Surat Imam Ali kepada Malik al-Asytar

tanpa prioritas, kualitas: c
Dari wikishia
(Dialihkan dari Surat kepada Malik Asytar)

Surat Imam Ali kepada Malik Asytar (bahasa Arab: عهد الإمام علي عليه السلام إلى مالك الأشتر) adalah surat yang tertera dalam kitab Nahjul Balaghah dalam bab: Pedoman Menjalankan Pemerintahan yang ditujukan kepada Malik Asytar ketika ia diangkat menjadi gubernur Mesir. Surat ini yang dikenal dengan instruksi kepada Malik Asytar merupakan perkataan Imam Ali as yang paling lengkap dan penting terkait dengan pedoman menjalankan pemerintahan dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan terdapat banyak syarah dan ulasan atasnya.

Sebagian penggalan instruksi ini dikarenakan memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi menjadikan khutbah ini selalu menjadi perhatian khusus bagi para pecinta Imam Ali as.

Urutan surat ini berbeda dalam beberapa kitab Nahjul Balaghah. [1]

Kandungan Isi

Imam Ali as menulis surat ini kepada Malik Asytar ketika ia diangkat menjadi gubernur Mesir dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Surat ini ditulis sekitar tahun 38 H.[2] Kandungan isi surat ini adalah bagaimana sikap dan perlakuan pemerintah dan para pejabatnya terhadap warga, baik dengan yang muslim maupun non-muslim, tugas-tugas pemerintahan dan kewajiban negara adalah untuk memakmurkan dan memajukan masyarakat.

Sebagian instruksi Imam Ali as kepada Malik Asytar sebagai pemegang jabatan Gubernur Mesir:

  • Berbuat adil
  • Memperhatikan kehendak masyarakat (kebanyakan) [3]
  • Tidak mencari aib-aib masyarakat dan menutupi aib-aibnya
  • Berprasangka baik kepada masyarakat[4]
  • Bermusyawarah dengan para ahli untuk mengatur pemerintahan [5]
  • Mengklasifikasikan pekerjaan di masyarakat dan menilai bahwa setiap lapisan masyarakat memiliki hak atas pemimpinya[6]
  • Menyebutkan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang hakim [7]
  • Sifat-sifat pegawai
  • Mengutamakan pengembangan lahan sebelum mengambil pajak[8]
  • Syarat-syarat penulis
  • Berbuat baik kepada pedagang dan pegiat industri [9]
  • Memperhatikan keadaan para pelaku salat yang lemah saat mendirikan salat berjamaah
  • Tidak memberikan perilaku istimewa kepada keluarga dan orang-orang tertentu dalam urusan baitul mal dan hal-hal yang membahayakan orang lain [10]
  • Menghilangkan prasangka buruk masyarakat [11]
  • Berdamai dengan musuh (atas kemauan mereka dan keridhaan Allah swt) [12]
  • Menepati dan memenuhi janji [13]

Beberapa Perbedaan Urutan Naskah

Tabel berikut ini menunjukkan adanya perbedaan urutan naskah surat Imam Ali kepada Malik Asytar:

No Nama Versi No Urutan Surat
1 Al-Mu'jam al-Mufahras, Subhi Saleh, Faydh al-Islam, Mulla Saleh, Ibnu Abi al-Hadid, Abduh 53
2 Ibnu Maitsam, Khu'i, Fi Zilal 52
3 Mulla Fathullah 56


