Sahmain (Dua Saham Khumus)

Prioritas: c, Kualitas: c
tanpa navbox
Dari wikishia

Sahmain (bahasa Arab:سَهْمَیْن) bermakna dua saham, yaitu saham Imam as dan saham sâdât (keturunan Nabi saw) dari bagian khumus.[1] Saham dari sisi bahasa bermakna bagian[2] dan bagian keuntungan.[3] Para ulama ahli fikih Syiah berkeyakinan bahwa khumus terdiri dari dua bagian saham secara umum, yakni saham untuk Imam as dan saham untuk saham sâdât.[4]

• Saham sâdât dikelola oleh Mujtahid jâmi' Syarâith, ataupun dengan disertai izin darinya dapat diserahkan kepada sayid yang fakir, sayid yang yatim dan sayid yang sedang dalam perjalanan yang membutuhkan (ibnu sabîl). • Saham Imam di zaman kegaiban Imam Ma'sum as, diserahkan kepada Mujtahid jâmi' syarâith untuk dikelola, atau digunakan pada hal yang diizinkan sang mujtahid tadi.[5]

Syekh Thusi di dalam kitab Mabsûth,[6] Syahid Awal di dalam kitab Lum'ah Damisyqiyyah,[7] dan Syahid Tsâni di dalam kitab Syarh Lum'ah termasuk dari para ulama ahli fikih Syiah yang membagi saham khumus menjadi enam bagian, berdasarkan ayat yang berkaitan dengan khumus; Tiga bagian yakni saham Allah swt, Nabi saw, dan Dzawilqurba adalah untuk Imam as, dan tiga bagian lainnya yakni saham yatim, fakir, ibnu sabil dan untuk kerabat Nabi saw yang dikenal dengan saham sâdât.[8]

Sebab dari dua pembagian khumus tersebut adalah keberadaan Riwayat yang menunjukkan hal itu.[9] Imam Musa Kâdzim as dalam sebuah Riwayat menjelaskan bahwa saham khumus terbagi menjadi dua bagian, yakni saham untuk hakim (Imam as) dan saham lainnya khusus untuk orang-orang yatim, faqir, miskin, dan ibnu sabil dari kerabat Nabi saw.[10]

Catatan Kaki

  1. Muhaqqiq Hilli, al-Mukhtashar, jld. 1, hlm. 63.
  2. Bustani, Farhangg-e Abjadi, hlm. 503, kata سهم.
  3. Ibn Faris, Mu'jam Maqāyī al-Lughah, jld. 3, hlm. 111.
  4. Thabathaba'i Yazdi, al-'Urwah al-Wutsqā, jld. 4, hlm. 303.
  5. Imam Khomeini, Taudhīh al-Masā'il, bagian 5, jld. 2, hlm. 59.
  6. Syekh Thusi, al-Mabshūth Fī Fiqh al-Imāmiyyah, jld. 1, hlm. 262.
  7. Syahid Awwal, al-Lum'ah ad-Damisyqiyyah, hlm. 55.
  8. Mughniyah, Fiqh ash-Shadiq (as), jld. 2, hlm. 2.
  9. Najaf Abadi, al-Khums Wa an-Anfāl, hlm. 261; Najafi, Jawāhir al-Kalām, jld. 16, hlm. 85.
  10. Hurr Amili, Takmilah al-Wasā'il, jld. 2, hlm. 146.

Daftar Pustaka

  • Bustani, Fu'ad Afram. Fargangg-e Abjadi. Teheran: Islami. Cet. 2, 1375 S/1997 M.
  • Hurr Amili, Muhammad bin Hasan. Al-Fushūl al-Muhimmah Fī Ushūl al-A'immah-Takmilah al-Wasā'il. Iran: Muassese-e Ma'aref-e Eslami-e Emam Reza Alaih as-Salam.
  • Ibn Faris, Ahmad bin Faris. Mu'jam Maqāyīs al-Lughah. Qom: Maktab al-A'lam al-Islami, 1404 H.
  • Imam Khomeini, Sayyid Ruhullah. Taudhīh al-Masā'il. Qom: Daftar-e Entesyarat-e Eslami Wabaste Be Jame'e-e Mudarrisin-e Hauze Ilmiyye-e Qom. Cet. 8.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Fiqh al-Imām ash-Shādiq (as). Qom: Muassese-e Anshariyan. 1421 H.
  • Muhammad Hilli, Ja'far bin Hasan. Al-Mukhtashar. Qom: Muassese al-Mathbu'at al-Diniyyah. Cet. 6, 1418 H.
  • Muntazeri, Husain ali. Al-Khums Wa al-Anfāl. Qom: 1431 H.
  • Najafi, Muhammad Hasan. Jawāhir al-Kalām Fī Syarh Syarāyi' al-Islām. Riset Abbas Qucani & Ali Akhundi. Beirut: Dar Ihya' al-Turats al-Arabi. Cet. 7, 1404 H.
  • Syahid Awwal, Muhammad bin Makki. Al-Lum'ah ad-Damisyqiyyah Fī Fiqh al-Imāmiyyah. Riset Muhammad Taqi Murwarid. Beirut: Dar at-Turats-Ad-Dar al-Islamiyyah, 1410 H.
  • Thabathaba'i Yazdi, Sayid Muhammad Kadzhim. Al-'Urwah al-Wutsqā Fī Mā Ta'umm Bihī al-Balwā. Daftar-e Entesyarat-e Eslami Wabaste Be Jame'e-e Mudarrisin-e Hauze Ilmiyye-e Qom.