Zain al-'Abidin

Dari WikiShia
Revisi per 31 Juli 2020 16.30 oleh Esmail (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''Zain al-'Abidin''' atau ditulis Zainul Abidin (bahasa Arab: {{ia| زَیْنُ الْعابدین }}) artinya perhiasan para ahli ibadah, adalah salah satu laqab y...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Zain al-'Abidin atau ditulis Zainul Abidin (bahasa Arab: زَیْنُ الْعابدین ) artinya perhiasan para ahli ibadah, adalah salah satu laqab yang paling terkenal dari Imam Ali bin Al-Husain as, imam keempat umat Islam Syiah.

Pelaqaban Imam Sajjad as dengan Zainul Abidin disebutkan karena kezuhudan dan banyaknya ibadah yang dilakukannya.[1]Dari Malik bin Abas, seorang fakih dan ahli hadis dari Ahlusunnah, menukil Imam Sajjad as mendirikan salat seribu rakaat dalam sehari semalam, sehingga dengan banyaknya peribadatan yang dilakukannya, ia digelari Zainul Abidin.[2]Demikian juga sebuah sumber hadis menyebutkan laqab lain yaitu Sayid al-'Abidin.[3]Disebutkan dalam sejarah Islam, tidak ada yang mendapatkan laqab Zainul Abidin kecuali Imam Ali bin Al-Husain as.[4]

Berdasarkan riwayat yang terdapat dalam kitab 'Ilal al-Syara'i, laqab ini sudah digunakan untuk Imam Sajjad as sejak abad kedua Hijriyah.[5] Ibnu Syahab Zuhri, faqih dan muhadits Ahlusunnah setiap meriwayatkan hadis dari Ali bin Husain ia menyebutnya dengan laqab Zainul Abidini. Sufyan bin 'Uyinah (107-198 H) bertanya mengapa ia dinamakan Zainul Abidin? Zuhri dalam menjawab pertanyaan tersebut dengan bersandar pada hadis Nabi Muhammad saw yang bersabda, "Pada hari kiamat sewaktu ada yang berteriak mana Zainul Abidin? Aku melihat putraku Ali bin Husain berjalan dari tengah-tengah barisan."[6]

Dalam kitab Kasyfu al-Ghummah tanpa menyertakan sanad, mengenai pelaqaban Imam keempat dengan Zainul Abidin disebutkan suatu malam saat ia beribadah di mihrabnya dengan tenggelam pada tahajjud yanng dilakukannya, ia mendengar suara berulang tiga kali yang menyebut, "Anda adalah Zainul Abidin, perhiasan para ahli ibadah". Sejak ini ia digelari oleh orang-orang banyak dengan Zainul Abidin.[7]

Catatan Kaki

  1. Qarasyi, Hayat al-Imam Zain al-'Abidin, jld. 1, hlm. 145 dan 146
  2. Dzahabi, al-'Ibar, jld. 1, hlm. 83
  3. Sebagai contoh silakan lih. Shaduq, 'Ilal al-Syara'i, jld. 1, hlm. 132
  4. Qarasyi, Hayat al-Imam Zain al-'Abidin, jld. 1, hlm. 187
  5. Shaduq, 'Ilal al-Syara'i, jld. 1, hlm. 229 dan 230
  6. Shaduq, 'Ilal al-Syara'i, jld. 1, hlm. 229 dan 230
  7. Arbili, Kasyf al-Ghummah, jld. 1, hlm. 619

Daftar Pustaka

  • Arbili, Ali bin 'Isa, Kasyf al-Ghummah fi Ma'rifah al-Aimmah, Radhi, 1421 H
  • Dzahabi, Muhammad bin Ahmad, al-'Ibar fi Khabar Ma Ghabar, riset: Abu Hajir Muhammad Sa'id bin Basyuni Zaghlul, Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiah, tanpa tahun
  • Shaduq, Muhammad bin Ali, 'Ilal al-Syara'i, Qom, Kitab Furusyi Dawari, 1285 H/1966
  • Qarasyi, Baqir Syarif, Hayat al-Imam Zain al-'Abidin, Beirut, Dar al-Adhwa, 1409 H