Terjemahan-terjemahan

  • Aine Jahandari: Ahd Nameh Malik Asytar va tarjumeh cand Nameh az Nahjul Balaghah. Karangan Ali Anshari Qummi, pengarang Nahjul Balaghah Mandzum yang dicetak pada tahun 1385. [14]
  • Tuhfah al-Muluk: Ahd Nameh Malik Asytar. [15]
  • Tuhfah al-Wali: Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, karangan Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Muhammad bin Sami' Yazdi, tahun penulisan: 1227 di Masyhad. Naskahnya ada di pepustakaan Karbala yang pernah dilihat oleh Sahib Dzari'ah. [16]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, Penerjemah tidak dikenal pada tahun ke 10 atau ke 11 H. [17]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Sayid Shadiq Husaini pada abad ke-13. [18]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Shadiq bin Ali Husaini satu zaman dengan Nashiruddin Syah Qajar. Kemungkinan sama dengan kitab yang sebelumnya telah disebutkan. [19]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Arab, oleh Mirza Agha Khan Abdul Husain bin Abdur Rahim Burdsiri Kermani, terbunuh pada tahun 1314 H dan dicetak di Teheran. [20]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Abdul Wasi' Taufi pada abad ke-12 (Naskah abad ke-12 tersimpan di perpustakaan Majlis). [21]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Ali Ridha pada abad ke-11. Kemungkinan adalah Mirza Ali Ridha Tajalli. [22]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Muhammad Ibrahim Nawab Badaya'nagar 1299. Terjemah ini ditulis pada tahun 1373 dan dicetak pada tahun 1286. [23]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Muhammad Ibrahim Nawab di Indeks perpustakaan Markaz Danesygah dengan dua terjemahan oleh Badaya' Negar dan dikatakan bahwa salah satu naskah itu disimpan di perpustakaan Astan Quds Razawi dan naskah lainnya ada di perpustakaan Majelis. [24]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Muhammad Baqir bin Ismail Khatun Abadi. Terjemahan ini dilaksanakan kira-kira pada tahun 1115 H. Naskah ini tercatat dengan nomor 1115 dan disimpan di perpustakaan Markazi. [25]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Muhammad Shadiq Muruzi (abad ke-13). Naskah itu ada di perpustakaan Malik. [26]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Muhammad bin Mahdi Behesyti abad ke-13. Naskah aslinya mungkin ada di perpustakaan Meli. [27]
  • Ahd Nameh Malik Asytar, bahasa Persia, penerjemah tidak dikenal. Naskahnya tersimpan dengan nomer 1310 di perpustakaan Meli. [28]
  • Dastur Hukumat: Farman Hadhrat Amirul Mukminin be Malik Asytar, dalam 4 bahasa pilihan dari Kitab Nahjul Balaghah, bahasa Persia, karya Muhammad Husain Furughi, bahasa Perancis oleh Sadiqiyan, bahasa Inggris oleh Baqiri, Sya'irnya ditulis oleh Waqar Syirazi. [29]
  • Matsnawi dar Tarjumeh Ahd Malik Asytar, karya Waqar Syirazi (w. 1298) [30]
  • Nadhm Ahd Malik, bahasa Turki, oleh Jalaluddin Muhammad yang dicetak pada tahun 1304 di Turki. [31]

