entri "Al-Baridi".
  3. Markaz Da'irah al-Ma'arif-e Buzurg-e Eslami., Entri "Al-Baridi".

Daftar Pustaka

  • Markaz Da'irah al-Ma'arif-e Buzurg-e Eslami. Editor Utama: Sayid Muhammad Kazim Musawi Bujnurdi, Teheran: Markaz Da'irah al-Ma'arif-e Buzurg-e Eslami, 1377 HS.

Pranala Luar