WikiShia:Artikel Pilihan/2019/24

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Ali bin Abi Thalib (bahasa Arab: علي بن أبي طالب) (lahir pada 23 tahun sebelum Hijrah – tahun 40 H/660) adalah imam pertama seluruh mazhab Syiah dan khalifah keempat dari empat Khulafa al-Rasyidin di kalangan Ahlusunah. Ia sepupu dan menantu Nabi Muhammad saw, suami dan ayah serta kakek dari sebelas imam Syiah. Sesuai dengan tuturan para sejarawan Syiah dan kebanyakan ulama Ahlusunah, ia terlahir di dalam Kakbah. Ia adalah orang yang pertama beriman kepada Rasulullah saw.

Dalam pandangan Syiah, ia adalah khalifah langsung setelah Rasulullah saw wafat berdasarkan firman Allah swt dan penegasan Rasulullah saw. Terdapat banyak ayat Alquran yang menjelaskan tentang kemaksuman dan kesuciannya dari segala jenis kekotoran dan kenistaan. Berdasarkan sumber-sumber Syiah dan sebagian sumber Ahlusunnah, terdapat kurang-lebih 300 ayat yang diturunkan berkenaan dengan keutamaannya.Tatkala suku Quraisy hendak membunuh Nabi Muhammad saw, ia rela tidur di pembaringan Rasulullah saw untuk mengelabui pihak musuh sehingga dengan demikian Rasulullah saw dapat secara diam-diam melakukan hijrah. Rasulullah saw mengikat Akad Persaudaraan (Akad Ukhuwwah) dengannya. Ia ikut serta pada seluruh perang Nabi Muhammad saw kecuali perang Tabuk, itu pun atas perintah Rasulullah saw untuk tinggal di Madinah. Oleh karena itu, Imam Ali as adalah panglima Islam yang paling banyak menggondol keutamaan dan kehormatan.

Paska wafatnya Rasulullah saw, sekelompok orang di Saqifah membaiat Abu Bakar sebagai khalifah. Setelah 25 tahun dan setelah kekhilafahan Abu Bakar, Umar dan Usman, Imam Ali as mengambil alih tampuk pemerintahan atas desakan kaum muslimin. Ia dalam masa singkat pemerintahannya, menghadapi tiga perang saudara yang berat dan pada akhirnya di mihrab masjid Kufah, selagi ia menunaikan salat, gugur sebagai syahid mihrab di tangan salah seorang Khawarij dan dikuburkan secara diam-diam di Najaf.

Kebanyakan silsilah disiplin ilmu kaum Muslimin di antaranya Sastra Arab, Teologi, Fikih, Tafsir berujung padanya dan beragam firkah menyampaikan mata rantai sanadnya kepada Imam Ali as. Kitab Nahj al-Balāghah merupakan kitab yang memuat tulisan-tulisan dan tuturan-tuturannya.

Haram Imam Ali as di kota Kufah termasuk dari tempat-tempat suci dalam budaya Syiah dan berziarah kepadanya mendapat perhatian khusus. Beberapa sosok ternama dimakamkan pula di tempat ini, yang mana mereka dalam sebagian sumber dikenang dengan nama 'orang-orang yang dimakamkan di Haram Imam Ali as'.