Syarah-syarah

  • Adab al-Muluk: Terjemahan dan penjelasan perintah suci Amirul Mukminin Ali as kepada Malik Asytar, karya Muhammad Rafi al-Husaini Thabathabai, seorang ulama Tabriz (1250-1326 H) disertai dengan dua syarah oleh Ibnu Maitsam Bahrani dan Allamah Taqi Ja'fari, Editor: Ibrahim Shafari. [32]
  • Barrasi Nukat Iqtishadi dar Ahd Nameh Malik Asytar, Ridha Akbariyan. [33]
  • Bai'ah al-Anākham: Terjemahan dan penjelasan surat perjanjian Malik Asytar, bahasa Persia, Ali bin Mirza Ahmad (abad ke-13) tahun penulisan 1235 naskah aslinya termaktub dalam 414 halaman. [34]
  • Tuhfah Sulaimaniyah: Terjemahan dan penjelasan surat perjanjian Malik Asytar, bahasa Persia, Sayid Majidin Muhammad Husain Bahrani (abad ke-11) pada tahun 1301 H yang dicetak pada 304 halaman. [35]
  • Tuhfah Sulaimaniyah: Terjemahan dan penjelasan surat perjanjian Malik Asytar, bahasa Persia. Ditulis pada tahun 1101. Naskah tulisan tangannya yang berjumlah 207 halaman ada di perpustakaan Madrasah Faidziyah Qum. [36]
  • Dastur Hukumat Hadhrate Amiral Mukminan as be Malik Asytare Nakha'i Rafa'allah Darajatahu, Editor: Muhammad Husain Dzaka Al-Mulk. Khutbah ini berdasarkan kitab Dzaka al-Mulk Furughi. [37]
  • Dastur Hikmat Dastur Hukumat, Terjemahan dan surat perjanjian Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Ahmad bin Hafidz Aqil Kermani (w. 1329), dicetak pada tahun 1321, khutbah ini berdasarkan kitab Dzaka al-Mulk Furughi. [38]
  • Dastur Hukumat, Terjemahan dan penjelasan perjanjian Malik Asytar, bahasa Persia, dicetak oleh Syaikh Muhammad Ali Wa'idz Hemat Abadi. [39]
  • Al-Ra'i wa al-Ra'iyah: dalam "Kulukum Ra'i wa Kulukum Masulun an Ra'iyatih", Penjelasan Imam Ali as kepada Malik Asytar ketika melantiknya menjadi gubernur Mesir, Taufiq al-Fakiki, bahasa Arab [40]
  • Rumuz al-Amarah: Penjelasan dan terjemahan surat perjanjian Malik Asytar dengan bentuk syair, bahasa Persia, oleh Waqar Syirazi (w. 1298), dicetak pada tahun 1274 dan 1331. Dalam kitab Sukhane Sarayan fars ditulis bahwa: Belakangan buku ini telah diterjemahkan ke 4 bahasa oleh Shadiqiyan. [41]
  • Sulukul Wulah: Suluk Wulatul 'Adl: Risalah fi Suluk al-Wulah, Tarjamah al-Hadits fi Suluk al-Wulah, Tarjumah Ahd Malik Asytar. Semua terjemahan ini dilakukan oleh Allamah Majlisi (w. 1111). [42]
  • Al-Siyasah al-Alawiyah fi Syarah Ahd Malik Asytar, bahasa Arab, karya Syaikh Abdul Wakhid bin Ahmad Ali Mudhafar, 1310. [43]
  • Siyasat Nameh: Terjemahan dan penjelasan perjanjian Malik Asytar dalam bentuk syair, bahasa Persia, oleh Mirza jahan Gir Khan Husaini Marandi, terkenal dengan Nadhim Malik Dziyai (w. 1352). Buku itu dicetak pada tahun 1327 di Turki dan Tabriz. [44]
  • Syarhe Ahd Malik Asytar, bahasa Persia, oleh Mula Muhammad Saleh Rughani. Buku ini ditulis pada tahun 1049 dan disimpan di perpustakaan Sayi Nasullahi Taqawi di Teheran. [45]
  • Syarhe Ahd Malik Asytar, bahasa Persia, karya Mulla Muhammad Kadhim Mahdi Mudaris dan Khadim Haram Razawi, seorang ulama abad ke-13. Naskahnya disimpan di perpustakaan Astan Quds Razawi. [46]
  • Syarahe Ahd Malik Asytar, karya Mirza Muhammad bin Sulaiman Tangkabuni yang juga merupakan penulis kitab Qashash al-Ulama. [47]
  • Syarhe Ahd Malik Asytar, bahasa Persia, diantara naskahnya disimpan di Perpustakaan Umum Aghai Gulpaigani Qum. [48]
  • Ahd al-Asytar, Risalah dar beine Sanad Malik Asytar wa Syarhe Matn An, karya Sayid Hibbatuddin Syahrestani, penulis buku: Ma Huwa Nahjul Balaghah. [49]
  • Unwane Riyasat, tarjumeh Ahd Malik Asytar, karya Sayid Ali Akbar bin Sultan Ulama, sayid Muhammad Naqawi Lakahanawi (w. 1324). [50]
  • Farmane Imam be Imam Hasan wa Malik Asytar, (Surat 31), bahasa Persia, karya Muhammad Muqimi, dicetak pada tahun 1354. [51]
  • Farmane Mubarak Hadhrat Ali bin Abi Thalib as be Malik Asytar, karya Jawad Fadhil. Hamid Ridha. Mir Ali Asghar Hasyemi. [52]
  • Al-Qanun li Akbar fi Syarah Ahd Imam Asytar, bahasa Arab, karya Sayid Mahdi Sawij. [53]
  • Qanun al-Wulah fi Siyasatihi al-Ra'ah, sejarah Mesir klasik, bahasa Arab, Penjelasan perjanjian Malik Asytar karya Sayid Muhammad Hasan bin Sayid Ali Musawi Qazwini Najafi (w. 1358). Kitab ini merupakan bagian kedua Misr Qadiman. Naskahnya disimpan oleh saudara pengarang, Sayid Dhiyauddin bin Sayid Ali. [54]
  • Ma'al Imam Ali as fi Ahd Malik Asytar, bahasa Arab, karya Syaikh Muhammad Baqir Nasheri. Dicetak pada tahun 1393 di Beirut. [55]
  • Mufasirin al-Siyasah, bahasa Arab. Penjelasan perjanjian Malik Asytar, karya Syaikh Muhammad Abduh atau Ahmad Muhammad. Pada tahun 1317 dicetak di Mesir. [56]
  • Nashayih al-Muluk wa Adāb al-Suluk, bahasa Persia, penjelasan perjanjian Malik Asytar, karya Abul Hasan Syarif Amili Fatoni (w. 1138) [57]
  • Hadayat al-Hasam fi ‘Ajaib al-Hadayat lil Ahkam (Parsi Syarhi Tafsili bar Ahd Nameh Malik Asytar). Muhammad Husain bin Ali Naqi Hamedani. Editor: Ali Ridha Hezar. [58]

Catatan Kaki

  1. Menurut nukilan: Muhammadi, Al-Mu'jam al-Mufahrast li Alfāzh Nahj al-Balāghah, Jadwal Ikhtilaf Nuskhe Intihai Kitab, hlm. 138.
  2. Rahim Pur, Malik Asytar; Mukhathab Nameh Amrul Mukminin, hlm. 151.
  3. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm. 327.
  4. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm. 329.
  5. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm. 329.
  6. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm.329-330.
  7. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm. 332.
  8. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm. 333.
  9. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm. 335.
  10. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm. 338.
  11. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm.338.
  12. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm. 338.
  13. Nahj al-Balāghah, Terjemah Syahidi, hlm. 339.
  14. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 5.
  15. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 12.
  16. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 12
  17. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 14.
  18. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 14.
  19. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 15.
  20. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 15.
  21. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 15.
  22. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 15.
  23. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 15.
  24. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 22.
  25. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 16.
  26. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 16.
  27. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 16.
  28. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 16.
  29. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/2036136
  30. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 55.
  31. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 61.
  32. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/1666733.
  33. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/180779.
  34. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 11.
  35. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 11.
  36. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 12.
  37. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/869251.
  38. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 26-27.
  39. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 27.
  40. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/897569.
  41. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 28.
  42. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 30.
  43. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 30.
  44. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 30
  45. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 35
  46. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 35
  47. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 35
  48. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 35
  49. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 53
  50. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 53
  51. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 53
  52. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/659981.
  53. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 53.
  54. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 54.
  55. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 58
  56. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 58.
  57. Ustadi, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, hlm. 61.
  58. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/671782.

Daftar Pustaka

  • Nahj al-Balāghah, Terjemah Sayid Ja'far Syahidi, Tehran: Ilmi wa Farhanggi, 1377.
  • Ustadi, Ridha, Ketāb Nāmeh Nahjul Balāghah, Tehran, Bunyad Nahj al-Balāghah, 1359 H.
  • Muhammadi, Sayid Kadhim, Muhammad, Al-Mu'jam al-Mufehrest lil Alfādz Nahj al-Balāghah, Qum, Nasyar Imam Ali, 1369.

Pranala Luar